-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar :    [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
        http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

http://kompas.com/kompas-cetak/0101/15/METRO/dite17.htm
>Senin, 15 Januari 2001

Ditemukan, Jenis Baru Talas-talasan 
Bogor, Kompas 

Tim Ekplorasi Kebun Raya Bogor (KRB) yang didukung
oleh tim dari Universitas Tadulako Palu bersama tim
Taman Nasional dan Tim Balai Konservasi Sumber Daya
Alam setempat, berhasil menemukakan satu jenis dari
suku talas-talasan (araceae) yang merupakan jenis baru
yang belum pernah ditemukan sebelumnya yaitu Alacasia sp nov. 

Kepala Kebun Raya Bogor, Dr Dedy Darnadi mengemukakan hal itu
kepada Kompas, Sabtu (13/1) pekan lalu. Dedy menyebutkan
eksplorasi yang dananya didukung Wapres Megawati Soekarnoputri
ini berlangsung sejak tanggal 10 Oktober-18 November 2000.
Sebanyak 10 orang peneliti dan teknisi terlibat dalam eksplorasi flora
unik, endemik dan langka di beberapa kawasan konservasi di
Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

http://www.suaramerdeka.com/harian/0101/15/eko1.htm
Senin, 15 Januari 2001 Ekonomi  

           Gabah Anjlok, Satgas Amankan Harga
                Petani Jangan Tergesa-gesa Jual GKP 

           GROBOGAN-Harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Grobogan
           kemarin anjlok di bawah harga dasar. Sehubungan dengan kasus itu,
           Tim Satuan Tugas (Satgas) Sub-Dolog Wilayah I Semarang diterjunkan
           guna mengamankan harga panenan tersebut. 

           Beberapa petani mengatakan, gabah hanya laku Rp 800 - Rp 850/kg
           atau turun Rp 245 - Rp 295 dari harga dasar yang ditentukan
           pemerintah Rp 1.095/kg. 

http://kompas.com/kompas-cetak/0101/15/DAERAH/pers19.htm
>Senin, 15 Januari 2001

Persaingan Daerah Bisa Korbankan Lingkungan
Bontang, Kompas 

Pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur hendaknya
tidak semata-mata melakukan pendekatan batas administratif
pemerintah, tetapi juga dengan pendekatan kewilayahan atau
berdasarkan tata ruang dalam mengelola sumber daya alam. Ini
penting agar tidak terjadi persaingan dan ego kedaerahan hanya
untuk mengejar pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing. 
Hal ini dikatakan Asisten II Administrasi Pembangunan Sekwilda
Pemerintah Provinsi Kaltim Syaiful Teteng kepada wartawan saat
mengahadiri penyerahgan sertifikat ISO 14001 untuk PT Badak NGL,
Bontang, Minggu (14/1). "Jika masing-masing kepala daerah di
kabupaten atau kota di Kaltim tetap memaksakan keinginannya
untuk mengelola sumber daya alam (SDA) secara administratif
semata, tidak saja menimbulkan tak terkendalinya kerusakan
lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan konflik antardaerah,"
katanya.

http://www.suaramerdeka.com/harian/0101/15/slo13.htm
Senin, 15 Januari 2001 Sala  

           Petani Gelar Wayang Kulit Mohon Hujan

WAJAR jika petani di Kecamatan Wuryantoro dan
Eromoko, Kabupaten Wonogiri, iri pada rekan mereka di daerah
lain. Sebab selagi petani di daerah lain kini panen, mereka
hanya dapat gigit jari meratapi nasib.

Hujan di Wonogiri yang tak merata bagai mengucilkan
nasib petani Eromoko dan Wuryantoro. Untuk mengejar
musim tanam pertama pada awal musim hujan lalu, mereka
menaburkan benih tiga kali. Tapi karena hujan menghilang,
usaha mereka gagal total.

http://www.suaramerdeka.com/harian/0101/15/slo6.htm
Senin, 15 Januari 2001 Sala  

           Semburan Awan Panas Merambah Tlogolele
                Para Kepala Desa Diminta Waspada 

           BOYOLALI -Semburan awan panas Gunung Merapi kemarin dilaporkan
           merambah pinggiran Desa Tlogolele dan Klakah, Kecamatan Selo,
           Boyolali. Pada malam hari semburan awan itu menyerupai percikan api
           dan diperkirakan frekuensinya akan terus meningkat. Jika hujan lebat
           di puncak gunung tidak kunjung reda , semburan awan panas akan
           makin meluas.

           Camat Selo Mardi Hardoyo membenarkan terjadi muntahan awan
           panas. Sampai saat ini belum menyentuh atau menimpa penduduk.
           Semburan awan panas itu sudah diantisapasi oleh alur sungai di Desa
           Tlogolele yang memang dipersiapkan sebagai kontong atau wadah
           lahar panas. Jadi, begitu menyembur diadang oleh sungai.

http://kompas.com/kompas-cetak/0101/15/EKONOMI/peta14.htm
>Senin, 15 Januari 2001

Petani Sulit Penuhi Syarat Gabah Bulog
Subang, Kompas

Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura, Syarifudin Karama,
menjanjikan akan mengusulkan kepada Bulog untuk membuat
rafaksi gabah berdasarkan kadar airnya. Tujuannya, agar gabah
petani tetap bisa dibeli oleh Bulog. Hal ini dikemukakan Karama,
menanggapi keluhan petani yang mengaku kesulitan memenuhi
persyaratan kualitas gabah, terutama kadar air, yang ditentukan oleh
Bulog.Menurut Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA)
Kabupaten Subang Hasan Abidin, hampir sebagian besar gabah saat
dipanen, memiliki kadar air tinggi. "Petani susah menepati syarat
yang ditentukan Bulog. Sebaiknya dicari cara agar gabah petani itu
terbeli dengan kadar air berapa pun," kata Hasan, saat temu wicara
pemakaian uji coba pupuk Phonska di Desa Mekarwangi,
Kecamatan Pegaden, Kabupaten Subang, Minggu (14/1). 

Investor AS akan Bangun Pabrik Kertas di Sulut
15 Jan 2001 13:22:30 WIB

TEMPO Interaktif, Manado: Di tengah ketidakpastian jaminan keamanan
investasi di Indonesia, Bupati Boalemo Iwan Bokings optimis investor asal
Amerika Serikat akan membangun parik kertas di daerahnya. "Pabrik kertas ini
ramah lingkungan. Pekan depan (Minggu, 21 Januari, red) kami diundang
melihat-lihat pabrik kertas serupa di Mississipi," kata Iwan kepada TEMPO
Interaktif di Manado, Senin (15/1).

Selain Kabupaten Boalemo, wakil Kabupaten Goa dan Enrekang di Sulawesi
Selatan juga akan ikut dalam studi tersebut. "Investor ini tertarik
menanamkan investasinya di Sulawesi," ujar Iwan. Ia belum mau menyebutkan,
siapa investor yang dimaksukannya. Di Boalemo, kata dia, investor itu tidak
akan menggunakan hasil hutan, antara lain pohon pinus, sebagai bahan baku
pabrik. "Ini yang membedakan pabrik kertas tersebut dengan pabrik kertas
lain yang sudah ada di Indonesia," ujarnya. Namun, ia belum merinci
bagaimana soal bahan kimia dan limbah pabrik itu nantinya.

http://suarapembaruan.com/News/2001/01/15/Ekonomi/ek04/ek04.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

Pemerintah Menyediakan Rp 75 Miliar Hadapi El Nino
Subang, 15 Januari

Peristiwa alam El Nino yang diperkirakan akan datang pada bulan Juni sampai Desember 
2001,
diharapkan tidak terlalu mempengaruhi produksi beras nasional. Pemerintah telah 
menyediakan
dana Rp 75 miliar untuk membangun sumur pantek dan membuat alat pengering gabah dalam
menghadapi El Nino.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Departemen Pertanian
Syarifuddin Karama kepada wartawan, seusai mengikuti acara panen perdana padi yang
menggunakan pupuk phonska di Desa Mekar Wangi, Kecamatan Pegaden, Subang, Jawa
Barat, Minggu (14/1).

http://suarapembaruan.com/News/2001/01/15/Ekonomi/ek03/ek03.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

IMA: PP 104/2000 Akan Perlambat Penerimaan Hak Daerah
Jakarta, 15 Januari

Indonesian Mining Association (IMA) mengkhawatirkan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP)
No 104 tahun 2000, tentang dana perimbangan keuangan pusat dan daerah, akan
memperlambat penyerahan hak daerah. 

Untuk mengantisipasi keterlembatan itu, organisasi tersebut mencari alternatif 
pemecahan agar
daerah bisa lebih cepat mendapatkan bagiannya.

Direktur Eksekutif IMA Paul L Coutrier yang dihubungi Pembaruan, di Jakarta, Minggu 
(14/1)
malam, mengatakan, kekhawatiran IMA terlahir karena birokrasi pembayaran royalti oleh
perusahaan kepada pemerintah yang diatur dalam PP 104 lebih panjang dibanding birokrasi
sebelumnya.

http://suarapembaruan.com/News/2001/01/15/Ekonomi/ek02/ek02.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

Kredit Pupuk bagi Petani 
Subang, 15 Januari

Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Rauf Purnama mengatakan, pihaknya sanggup memberi
kredit berupa pupuk kepada petani di Subang untuk area sawah seluas 1.000 hektare.

Hal tersebut dikemukakannya pada acara panen perdana padi yang mengunakan pupuk
phonska di Desa Mekar Wangi, Kecamatan Pegaden, Subang, Jawa Barat, Minggu (14/1).

Ketika berdialog dengan Kelompok Tani Sukamaju II Desa Mekar Wangi, terlontar keinginan
petani setempat menggunakan pupuk formula baru itu, setelah mengetahui hasil produksi 
pada
masa panen bulan Januari 2001.


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke