-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar :    [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
        http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
-----------------------------------------------------------------------------------------------
 

http://suarapembaruan.com/News/2000/12/08/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

Kredit Pangan yang Selalu Terhambat

   EMENTARA para elite politik terus memperdebatkan kasus Buloggate, Bruneigate,
   amandemen UU Bank Indonesia, serta ikhtiar melengserkan lawan politik, ternyata ada
masalah yang lebih substansial terus terabaikan dan tidak terpecahkan, yaitu Kredit 
Ketahanan
Pangan (KKP), atau dulu disebut Kredit Usaha Tani (KUT). Tidak jelas apa tujuan
menggantikan nama pinjaman itu, tapi apabila substansi dan manfaat selalu terhambat 
dalam
implementasinya, pasti merugikan para petani kita.

Kita mencatat berkali-kali KUT dan sekarang KKP itu terabaikan, karena petani selalu
terlambat untuk mendapatkannya. Menurut laporan (Pembaruan, 7 Desember 2000), kredit
Rp 2,3 triliun yang harus diberikan, November lalu (berbarengan dengan musim tanam 
akhir
tahun) terhambat lagi. Sebabnya antara lain banyak dari 29 bank pelaksana tidak
berpengalaman menyalurkan kredit itu. Padahal, nota kesepakatan pemberian KKP untuk
belasan juta petani (di Jawa 11 juta lebih) itu sudah ditandatangani 10 Oktober lalu.
Berdasarkan pengecekan, sampai tanggal 11 November batas waktu pencairan kredit tani
tersebut, belum dilakukan. 

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/08/JATIM/wadu19.htm
>Jumat, 8 Desember 2000

Waduk 10 Juta Meter Kubik Air Dibangun di Bajulmati
Kediri, Kompas 

Sebuah waduk akan dibangun di Kali Bajulmati, yang terletak di
perbatasan Banyuwangi dan Situbondo. Berkat bantuan dana dari
Jepang, waduk setinggi 36 meter, berkapasitas 10 juta meter kubik
air akan mulai dibangun akhir Januari 2001. Demikian Pimpro
Pengembangan dan Konservasi Sumber Daya Air (PKSA)
Brantas-Pekalen-Sampean, Jatim, Ir Diro Supangkat Dipl HE, di
Kediri, Kamis (7/12).

Selain mampu mengairi sawah baru 5.075 hektar, waduk juga
menjadi sumber air minum bagi 58.000 kepala keluarga (KK) di
sekitarnya. Rinciannya, 12.000 KK di Banyuputih, 46.000 KK lagi di
Wongsorejo dan Giri (Banyuwangi). Air waduk disediakan juga untuk
memenuhi kebutuhan air komunitas cagar alam Baluran, pelabuhan
samudera Meneng, pelabuhan penyeberangan Ketapang dan sumber
pembangkit listrik.

http://suarapembaruan.com/News/2000/12/08/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

Sanitasi Jamban di Pedesaan Masih Rendah
Jakarta, 8 Desember 

Sanitasi jamban di pedesaan saat ini masih sangat rendah. Sehingga pencanangan pekan 
sanitasi
yang dilakukan pemerintah di seluruh pedesaan, adalah untuk menunjang pembudayaan 
perilaku
hidup bersih dan sehat.

Hal ini dikemukakan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial/ Kepala Badan Koordinasi
Sosial Nasional (BKSN), Dr Achmad Sujudi ketika membuka Pentaloka Pekan Sanitasi dan
Rakornis Penyehatan Air dan Pengamatan Limbah di Jakarta, Kamis (7/12).

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/08/METRO/bern17.htm
>Jumat, 8 Desember 2000

Berniat Jual Orangutan, Wiyadi Dihukum Enam Bulan
Tangerang, Kompas

Mencoba menjual orangutan, Wiyadi (28), warga Kampung Jati,
Jatinegara, Jakarta Timur, akhirnya harus menjalani hukuman enam
bulan penjara, setelah divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN)
Tangerang, Kamis (7/12). Wiyadi juga dihukum membayar denda 
Rp 200.000, subsider dua bulan penjara. 

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Ny Rukmini
itu lebih rendah dua bulan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut
umum, Laswan. Pada sidang sebelumnya, Laswan menuntut Wiyadi
dihukum delapan bulan penjara.

http://www.surya.co.id/  Jumat, 08 Desember 2000

Dikritik proyek golf, Bupati Samsul berang 

Jember: Derasnya kritik dan protes kalangan akademisi, mahasiswa,
ormas dan LSM serta anggota dewan, terhadap kebijakan proyek
lapangan golf dan tambang emas, ternyata sempat membuat Bupati
Drs Samsul Hadisiswojo MSi keder sekaligus berang. 

Bahkan Samsul yang juga koordinator bupati se-Jatim itu menuding
kalau derasnya kritikan itu merupakan upaya terselubung untuk
menjatuhkan dirinya. Bupati Samsul mengungkapkan hal itu saat
hadir dalam seminar nasional bertajuk "Peningkatan Kualitas
Birokrasi dalam Menghadapi Otonomi Daerah" yang
diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas
Jember (UJ) di Lantai III Kantor Pusat, Rabu (6/12) sore. 

http://www.surabayapost.co.id/
SUPLEMEN  Jum'at, 08 Desember 2000
                   
                     Polusi Kimia Mencemaskan Dunia

     PERSISTANT Organic Pollutants (POPs) adalah masalah dunia yang memerlukan 
pemecahan
     secara global pula, kata seorang pejabat PBB di Afrika Selatan pada pembukaan pada
     perundingan putaran terakhir perjanjian internasional POP. 
     Direktur eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP), Klaus Toepfer mengatakan,
     diperlukan kompromi untuk memastikan perjanjian ini --untuk melindungi kesehatan 
dan kesatuan
     lingkungan hidup manusia. 

http://www.suaramerdeka.com/harian/0012/08/dar12.htm
Jumat, 8 Desember 2000 Jawa Tengah - Banyumas  

           Petani Unjuk Rasa Tanah Bantarsari Pemda Lepas Hak Pakai 

           CILACAP - Ratusan petani anggota kelompok tani Kisma Budaya I-IV,
           Desa Bantarsari Kecamatan Bantarsari Kamis kemarin menggelar aksi
           damai di Gedung DPRD setempat. 

           Mereka menuntut Bupati H Herry Tabri Karta SH menyerahkan 84
           hektare tanah hak pakai Pemda yang digarap petani. Mereka tak mau
           sekadar menggarap dengan sistem sewa bagi hasil.

http://suarapembaruan.com/News/2000/12/08/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

Penambangan emas secara liar sebenarnya sudah menjadi persoalan klasik di
berbagai daerah. Di Jambi kini hal itu menjadi masalah besar karena penambangan
liar sudah menggunakan alat mekanis dan para penambang menjarah areal konsesi
tambang emas milik orang lain. Masalahnya jadi pelik karena melibatkan rakyat kecil
yang miskin. 

Pemda Harus Bijak Tangani Tambang Emas Liar di Jambi

Oleh Koresponden "Pembaruan" RADESMAN SARAGIH 

   enambangan atau pendulangan emas secara liar yang dicukongi sejumlah pengusaha
   belakangan ini merajalela di Jambi, provinsi berpenduduk 2,7 juta jiwa. Penambangan 
emas
yang melibatkan banyak rakyat miskin sebagai pekerja itu tidak hanya menggunakan 
dulang,
tetapi juga dompeng (mesin penambang) dan pompa air. Sekali lagi orang miskin tampak 
begitu
mudah digunakan walaupun melakukan kegiatan yang bertentangan dengan peraturan yang 
ada.

Cara penambangan ini memang agak lebih maju dibanding pendulangan emas selama ini yang
dilakukan penduduk sepanjang alur sungai seperti di Bangko. Sebelumnya penambangan emas
atau apa yang lebih dikenal dengan pendulangan emas itu banyak terjadi Kabupaten Bungo
hanya dengan menggunakan dulang (alat dari kayu berbentuk nyiru untuk menyisihkan bijih
emas dari pasir atau tanah). Untuk mengambil pasir dan tanah yang mengandung emas 
mereka
menggali dasar sungai sambil menyelam.

---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke