http://www.surabayapost.co.id/01/05/10/11LSM.HTML
SURABAYA Kamis, 10 M e i 2001 Surabaya Post  

90% LSM Eksploitasi Anak untuk Cari Dana
Surabaya - Surabaya Post 

Ada tengara buruk yang dilontarkan Ketua Komnas Peduli Anak Indonesia, R Kusumo 
Priyono tentang keberadaan LSM. Menurut dia 90% dari 455 lebih LSM di Indonesia yang 
mengklaim peduli anak-anak ternyata justru banyak mengeksploitasi anak untuk 
kepentingan para pengurus LSM sendiri, bukan untuk membantu anak-anak. 
"Ini kan ironis, anak-anak malah dimanfaatkan untuk kepentingan pengurus LSM. Makanya 
keberadaan LSM itu mulai saat ini harus dikontrol apalagi krisis masih terus 
berkepanjangan," kata R Kusumo di sela deklarasi dan pelantikan pengurus Komnas peduli 
anak Indonesia cabang Jatim di Hotel Elmi, Rabu (9/5). 
Dikatakan Kusumo sudah banyak informasi mengalir dari anak-anak yang tinggal di rumah 
singgah atau yayasan sosial soal eksploitasi ini. Diceritakan mereka cara kerja LSM 
itu amat cerdik. LSM itu mengirim foto-foto penderitaan anak-anak plus program kerja 
yang akan dilakukan untuk mengentas mereka ke berbagai founding dalam dan luar negeri. 
Tapi begitu dana turun, tak ada kerja konkret di lapangan untuk mengentas mereka, 
justru banyak dana masuk ke kantong-kantong pribadi pengurus. Upaya pengentasan pun 
akhirnya hanya menjadi retorika saja. 
Ketika disinggung nama-nama plus alamat LSM yang ditengarai mengeksploitasi anak, 
Kusumo yang dikenal sebagai pengarang dan pendongeng nasional berkelit, secara etika 
tidak bisa membeberkan. Namun dipastikan LSM bermental bobrok ini banyak tersebar di 
Jakarta. 
Mengantisipasi agar anak-anak tak terus menjadi korban, Kusumo dalam waktu dekat akan 
menfasilitasi pertemuan LSM-LSM yang mengatasnamakan peduli anak untuk mencari jalan 
keluar dari masalah ini. Pihaknya juga mendesak pemerintah dan DPR untuk segera 
membentuk Dewan Perlindungan Anak dan Dewan Pengawas LSM, sebab selama ini tak ada 
yang mengontrol kinerja LSM. 
"Dewan Pengawas yang memiliki anggota di tiap propinsi nanti yang melakukan fungsi 
kontrol ke seluruh LSM, tak hanya LSM peduli anak saja," katanya. 
Selain itu dia juga mengimbau agar masyarakat dan media massa juga aktif melakukan 
fungsi kontrol terhadap kinerja LSM atau yayasan sosial. 
Bagaimana dengan Komnas sendiri, Kusumo menjelaskan dana yang digunakan banyak berasal 
dari donatur-donatur pribadi pengurus. Dia memisalkan dirinya sendiri, juga ikut 
menyumbang Komnas dari sebagian keuntungan penjualan buku-bukunya di pasaran. 
Tak Yakin 
Sementara itu Priyono Adi Nugroho, Direktur Program dan Aksi Lembaga Perlindungan Anak 
Jatim diminta tanggapannya seputar sinyalemen Kusumo mengaku tak yakin jika LSM-LSM 
peduli anak banyak yang bersikap seperti itu. 
"Kalau benar 90% dari LSM yang ada melakukan penyimpangan dana, wah... wah betapa 
bobroknya mental pengurus LSM kita," katanya. 
Namun dia tak menutup mata jika ada LSM-LSM yang melakukan penyimpangan dana, hanya 
saja jumlahnya mungkin tak sebesar yang ditengarai Kusumo. 
Tentang gagasan Kusumo untuk menertibkan LSM dengan menggandeng DPR dan pemerintah, 
Priyono menyambut baik. Dia berharap upaya-upaya untuk memberikan perlindungan 
terhadap anak dan memonitoring kinerja LSM bisa direalisasikan secepatnya. (tis) 


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke