Daftar berita terlampir:
* Bapedalda Tegur Pabrik Tapioka BTJ
* Lestarikan Lingkungan 
* Benarkah Lingkungan Terancam?
* Menhut Harus Tegas dan Berani
* Nabiel Makarim: Lingkungan Jangan Jadi Isu Pinggiran


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Bapedalda Tegur Pabrik Tapioka BTJ
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1601
Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Lampung menegur PT Bumi 
Tapioka Jaya (BTJ), karena pembangunan pabrik tapioka milik Samsung Grup di Desa Kerta 
Kec Tulang Bawang Udik Kab Tulang Bawang itu tak mempunyai 'detail plan'.

"Kita sudah tegur perusahaan agar membuat detail plan untuk mengetahui 
hitung-hitungannya," kata Kepala Bapedalda Lampung Ir H Rachmat Abdullah di Bandar 
Lampung, kemarin (10/8).
(Republika, 2001-08-14)



Lestarikan Lingkungan 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1600
DARI sisi ekologi, ditegaskan Gede Wibawa, perkebunan karet mendukung kelestarian 
lingkungan karena bisa mempertahankan keanekaragaman hayati, meskipun perkebunan karet 
sifatnya monokultur.

"Dari hasil penelitian kami, lebih dari 30 spesies ada dalam satu areal kebun karet 
rakyat, sehingga kebun karet bisa membentuk sistem keanekaragaman hayati yang baik. 
Kalaulah sudah harus diremajakan, kayunya pun bisa dimanfaatkan karena kualitas kayu 
karet cukup baik, tidak kalah dengan ramin. Berbeda dengan tanaman sawit yang sampai 
sekarang masih menimbulkan tanda tanya, bagaimana memanfaatkan limbah sisa tebangannya 
ketika saatnya harus diremajakan," papar peneliti karet tersebut.
(Kompas, 2001-08-13)



Benarkah Lingkungan Terancam?
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1611
PENOLAKAN Amerika Serikat (AS) untuk bergabung dalam Protokol Kyoto telah menggegerkan 
dunia. Semua orang tahu bahwa Protokol Kyoto adalah salah satu usaha untuk 
menyelamatkan lingkungan hidup kita yang semakin terancam karena kemajuan industri. 
Akan tetapi, benarkah lingkungan hidup kita sudah separah itu?
Bjorn Lomborg, seorang ahli statistika lingkungan dari Universitas Aarhus, Denmark, 
menepis semua perkiraan dan ramalan para pakar lingkungan yang menyatakan bahwa 
lingkungan kita semakin buruk dari hari ke hari. Lomborg sendiri dulunya adalah 
seorang pejuang lingkungan yang tergabung dalam Greenpeace. Dalam artikelnya yang 
dimuat The Economist edisi 2 Agustus 2001, Lomborg menjelaskan fakta sesungguhnya 
mengenai lingkungan hidup.
(Kompas, 2001-08-12)



Menhut Harus Tegas dan Berani
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1617
Menteri Kehutanan (Menhut) yang baru, Mohamad Prakosa, diharapkam mampu bersikap tegas 
sejak awal. Sebab, masalah kehutanan yang ada sekarang begitu besar, mulai dari 
penebangan liar, penyelundupan kayu ke luar negeri, perusakan hutan, hingga kuatnya 
kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) di lingkungan Departemen Kehutanan.

Oleh karena itu, prioritas utama yang harus dilakukan adalah merehabilitasi dan 
meningkatkan konservasi hutan, bukan mengeksploitasi hutan. Demikian dikatakan 
pengamat ekonomi Bustanul Arifin dari Indef, dan Direktur Forest Watch Indonesia, EG 
Togu Manurung, yang dihubungi secara terpisah, Jumat (10/8). 
(Kompas, 2001-08-11)



Nabiel Makarim: Lingkungan Jangan Jadi Isu Pinggiran
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1610
Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim MPA MSM menginginkan masalah lingkungan 
jangan lagi dianggap sebagai isu pinggiran. 

Menurutnya, banyak diantara para pemimpin termasuk politisi dan parlemen masih 
menganggap lingkungan sebagai hal yang tidak perlu diprioritaskan.

"Lingkungan saat ini jadi isu pinggiran dan masih sering jadi korban," ungkapnya 
kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/8). Nabiel sebetulnya bukan orang baru di 
lingkungan hidup. Ia pernah menduduki jabatan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran, 
Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL) tahun 1990-1999.
(Republika, 2001-08-10)




---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke