Empat Tewas akibat Banjir di Taliwang Sumbawa Besar (Bali Post) - Akibat banjir bandang yang melanda Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa sejak Minggu (3/12), empat warga dikabarkan meninggal. Selain itu, sembilan ekor kerbau mati dan ribuan hektar tanaman padi dan palawija rusak terendam air. Keterangan yang diperoleh Senin (4/12) menyebutkan, korban tewas empat orang itu belum jelas identitasnya, masih berupa informasi yang diperoleh dari penduduk yang tergenang banjir. Arus transportasi kendaraan hingga sore kemarin hanya sampai ke pertigaan kota Taliwang. Untuk menembus ke dalam88 kota Taliwang masih sulit, karena genangan air masih tinggi. Karena sebagian besar rumah masih tergenang, penduduk setempat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Guna memenuhi kebutuhan pangan penduduk yang terkena musibah banjir, Satkorlak bencana alam Sumbawa telah membuat dapur umum yang letaknya di luar kota Taliwang. Untuk mendrop bahan pangan berupa roti, minyak goreng, beras, air minum dan kebutuhan lainnya. Satkorlak terpaksa minta bantuan ke Newmont mengangkut semua kebutuhan itu dengan helikopter. ''Pengangkutan bahan makanan mulai dilakukan seja2k Senin kemarin dengan menggunakan helikopter Newmont ke tempat yang dianggap aman,'' ujar staf Pemda Sumbawa. Bupati Sumbawa Drs. H. Latief Madjid yang ditanya membenarkan kondisi kota Taliwang terendam air. Hingga kemarin, katanya, penduduk masih sulit mengatasi genangan air yang mengelilingi rumahnya. Ditanya tentang korban jiwa, Latief belum mengetahui secara pasti. ''Nanti kita lihat perkembangan selanjutnya,'' ujar Bupati seraya menambahkan, pihaknya sudah mendrop sejumlah bahan makanan berupa beras, air minum dan makanan lainnya. Hal senada juga dikatakan Humas Pemda Sumbawa Drs. Syaekhudin Husin, S.H. Menurutnya, Pemda Sumbawa telah memberikan bantuan 1 ton beras, 20 dos mie instan, 10 dos air mineral dan 700 bungkus nasi. Sedangkan PMI Sumbawa memberikan bantuan 15 dos mie instan. Bantuan untuk masyarakat korban banjir di Taliwang sementara ini terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk bantuan dari Newmont. Pada hari kedua (Senin kemarin-red) menyusul diberikan bantuan dari Pemda Sumbawa 500 bungkus nasi, 5 ton beras dari PT Multi Mina Merta Sari, Utan. Dikatakan, banjir yang melanda Taliwang diakibatkan, selain hujan yang lebat juga akibat penebangan kayu secara liar di hulu sungai Brang Ene dan Brang Rea, yang airnya menyatu di kali Brang Penemung. Selain itu, air yang ada di pinggir kota Taliwang tidak bisa masuk ke rawa Taliwang karena terhalang oleh tanggul. Akibatnya, rumah penduduk tergenang air setinggi 2-3 meter. Butuhkan Air Informasi lain menyebutkan, dalam kondisi seperti saat ini, penduduk Taliwang sangat membutuhkan air minum. Sebab PDAM dan sumur penduduk yang ada rusak tergenang banjir. ''Kami sangat membutuhkan air minum dan roti,'' teriak warga seperti dikutip salah seorang warga yang menyaksikan langsung kondisi masyarakat Taliwang. Lokasi yang sangat parah tergenang air, yakni di Desa Dalam Kuang, Sampir, Menala dan Desa Bugis. Hingga sore kemarin air masih setinggi 1 meter di semua desa itu. Sementara Dusun Sampir dan Bre di Desa Beru juga mengalami nasib yang sama. Diperkirakan, sejumlah desa yang terletak di pinggir kali juga terendam air. (051) arif Hidayat http://sumbawa.tripod.com -- Get your firstname@lastname email for FREE at http://Nameplanet.com/?su --------------------------------------------------------------------- Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
