http://kompas.com/kompas-cetak/0108/22/JATENG/pend25.htm
>Rabu, 22 Agustus 2001

Penduduk Jual Sapi Bantuan

Semarang, Kompas - Pemerintah Jawa Tengah (Jateng) diminta menghentikan bantuan sapi 
proyek pengembangan Kawasan Sentra Produksi (PKSP) Tahun Anggaran 2000 untuk Kabupaten 
Rembang, Jateng. Permintaan itu muncul menyusul laporan mengenai penjualan sapi secara 
diam-diam oleh warga penerima bantuan di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Kabupaten 
Rembang.
Permintaan untuk menghentikan bantuan sapi ini disampaikan Anggota Komisi B DPRD 
Jateng, Drs Sutoyo Abadi, Selasa (21/8) setelah menerima laporan dari Dinas Peternakan 
Jateng mengenai penyalahgunaan sapi bantuan pemerintah tersebut.

"Karena itu, kami minta Gubernur Mardiyanto sementara waktu menghentikan bantuan sapi 
untuk Kabupaten Rembang, serta minta aparat mengusut kasus tersebut secara hukum," 
ujar Sutoyo.

Menurut Sutoyo, dari laporan Dinas Peternakan, awal Agustus 2001 ditemukan delapan 
sapi bantuan PKSP 2000, di Desa Pamotan telah disalahgunakan. Enam ekor di antaranya 
dijual tanpa sepengetahuan petugas, dan seekor lainnya dipotong paksa dan seekor 
lainnya ditukar dengan ternak lain.

"Saya juga baru dapat laporan, masih ada lima sapi yang dijual warga, sehingga jumlah 
yang disalahgunakan kini 15 ekor. Ini kan tidak benar dan harus ditelusuri lebih 
lanjut," ujarnya.

Menurut Sutoyo, tahun 2000 bantuan pengadaan sapi di Jateng 200 ekor, dan hanya 
diberikan kepada dua kabupaten yakni Rembang (150 ekor) dan Blora (50 ekor). Sedangkan 
tahun 2001, bantuan 973 ekor sapi untuk 10 kabupaten, yakni Wonogiri (160 ekor), 
Semarang (160), Kebumen (80), Purworejo (80), Wonosobo (120), Klaten (80), Sragen 
(70), Boyolali (73), Rembang (50), dan Blora (100). 

"Dari data menunjukkan Kabupaten Rembang, paling banyak menerima bantuan sapi. Saya 
kira perlu diusut lebih jauh penyimpangan ini, jangan-jangan jumlah yang 
disalahgunakan jauh lebih besar," katanya.

Penyimpangan bantuan ini terjadi, kata Sutoyo, karena bantuan tidak tepat sasaran, 
tempat maupun orang yang menerima tidak tepat yakni pedagang, guru, tukang ojek dan 
pegawai negeri. "Bantuan sapi harus dievaluasi kembali. Sekarang kita baru temukan 
penyimpangan di Rembang, siapa tahu di daerah lain lebih parah lagi," ujar Sutoyo. 
(son) 


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke