-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar : [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/10/UTAMA/peta01.htm
>Rabu, 10 Januari 2001
Petani "Gigit Jari", Harga Gabah Rp 750/Kg
Kudus, Kompas
Memasuki awal musim panen pertama tahun 2001, petani di
Kabupaten Kudus, Pati, Jepara, Demak, dan Grobogan, Jawa
Tengah, tetap "gigit jari". Harga jual gabah masih tetap rendah, paling
tinggi Rp 750 per kilogram. Sedangkan pemerintah, dalam hal ini
Badan Urusan Logistik (Bulog), belum juga melakukan pembelian.
Padahal, pemerintah (Menteri Pertanian Bungaran Saragih) sudah
menyatakan harga dasar baru untuk gabah musim panen ini, yakni
Rp 1.500 per kg untuk gabah kering giling (GKG) dan Rp 1.100 per
kg untuk gabah kering panen (GKP), sudah berlaku. (Kompas 8/1)
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/10/IPTEK/izin10.htm
>Rabu, 10 Januari 2001
Izin Operasional Indorayon Belum Ada
Medan, Kompas
Departemen Perindustrian dan Perdagangan hingga saat ini belum
mengeluarkan kembali izin operasional PT Inti Indorayon Utama (PT
IIU) di Porsea, Kabupaten Toba Samosir. Begitu pula izin operasional
PT Toba Pulp Lestari sebagai pengganti nama PT IIU dikeluarkan.
"Semuanya bergantung kepada rakyat. Kalau rakyat menolak, kami
mau bilang apa. Tetapi, kita jangan lupa bahwa negara ini
membutuhkan investasi," kata Menteri Perindustrian dan
Perdagangan Luhut Binsar Panjaitan menjawab pertanyaan Kompas,
seusai memberi ceramah di Universitas HKBP Nommensen Medan,
Selasa (9/1).
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/10/IPTEK/kepu10.htm
>Rabu, 10 Januari 2001
Kepunahan Jalak Bali Perlu Perhatian Pemda
Denpasar, Kompas
Maskot Bali yang berupa jalak bali
(Leucopsar rothchildi) sebentar lagi bukan
mustahil hanya tinggal kenangan,
menyusul nasib punahnya harimau loreng dan banteng bali yang
merupakan cikal bakal sapi bali yang berwarna coklat. Pemerintah
daerah hendaknya segera mengambil sikap sehingga masalah ini
bisa segera diatasi.
Saat ini di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) hanya tersisa delapan
ekor jalak bali yang habitatnya makin terdesak oleh ulah investor
yang membangun resor di TNBB dan penebangan pohon yang
dilakukan secara membabi buta. Demikian kata Gede Bangun
Nusantara dari Hutan Bali Lestari yang datang ke Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) Bali bersama sejumlah aktivis lingkungan,
Senin (8/1). Mereka diterima Ketua Komisi B Nurja dan anggota
Komisi A Sumardika.
http://www.surabayapost.co.id/01/01/10/13KEBUN.HTML
JAWA TIMUR Selasa, 10 Januari 2001
Solusi Sengketa di Perkebunan Kalibakar
PTPN XII Lepaskan 200 Ha Tanah ke Warga
Malang - Surabaya Post
PTPN XII akan melepaskan 200 ha tanah perkebunan kepada warga di sekitar
Perkebunan
Kalibakar, Malang Selatan. PTPN juga akan tetap membayarkan pajak atas tanah
dimaksud,
meski seluruh hasil tanah yang dikelola warga kelak dimiliki sendiri oleh warga.
Administratur (Adm.) Perkebunan Kalibakar, Ir Iri Mulyadi, mengatakan, Selasa
(9/1),
langkah pihaknya tersebut sebagai alternatif penyelesaian sengketa tanah
Perkebunan Kalibakar
seluas 2.050 hektare antara warga dengan PTPN XII.
Sengketa yang terjadi sejak Desember 1997 itu, hingga kini belum selesai. Warga
menuntut
seluruh tanah Perkebunan Kalibakar (di 3 wilayah kecamatan: Dampit, Tirtoyudo, dan
Gedangan) diserahkan kepada mereka. Sebaliknya, pihak PTPN XII bersikukuh menolak
tuntutan warga itu.
http://www.surabayapost.co.id/01/01/10/13JATI.HTML
JAWA TIMUR Selasa, 10 Januari 2001
Setelah Pencuri Jati Bacok Polisi
Aparat Gabungan Lanjutkan Pengejaran Masuk Hutan
Malang - Surabaya Post
Sebanyak 25 personel gabungan dari Polres Malang dan Posek Gedangan (Malang
Selatan),
Rabu (10/1) pagi melanjutkan pengejaran kawanan pencuri kayu jati sampai ke hutan
di wilayah
Desa Sumberejo, Kec. Gedangan.
Kawanan pencuri yang diduga pekerja blandong (bos pencuri kayu) di kawasan hutan
tersebut telah mengumpulkan 26 gelondong kayu jati berukuran panjang 2 meter
dengan diameter
sekitar 40-50 cm.
http://www.indomedia.com/bpost/012001/10/kalsel/lbm2.htm
PD Baramarta Kantongi Izin Eksploitasi
Martapura, BPost
PD Baramarta, perusahaan daerah milik Pemkab Banjar yang bergerak dalam usaha
pertambangan batu bara mulai melakukan kegiatan operasi produksi, ujar Direktur Bidang
Umum
PD Baramarta A Zacky Hafizi SH, Selasa (9/1).
PD Baramarta mendapat izin kegiatan operasi produksi di areal seluas 752 hektare atau
sekitar
10 persen dari luas wilayah areal yang tercantum dalam PKP2B. Hal itu sesuai SK Dirjen
Pertambangan Umum Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor
798.K/20.01/DJP/2000 tanggal 22 Desember 2000.
http://www.indomedia.com/bpost/012001/10/kalsel/lbm3.htm
PT SMR Garap Pabrik Semen
Kotabaru, BPost
Kecamatan Kelumpang Hulu banyak dilirik investor dan kemungkinan besar akan menjadi
daerah pusat industri kedua setelah Batulicin. Buktinya, PT Semen Meratus Raya berminat
mendirikan pabriknya di daerah yang kaya akan bahan baku semen ini.
Yang menarik dari perusahaan yang bekerja sama dengan PT Samaju Eka Pratama (SEP) dan H
GLAHR & Co.GMB H dari Jerman ini, melakukan kerja sama dengan pihak pemda. Pola
kebersamaan dengan penyertaan saham dari pemda setempat dan memberikan kesempatan
kepada pemilik lahan untuk menanamkan sahamnya.
http://www.indomedia.com/bpost/012001/10/kalteng/kalteng3.htm
Razak Tuntaskan Kayu Sitaan
Pangkalan Bun, BPost
Bupati Kotawaringin Barat H Abdul Razak menyatakan, pihaknya dibantu Pemprop Kalteng
segera menuntaskan penanganan kayu sitaan hasil tebangan liar di Taman Nasional Tanjung
Puting (TNTP). Untuk menanganninya segera diturunkan tim asistensi dari kehutanan dan
Polda
Kalteng.
"Tim asistensi segera datang untuk membantu menyelesaikan kayu temuan yang jumlahnya
puluhan ribu potong," kata Razak menjawab wartawan seusai pertemuan dengan Komisi E
DPRD Kalteng di Pangkalan Bun Senin (8/1).
http://www.indomedia.com/bpost/012001/10/kalteng/kalteng6.htm
Perkebunan Kelapa Diserang Hama Kumbang
Sampit,BPost
Perkebunan kelapa inti rakyat yang menjadi mata pencaharian warga di Kecamatan Mentaya
Hilir Selatan dan Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim terancam musnah. Pasalnya, perkebunan
itu
selama lima tahun ini diserang hama kumbang yang berasal dari serbuk gergajian puluhan
sawmil
liar yang menjamur di dua kecamatan itu.
Menurut keterangan sejumlah warga, mereka telah lama memprotes menjamurnya sawmil liar
di
dua kecamatan itu, tetapi pemkab dan DPRD Kotim bahkan, Pemprop Kalteng tidak pernah
menanggapinya.
http://www.indomedia.com/bpost/012001/10/kota/kota1.htm
FPG : Tebangan Liar Dilakukan Pemodal
Banjarmasin, BPost
Fraksi Partai Golkar (FPG) menyatakan banyaknya tebangan liar di hutan Kalsel,
dilakukan oleh
para pemodal melalui kaki tangannya. Untuk itu FPG meminta agar pemerintah serta aparat
keamanan lebih tegas dalam menindak mereka.
"Kehutanan banyak menyimpan masalah seperti penebangan liar yang saat ini belum bisa
diatasi
secara tuntas. Bukan menjadi rahasia lagi tebangan liar justru dilakukan para pemodal
melalui
kaki tangannya," tandas juru bicara FPG Drs HM Hadrawie Zairin MM dalam sidang
paripurna
pemandangan umum farksi-fraksi terhadap Raperda APBD Kalsel tahun anggaran 2001 Selasa
(9/1).
http://www.indomedia.com/bpost/012001/10/kota/kota5.htm
Dewan akan Panggil Arutmin
Banjarmasin, BPost
Adanya laporan kalau aktivitas pertambangan oleh PT Arutmin, yang menyebabkan
pencemaran
jauh melebihi ambang batas yang bisa ditolerir, membuat DPRD Kalsel berniat memanggil
perusahaan tersebut.
"Kalau benar hasil temuan dari Dinas Kesehatan Pemprop Kalsel, kami dari pimpinan dewan
akan meminta agar komisi A yang menangani masalah ini untuk melakukan pemanggilan,"
jelas
Wakil Ketua DPRD Kasel Drs Mangku Prasetyo, Selasa (9/1).
http://www.indomedia.com/bpost/012001/10/opini/opini2.htm
Apabila Tukar Guling Meratus Disetujui
oleh H Udiansyah
Tidak dipungkiri bahwa penebangan kayu liar di kaki Pegunungan Meratus semakin
merajalela.
Hasil kerja Pansus DPRD Kabupaten Kotabaru menunjukkan bahwa penebang liar bukan hanya
marak di kaki Meratus tetapi juga hampir di seluruh wilayah Kotabaru. Sumber lain
menyebutkan, di kabupaten ini terdapat tidak kurang 500 buah truk pengangkut kayu
ilegal.
Dengan asumsi setiap truk mengangkut 5 meter kubik per hari, maka setiap hari ada 2500
meter
kubik kayu yang ditebang oleh para penebang liar. Apabila hutan yang ditebang mempunyai
potensi 100 meter kubik per hektar, maka ada 25 hektar per hari hutan rusak akibat
kegiatan ini.
Kalau yang 2500 meter kubik ditarik fee misalnya untuk Dana Reboasasi (DR) saja, maka
kerugian negara/daerah dapat mencapai Rp360.000.000.00 per hari (DR = U$ 16 per meter
kubik, dan U$ 1 = Rp9000,-).
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]