-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar :    [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
        http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/13/IPTEK/suli30.htm
>Rabu, 13 Desember 2000

Sulitnya Mengembangkan Ternak Rakyat 

BUDI DAYA ternak ternyata tidak semudah membalikkan tangan. Pengembangan dan
penerapan teknologi di bidang peternakan di Provinsi Jambi, misalnya, ternyata
bertabrakan langsung dengan kultur rakyat desa asli.Penerapan teknologi dan perlakuan
pada ternak besar (sapi dan kerbau)
menghendaki ternak dipelihara secara baik, dikandangkan.
Sedangkan kultur (tradisi) rakyat, terutama desa-desa asli sejak
turun-temurun memelihara ternak dengan melepas begitu saja. 

Resistensi yang tinggi dari masyarakat desa asli untuk
mengandangkan ternak mereka, menyebabkan sentuhan teknologi
sulit dilaksanakan. 

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/13/IPTEK/ptii08.htm
>Rabu, 13 Desember 2000

PT IIU Sepatutnya Terbuka pada Rakyat Porsea
Medan, Kompas 

PT Inti Indorayon Utama (PT IIU) diminta transparan, menjelaskan
keberadaan perusahaan pabrik pulp-nya kepada rakyat Porsea,
Kabupaten Toba Samosir, sebelum PT Toba Pulp Lestari (PT TPL)
dioperasionalkan. Misalnya, tentang luas hak pengusahaan hutan
(HPH), hutan yang sudah produksi dan belum produksi, dan peta
wilayah HPH-nya.

"Jangan setelah operasional, ternyata dengan luas hutan yang
dimiliki, Indorayon sekarang ini tak mampu menyuplai bahan
bakunya. Sebab, ada informasi yang menyebutkan bahwa luas HPH
Indorayon sekarang ini hanya mampu menyuplai bahan baku pulp 30
persen," kata Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (PPP DPRD) Sumatera Utara, M
Zahrin Piliang, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (12/12).
Menurut Zahrin, jika informasi itu betul, berarti Indorayon harus
mencari bahan baku dari luar areal HPH-nya. Kalau itu yang terjadi
maka ada kemungkinan Indorayon akan menebangi hutan-hutan
yang bukan areal HPH-nya. Artinya, tidak tertutup kemungkinan
terjadi penebangan hutan tanpa terkontrol.

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/13/UTAMA/kuta11.htm
>Rabu, 13 Desember 2000

Kuta Diperkirakan Akan Dilanda Badai Tropis Lagi
Jakarta, Kompas

Badai tropis tiba-tiba menyergap kawasan pantai wisata di Bali
selama sepekan lebih, sejak 2 Desember lalu. Pasir pantai Kuta
sempat beterbangan selama berhari-hari sehingga menutupi Jalan
Raya Pantai Kuta. Diperkirakan, akhir Desember ini badai sejenis
akan kembali muncul.Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa. Akan
tetapi, akibat pindahnya pasir pantai Kuta ke jalan raya, lalu lintas
sempat macet sebelum dibersihkan polisi pariwisata yang dibantu
masyarakat sekitar pantai. Badai tropis yang mulai mereda hari
Minggu (10/12) di kawasan Bali ini merupakan imbas dari taifun Sam
di Australia Barat pekan lalu.

"Seperti tahun-tahun lalu, angin yang berasal dari barat itu menerpa
pantai Kuta. Untuk tahun ini, angin lebih keras dan frekuensinya
akan lebih sering karena imbas dari taifun berkekuatan 115 knot
yang terjadi di Australia barat laut. Kecepatan badai tropis di pantai
Kuta sekitar 35 knot sehingga mampu menerbangkan pasir. Antara
Desember sampai Februari, badai tropis itu bisa berlangsung satu
sampai tiga kali," demikian paparan Kepala Meteorologi Kelas I
Ngurah Rai Sridadi Budiarjo, Selasa (12/12) di Denpasar. 

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/13/UTAMA/tana01.htm
>Rabu, 13 Desember 2000

Tanah Longsor di Kulonprogo, 17 Orang Tertimbun 
* 8 Orang Tewas, 6 Belum Ditemukan, dan 3 Luka-luka 
Yogyakarta, Kompas 

Peristiwa tanah longsor di Dusun Ngaran dan Dusun Semagung di
Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin
(11/12) pukul 20.30, menimbun 17
orang, delapan di antaranya tewas, tiga luka-luka, dan enam lainnya
belum ditemukan. Namun, diduga keenam orang yang tertimbun itu
juga tewas. 

Sebagian besar korban tewas baru ditemukan, Selasa siang, dan
langsung dimakamkan siang itu juga, setelah disemayamkan di
Rumah Sakit (RS) Santo Yusup, Dusun Boro, sekitar satu kilometer
dari lokasi longsor. 

http://www.indomedia.com/bpost/122000/13/index.htm

Suripto: Yang Kritik Pasti Ada Kesalahan
Jakarta, BPost

Meski mendapat kecaman dan kritikan pedas saat berkunjung secara diam-diam di 
Kotawaringin
Barat, beberapa waktu lalu, Sekjen Departemen Kehutanan Suripto menyatakan tetap
melakukan hal yang sama ke daerah-daerah yang dianggap melakukan pelanggaran hukum di
bidang kehutanan.

"Kalau komentar pro dan kontra muncul saat saya melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke
Kotawaringin Barat, Kalteng, itu hal yang biasa. Jadi saya tidak akan mundur selangkah 
pun
untuk mengadakan kegiatan yang sama di daerah lain," ucapnya, Selasa (12/12).

http://www.indomedia.com/bpost/122000/13/index.htm

Januari, Bersih Peti! * Husin: Akal-akalan Gubernur
Banjarmasin, BPost

Ini ancaman bagi penambang liar (tanpa izin/peti, Red) batu bara di Kalimantan Selatan.
Pasalnya, per 1 Januari 2001 Gubernur Sjachriel Darham bertekad memberantas peti batu 
bara
dari muka bumi Lambung Mangkurat.

Menguatkan tekad itu, gubernuyr mengeluarkan surat edaran tertanggal 30 November 2000
bernomor 545/02834/Eko. Langkah Sjachriel ini mengulang kebijakan Hasan Aman, saat 
masih
menjabat gubernur --yang sebelumnya mengeluarkan kebijakan serupa, namun diindahkan. 

http://www.indomedia.com/bpost/122000/13/index.htm

TR Koordinir Tebangan Liar
Kuala Kapuas, BPost

Maraknya aktivitas tebangan liar di Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, tepatnya di Desa
Katanjung oleh kelompok masyarakat diduga dikoordinir oleh PT Tanjung Raya (TR).

Eksploitasi hutan secara liar ini, bahkan menebang kayu yang dilindungi seperti 
jelutung dan
tengkawang, ungkap Akhmadsyah Giffary SH, M Ramli SH, anggota DPRD Kapuas, Senin
(11/12).

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/13/DIKBUD/meme25.htm
>Rabu, 13 Desember 2000

Memecahkan Kebisuan 50 Tahun 

SETELAH membacakan tuntutannya di depan Majelis Hakim
Pengadilan Internasional Kejahatan Perang terhadap Perempuan
untuk kasus Perbudakan Seksual Militer Jepang pada masa Perang
Dunia II ("the Tribunal"), yang dipimpin Gabrielle Kirk McDonald dari
AS, dengan tegas Nursyahbani Katjasungkana menyatakan, "Kami,
para penuntut dari Indonesia memohon Yang Mulia Majelis Hakim
untuk menyatakan bersalah kepada seluruh terdakwa."

Begitu Nursyahbani mengucapkan, "Terima kasih Yang Mulia,"
ruangan Kudan Kaikan yang dipenuhi sekitar 900 pengunjung dari
delapan negara asal korban (Korea Selatan-Utara, Filipina, Cina,
Malaysia, Indonesia, Belanda, dan Taiwan) gemuruh oleh tepuk
tangan. 

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/13/EKONOMI/pupu14.htm
>Rabu, 13 Desember 2000

Pupuk Langka, Produksi Beras Terancam
Jakarta, Kompas 

Dalam dua bulan terakhir ini para petani mengalami kesulitan
mendapatkan pupuk. Jika situasi ini berlarut, dikhawatirkan produksi
beras akan terancam. "Di mana-mana kami mendapat laporan petani
sulit mendapatkan pupuk urea. Bahkan, untuk pupuk ZA sudah dua
bulan ini tidak ada di pasaran," tutur Ketua Umum Dewan Pimpinan
Pusat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPP HKTI) Siswono
Yudohusodo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/12).

Siswono mencermati harga pupuk dunia sedang naik, sehingga
produsen pupuk dalam negeri seperti Pupuk Sriwijaya (Pusri), Pupuk
Kujang, Pupuk Kaltim, dan Petrokimia Gresik lebih tertarik
mengekspor daripada menjualnya di dalam negeri. "Kalau
kelangkaan ini tidak segera diatasi, kami khawatir produksi beras
tahun 2001 akan turun," ujarnya.

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/13/EKONOMI/peme14.htm
>Rabu, 13 Desember 2000

Pemerintah Dinilai Tidak Serius Urus Beras
Jakarta, Kompas

Negara tidak berkemampuan melindungi
petani, khususnya petani padi untuk
mendapatkan harga produksi yang layak.
Ini karena sikap pemerintah yang mendua, bahkan tidak jelas dalam
menetapkan politik perberasan. Terlambatnya pengucuran Kredit
Ketahanan Pangan (KKP), menetapkan Harga Dasar Gabah (HDG)
sementara di sisi lain membuat komitmen dengan Dana Moneter
Internasional (IMF) untuk melakukan liberalisasi perberasan,
merupakan bukti ketidakseriusan menangani masalah
perberasan.Demikian Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudohusodo
dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (12/12). "Soal KKP
pemerintah kurang siap dan bermain-main, sekadar untuk
menyenangkan petani yang selama tahun 2000 terpuruk nasibnya,"
ungkapnya.

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/13/EKONOMI/pemd13.htm
>Rabu, 13 Desember 2000

Pemda Irian Jaya Berniat Miliki Saham Freeport
Jakarta, Kompas

Pemerintah Daerah Irian Jaya berniat melakukan investasi di
perusahaan pertambangan emas asal Amerika Serikat (AS) PT
Freeport Indonesia (PT FI). Namun, sejauh ini belum diketahui berapa
besarnya dana yang akan ditanamkan di perusahaan PMA yang
berlokasi di Irian Jaya itu. Hal itu dikemukakan Gubernur Irian Jaya,
Jaap Solossa, di Jakarta, Selasa (12/12), usai bertemu dengan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro.
"Kita sudah rencanakan soal kepemilikan sebagian saham di PT
Freeport. Namun itu bukan kepemilikan saham kosong. Pemda Irja
harus menyetor dana ke PT FI," tambah Solossa. Namun, untuk itu,
Pemda Irja harus melihat kemampuan dana daerah saat ini.
Mengenai langkah yang sedang dirintis soal rencana kepemilikan
saham itu, Pemda Irian Jaya masih harus berkonsultasi dengan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Irja. 



---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke