-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar : [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
http://suarapembaruan.com/News/2001/01/10/Nusantar/nu03/nu03.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Pedasnya Cabai di Musibanyuasin
Oleh Koresponden "Pembaruan" USMIN
JAUH dari keberuntungan tampaknya sudah menjadi ciri khas petani Indonesia. Ketika
mereka
mulai memanen produknya, harga di pasaran anjlok. Akibatnya, hasil yang diperoleh jauh
di
bawah biaya produksi yang mereka keluarkan untuk membeli pupuk, racun hama, dan alat
pertanian lainnya selama masa pemeliharaan hingga panen.
Kondisi demikian dialami ribuan petani cabai di Kecamatan Banyuasin III dan Kecamatan
Perwakilan Betung, Kabupaten Musibanyuasin (Muba), Sumatra Selatan (Sumsel).
Saat mereka mulai panen awal Januari ini, harga cabai panjang merah keriting anjlok
hingga Rp
2.000/kg. Padahal sebelumnya, harga bahan baku sambal ini mencapai Rp 12.000- Rp
15.000/kg. Bahkan, pada bulan November sampai awal Desember 2000 harga cabai panjang
merah keriting di daerah itu mencapai Rp 17.000/kg.
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/11/DAERAH/siag20.htm
>Kamis, 11 Januari 2001
"Siaga Merapi" Diberlakukan
Yogyakarta, Kompas
Gunung Merapi yang terletak dalam wilayah Kabupaten Sleman (DI
Yogyakarta), Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang (Jateng)
sejak selasa (9/11) menunjukkan keaktifannya, ditandai dengan
seringnya terjadi gempa dan guguran lava. Dengan kondisi itu, sejak
Rabu (10/1) status kondisi Gunung Merapi ditingkatkan dari
"Waspada Merapi" menjadi "Siaga Merapi", sebuah tingkatan
peringatan kepada masyarakat agar waspada dan bersiap-siap
menghadapi kondisi Gunung Merapi.
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/11/DAERAH/kelu20.htm
>Kamis, 11 Januari 2001
Keluarga Nelayan Deliserdang Mohon Perlindungan DPRD
Medan, Kompas
Keluarga tiga nelayan yang tewas terbunuh di perairan Sialangbuah,
Kabupaten Deliserdang pada Jumat pekan lalu dengan tuduhan
merompak, memohon perlindungan hukum kepada DPRD. Mereka
tidak menerima pernyataan pihak Lantamal I Belawan yang menuduh
para korban sebagai perompak karena sehari-hari ketiganya menjadi
pengurus Serikat Nelayan Sumatera Utara, Deliserdang.
"Suami kami bukan perompak. Kami tak terima suami kami dituduh
perompak. Apalagi, kami mengetahui justru suami kamilah yang
begitu keras memberantas pukat harimau," kata Mariana Manurung
(47), istri korban, Maringan Sitanggang (49), Wakil Ketua SNSU)
ketika diterima Wakil Ketua DPRD Sumut Hasrul Azwar dan anggota
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP), Rabu (10/1) di
Medan.
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/11/EKONOMI/baru14.htm
>Kamis, 11 Januari 2001
Baru Rp 300 Juta Kredit Ketahanan Pangan Tersalurkan
Cianjur, Kompas
Penyaluran Kredit Ketahanan Pangan (KKP)
masih seret. Baru Rp 300 juta yang tersalurkan
dari sekitar Rp 2,1 trilyun jumlah KKP yang
dianggarkan. Hingga kini baru BRI yang telah
menyalurkan kredit tersebut. Bank-bank swasta
umumnya masih sampai tahap persiapan. Padahal petani di Pantura
(pantai utara Pulau Jawa) mulai melakukan panen pada pertengahan
Januari ini."Bank yang lainnya masih menunggu," kata Direktur
Permodalan dan Perkreditan Departemen Pertanian Endang
Setyawati kepada Kompas di Cianjur, Selasa (9/1). Rencananya,
Departemen Pertanian akan memanggil para direktur 28 bank yang
telah menandatangani memorandum kesepahaman bersama (MKB)
untuk membahas perkembangan penyaluran KKP.
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/11/EKONOMI/indo13.htm
>Kamis, 11 Januari 2001
Indonesia Mengekspor Gas Melalui Pipa Bawah Laut
Jakarta, Kompas
Indonesia mulai mengekspor gas alam sebanyak 325 juta kaki kubik
per hari dengan sarana pipa bawah laut sepanjang 656 kilometer dari
kawasan Kepulauan Natuna Barat ke Singapura. Dari penjualan gas
alam itu, setidaknya bisa didapat devisa bersih sekitar 375 juta dollar
AS per tahun atau sekitar 8 milyar dollar AS untuk jangka waktu 22
tahun.
Demikian Direktur Manajemen Kontraktor Bagi Hasil Pertamina Iin
Arifin Takhyan di Jakarta, Rabu (10/1) usai menghadiri acara realisasi
pipanisi jaringan WNTS (West Natuna Transportation System).
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/11/EKONOMI/peta14.htm
>Kamis, 11 Januari 2001
Petani di Palembang Kesulitan Pupuk
Palembang, Kompas
Kesulitan pupuk di Tanah Air ternyata tidak hanya terjadi di daerah
yang jauh dari pabriknya. Minimnya sarana produksi pokok pertanian
itu justru terjadi di Kota Palembang yang menjadi pusat produsen
pupuk urea nasional.
Demikian keterangan yang dihimpun Kompas di beberapa penyalur
pupuk di Pasar 16 Ilir Palembang, Rabu (10/1). Lokasi Pasar 16 Ilir
dikenal sebagai barometer perdagangan pupuk untuk wilayah
Sumatera Selatan.
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/11/EKONOMI/teng14.htm
>Kamis, 11 Januari 2001
Tengkulak Merajalela, Petani Tidak Berdaya
Kudus, Kompas
Dari pemantauan soal harga gabah di Kudus, Demak, Grobogan,
Jepara, dan Pati Jawa Tengah, Rabu (10/1) tetap semakin merosot.
Itu seiring dengan curah hujan yang masih berlangsung sehingga
mempersulit penjualan gabah petani. Petani juga dihadapkan pada
desakan kebutuhan hidup sehari-hari mereka, sehingga harus takluk
di tangan tengkulak yang merajalela dalam pembelian gabah pada
harga rendah.
Sementara itu, Menko Perekonomian yang juga Kepala Bulog Rizal
Ramli mengatakan, "Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, harga
gabah yang rendah diakibatkan oleh panen awal dengan gabah yang
berkadar air tinggi akibat hujan. Selain itu, diduga gabah yang dijual
merupakan gabah sisa panen sebelumnya."
"Kita sudah melakukan persiapan untuk pengadaan. Dana yang ada
sudah tersedia, kita sudah memperingatkan para kepala dolog
supaya sering turun ke bawah untuk memantau harga gabah,"
katanya.
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/11/IPTEK/impo10.htm
>Kamis, 11 Januari 2001
Impor Pasir Jepang "Status Quo"
Samarinda, Kompas
Rencana kerja sama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan
Timur, dengan Pemerintah Metropolitan Tokyo, Jepang, untuk
mengimpor tiga juta metrik ton pasir-dari gunung berapi Ohyama di
Myake Island, Jepang, yang meletus pada Agustus 2000-kini
dinyatakan status quo. Bupati Kutai Timur juga diminta tidak
menerima pasir tersebut.
Ini ditegaskan mengingat Kementerian Lingkungan Hidup Jepang
hingga kini tidak memberi jaminan atau informasi apa pun tentang hal
itu. Padahal, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal)
sudah dua kali menyurati mereka, termasuk kepada Duta Besar
Jepang untuk Indonesia.
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/11/IPTEK/kepu10.htm
>Kamis, 11 Januari 2001
Kepunahan Anggrek Merapi Diselamatkan Lewat Petani
Yogyakarta, Kompas
Pihak Unit Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta (DIY) kini sedang berupaya menyelamatkan
anggrek merapi yang dikenal sebagai anggrek vanda tricolor, dengan
cara mendidik petani untuk berbudi daya anggrek tersebut. Hal
tersebut bukan saja membuat anggrek langka yang mahal harganya
itu bisa dilestarikan, tetapi juga menolong perekonomian masyarakat
pedesaan.
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/11/UTAMA/ment01.htm
>Kamis, 11 Januari 2001
Mentan Minta Maaf soal Harga Gabah
Jakarta, Kompas
Menteri Pertanian (Mentan) Bungaran Saragih meminta maaf kepada
petani.
Permintaan maaf itu dikemukakannya sehubungan dengan pada awal
masa panen musim penghujan tahun ini, petani dihadapkan pada
harga gabah yang jauh di bawah harga dasar yang telah ditetapkan
pemerintah.
"Mohon maaf, ini telah terjadi. Saya baru tahu situasi itu pagi ini
(Rabu-Red). Syukur kami diingatkan," ujarnya di Jakarta, Rabu
(10/1), menanggapi rendahnya harga gabah yang diterima oleh petani
di Jawa Tengah pada awal musim panen Januari 2001.
http://www.indomedia.com/bpost/012001/11/kalteng/kalteng3.htm
HPH KKM Caplok Areal Hutan Desa
Kuala Kapuas, BPost
Hak penguasahaan hutan (HPH) yang dimiliki Koperasi Karya Mufakat (KKM) disinyalir
mencaplok areal hutan desa. Warga Desa Kayu Bulan, Kecamatan Kapuas Tengah merasa
dirugikan, karena tidak pernah mendapat manfaat dari hak pemungutan hutan hasil.
Sebanyak 37 warga Desa Kayu Bulan menyatakan, keberatan atas pencaplokan areal hutan
desa, yakni di Sei Takait dan Sei Pinang. Surat keberatan tertanggal 12 Desember 2000
ditujukan kepada Bupati Kapuas. Mereka juga mempertanyakan keabsahan izin HPH KKM itu.
http://www.thejakartapost.com/detaileditorial.asp?fileid=20010111.C03&irec=4
Opinion January 11, 2001
Regional autonomy without the community?
By Meuthia Ganie-Rochman
JAKARTA (JP): Internationally, the notion of regional
autonomy has at least two dimensions, namely
greater say for regional/local governments and the
participation of the community in decision making.
Over the past decade, the second dimension has
gained greater importance. The era has passed where
regional autonomy meant the delegation of power from
the central government to the regions.
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]