-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar :    [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
        http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

http://suarapembaruan.com/News/2001/01/10/Utama/ut06/ut06.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

Aktivitas Merapi Meningkat 
Yogyakarta, 10 Januari 

Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY sejak Selasa (9/1) mengalami
peningkatan. Guguran lava pijar semakin sering terjadi dalam jarak luncur yang semakin 
jauh
sejak Rabu (10/1) dini hari. 

Balai Penyelidikan Kegugungapian (BPPPTK) Dit Vulkanologi Yogyakarta sejak pagi tadi
pukul 06.00 telah menaikkan status dari 'waspada' menjadi 'siaga'. Ratusan penambang 
pasir
yang melakukan kegiatan di sungai- sungai yang berhulu di puncak Merapi sudah diminta
meningkatkan kewaspadaan.

http://www.surabayapost.co.id/01/01/11/11-PREMI.HTML
JAWA TIMUR  Rabu, 11 Januari 2001
                     
            Premier Oil Korban Konflik Warga Ujungpangkah
                                Gresik - Surabaya Post 

     Konflik antar-warga Ujungpangkah yang pro kontra terhadap kehadiran Premier Oil
     diperkirakan berkepanjangan, meski tiga karyawan Premier Oil yang disandera warga 
telah
     dilepas dan perusahaan itu sepakat menghentikan sementara kegiatannya. 
     Perbedaan warga Ujungpangkah untuk menerima proyek eksplorasi minyak merupakan
     bagian terkecil dari pertentangan dua kubu yang saling berseteru. 
     "Yang menolak rencana pengeboran minyak itu didukung para tokoh Ujungpangkah. 
Begitu
     pula dengan kelompok yang menerima rencana itu juga didukung tokoh masyarakat yang
     berpengaruh di Ujungpangkah," kata seorang pemuda Ujungpangkah, Gresik, Rabu 
(10/1). 
     Diberitakan, tiga karyawan Premil Oil, Joko, Agus, dan Salehudin, saat survei di 
perairan
     Ujungpangkah digerebek warga yang menolak pengeboran minyak. Alasannya, 
lingkungan rusak
     jika Premier Oil tetap melanjutkan proyeknya. 

http://www.surabayapost.co.id/01/01/11/13TELITI.HTML
JAWA TIMUR  Rabu, 11 Januari 2001
                     
          Unibraw-Univ. Bonn Teliti Konservasi Musuh Alami
                                Malang - Surabaya Post 

     Universitas Brawijaya (Unibraw) melakukan penelitian tentang manipulasi habitat 
untuk
     konservasi musuh alami. Penelitian yang dilakukan bersama dengan Universitas 
Bonn, Jerman itu,
     dimaksudkan untuk mencari upaya pengendalian hama. 
     "Rencananya penelitian itu dilakukan selama tiga tahun, mulai September 2000 
hingga tahun
     2003," kata Dr Bagyo Yanuwiadi, Ketua Laboratorium Ekologi dan Keanekaragaman 
Hewan,
     Jurusan Biologi, FMIPA Unibraw, Selasa (9/1) di kampus PTN setempat. 

http://www.surabayapost.co.id/01/01/11/13IPTL.HTML
JAWA TIMUR  Rabu, 11 Januari 2001
                     
                  Pagi Tadi Proyek IPLT Mulai Dibangun
                                 Batu - Surabaya Post 

     Proyek Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Desa Giripurno, Kec. Bumiaji, 
Kotif
     Batu, dimulai pembangunannya Kamis (11/1) pagi. Peletakan batu pertama proyek 
bantuan
     (hibah) Bank Dunia itu dilakukan oleh Walikotatif Batu, Drs Imam Kabul MSi. 
     Sebelumnya, Rabu (10/1) malam, sesuai dengan adat kebiasaan warga desa setempat,
     dilakukan upacara selamatan. "Jadi, dengan adanya peletakan batu pertama ini, 
maka sudah ada
     kepastian tentang pembangunan proyek IPLT," ujar Kepala Dinas Kebersihan dan 
Pertamanan
     Kab. Malang, Drs Suprapto. 
     Proyek senilai Rp 450 juta itu sempat empat kali tertunda pembangunannya, karena
     masyarakat yang desanya hendak "ditiban" proyek itu, menolak. Diawali aksi demo 
penolakan
     warga ketika proyek itu hendak dibangun di Desa Tlekung, Kec. Junrejo 

http://www.surabayapost.co.id/01/01/11/14KAPAL.HTML
JAWA TIMUR  Rabu, 11 Januari 2001
                     
                Diserbu Kapal Asing, Nelayan Terbelit Ijon
                               Lamongan - Surabaya Post 

     Nasib nelayan Kab. Lamongan masih belum terangkat kehidupannya. Lautnya luas, 
namun
     penghasilannya minim. Pengijon merajalela. 
     Sebelum berangkat melaut, nelayan sudah mendapat pinjaman dari pengijon untuk 
biaya
     melaut. Hasil tangkapan harus dibeli oleh pengijon dengan harga sangat rendah. 
     Persoalan lain, maraknya penangkapan ikan oleh kapal asing yang diawaki oleh 
orang asing
     maupun orang Indonesia sendiri telah menekan kehidupan nelayan Lamongan. 
     Pendapat tersebut dilontarkan Prof Dr Hood Al Sagaaf, Pembantu Rektor IV (Bidang 
Kerja
     Sama) Unair dan Suhardi SH (HNSI Kab. Lamongan) dalam kesempatan terpisah dalam 
suatu
     acara di Lamongan, Rabu (10/1). 

http://www.surabayapost.co.id/01/01/11/14JAGA.HTML
JAWA TIMUR  Rabu, 11 Januari 2001
                     
Dijaga 5 Peleton Petugas Gabungan Pemuda Desa Urung Tebang 621 Batang Karet
                                Jember - Surabaya Post 

     Begitu melihat kedatangan lima peleton petugas gabungan dari Polres Jember dan 
Kodim
     0824, Rabu (10/1), belasan pemuda Desa Pace langsung menyembunyikan dua unit mesin
     chonche. Gergaji mesin itu, sedianya akan dipakai membabat 621 batang karet 
seluas 1 ha milik
     PDP (perusahaan perkebunan daerah) Kali Mrawan di Dusun Curah Wungkal. 
     Hingga Kamis (11/1) pagi, situasi aman tetap terjaga di kawasan kebun karet aset 
Pemkab
     Jember itu. Menurut Wardah, warga Desa Pace yang dihubungi di rumahnya, kawasan 
Desa
     Pace terkesan sepi, lantaran diguyur gerimis. 

http://kompas.com/kompas-cetak/0101/11/JATIM/lima19.htm
>Kamis, 11 Januari 2001

Lima Peleton Polisi dan TNI Gagalkan Pembabatan Pohon Karet
Jember, Kompas

Lima peleton petugas keamanan dari Polwil Besuki, Polres dan
Kodim Jember berhasil menggagalkan upaya warga untuk membabat
pohon-pohon karet milik Perusahaan Daerah Perkebunan Jember
(PDP) Kebun Kali Mrawan, Desa Pace, Kecamatan Silo, Jember,
Rabu (10/1). Rencana pembabatan sekitar 450 pohon karet itu atas
dasar kesepakatan antara wakil Pemkab Jember dengan tokoh
masyarakat dan karang taruna desa setempat."Kami berpedoman
pada surat pernyataan yang dibuat pada 10 November lalu, bahwa
bupati telah mengabulkan permintaan sebagian lahan kebun karet
untuk lapangan bola," kata Heru Purnomo dan Adi tokoh pemuda di
Desa Pace. Akan tetapi, setelah kedatangan pasukan keamanan
dari Jember dan Bondowoso, ratusan warga yang telah berkumpul di
sekitar kebun karet membubarkan diri.

http://www.surabayapost.co.id/01/01/11/09PTPN.HTML
SURABAYA  Rabu, 11 Januari 2001
                   
                          Otonomi Resahkan PTPN
                    Daerah Ingin Ambil Alih Perusahaan
                               Surabaya - Surabaya Post 

     Pelaksanaan otonomi daerah ternyata mengkhawatirkan pimpinan Badan Usaha Milik 
Negara
     (BUMN) karena ada kecenderungan daerah ingin mengambil alih perusahaan ini. 
     Hal itu terungkap dalam rapat pimpinan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, XI, dan 
XII di
     kantor gubernur, Rabu (10/1). Menurut pimpinan PTPN, kalau keinginan daerah itu 
diwujudkan
     akan mengganggu kinerja perusahaan. 
     Mereka menilai, banyak pejabat dan anggota DPRD yang berlebihan menilai otonomi 
daerah
     terutama keinginan menggali dana sebesar-besarnya dengan melirik semua potensi 
yang ada di
     wilayahnya termasuk BUMN. 

http://suarapembaruan.com/News/2001/01/10/Editor/ed01/ed01.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

Dua Ekstremitas dalam Soal Otonomi

   NDANG-UNDANG Nomor 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor
   25/1999 tentang Keseimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah berlaku resmi sejak
tanggal 1 Januari 2001. Undang-undang mengenai otonomi daerah itu memberikan kewenangan
yang luas, nyata dan bertanggung jawab kepada daerah secara proporsional, diwujudkan
dengan pengaturan, pembagian dan pemanfaatan sumber daya nasional. Demikian juga
perimbangan keuangan pusat dan daerah diatur sesuai prinsip demokrasi, peran serta
masyarakat, pemerataan, dan keadilan, serta potensi dan keanekaragaman daerah.

Tetapi pelaksanaannya masih jauh dari yang dicita-citakan. Berbagai reaksi timbul 
selama satu
tahun UU itu disosialisasikan dan perbedaan pendapat dan argumentasi timbul. Ada dua 
pihak
yang ekstrem, yakni pihak yang bertujuan menuntut otonomi untuk menjadi "raja-raja" 
kecil di
daerah, tapi ada juga kelompok yang mati-matian propusat demi konsentrasi kekuasaan 
atas
nama kesatuan dan persatuan. Kedua ekstrem itu tentu tak bisa diharapkan memperjuangkan
pemerataan kesejahteraan rakyat yang menjadi tujuan pokok dari otonomi daerah.

---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke