Daftar berita terlampir: * Menkes: Lingkungan Batam Harus Sehat * Pengelolaan Tuna Perlu Perhatian * Mempersempit Jurang Pemisah * Berapa Luas Lahan yang Anda Butuhkan? * Megawati Diminta Keluarkan Moratorium Transgenik * Pengelolaan Bukit Soeharto Harus Diserahkan ke Kutai * Dubes AS Minta Pengelolaan Hutan Lebih Baik * Pemkab Bogor akan Keluarkan Perda Limbah Cair * Indonesia Bantu Nikaragua Bangun Kebun Raya * El Nino Tak Lagi Bisa Dijadikan "Kambing Hitam" Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Menkes: Lingkungan Batam Harus Sehat http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1964 Menteri Kesehatan Achmad Sujudi mengatakan, Pulau Batam yang dikenal sebagai sebuah kawasan industri maju di Tanah Air perlu menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakatnya. Itu merupakan keharusan yang tak bisa ditawar-tawar, terutama dalam penciptaan teknologi dan pengembangan pembangunan industri yang ramah lingkungan. Hal itu ditekankan Menkes saat penandatanganan kesepakatan kerja sama Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) antara Departemen Kesehatan (Depkes) dengan Badan Otorita Batam (BOB) di Batam, Sabtu (8/9). Kesepakatan ditandatangani oleh Menkes dan Ketua BOB Ismeth Abdullah. (Kompas, 2001-09-10) Pengelolaan Tuna Perlu Perhatian http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1965 Perikanan tuna Indonesia mempunyai kontribusi yang besar terhadap perikanan Indonesia. Namun, sebagai komoditas yang paling diminati di pasar dunia, ada kecenderungan terjadi penangkapan yang besar-besaran terhadap jenis ikan ini, sementara perkembangannya sangat lambat untuk mencapai usia dewasa. Dalam kaitan itu, perlu pengelolaan perikanan tuna secara hati-hati, antara lain berupa penetapan stok ikan tuna dengan data yang valid. (Kompas, 2001-09-10) Mempersempit Jurang Pemisah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1977 Semua orang mahfum, perkembangan bioteknologi di negara maju begitu cepat meninggalkan negara berkembang. Tidak dapat dipungkiri lagi, kian hari kesenjangan itu makin melebar. Padahal, keanekaragaman (biodiversity) genom kita begitu berlimpah. Lalu, bagaimana upaya mempersempitnya? Jawabnya jelas bukan hal mudah. ''Tetapi kalau kita diam saja, alias berpangku tangan terus, kita akan semakin tertinggal oleh mereka,'' kata pakar biologi molekuler yang juga Direktur Lembaga Eijkman Jakarta Prof Dr Sangkot Marzuki kepada Pembaruan di sela-sela Simposium Internasional Kedua Eijkman di Bogor. Simposium yang berlangsung 2-6 September itu dibuka Menneg Ristek Hatta Rajasa dan menampilkan 47 pembicara dari Indonesia, Belanda, Jepang, Belgia, dan AS. (Suara Pembaruan, 2001-09-09) Berapa Luas Lahan yang Anda Butuhkan? http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1984 Barangkali Anda tidak pernah merenungkan, sebetulnya berapa luas lahan yang Anda butuhkan agar dapat hidup dengan nyaman sesuai standar hidup yang telah Anda jalankan selama ini. Hal itu layak menjadi bahan perenungan dan pengkajian untuk mengetahui apakah luas wilayah suatu pulau dan negara yang Anda tinggali sekarang ini masih mampu menampung Anda, keluarga Anda, dan kerabat Anda? (Suara Pembaruan, 2001-09-09) Megawati Diminta Keluarkan Moratorium Transgenik http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1975 Koalisi Organisasi Nonpemerintah (Ornop) untuk Keamanan Hayati dan Pangan meminta Presiden Megawati Soekarnoputri memenuhi janjinya. Ia diminta untuk segera membuat peraturan bagi moratorium atau penghentian sementara uji coba lapangan dan pelepasan organisme hasil rekayasa genetika atau transgenik. Megawati juga sempat berjanji untuk meninjau secara hati-hati aplikasi teknologi transgenik. Indah Suksmaningsih mewakili Koalisi Ornop tersebut dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (7/9), menjelaskan, wakil Koalisi Ornop pada bulan April lalu bertemu Megawati selaku Wakil Presiden. "Ketika itu beliau mengatakan, sebaiknya teknologi yang kita gunakan tidak usah neko-neko dan yang tepat guna." Megawati, lanjut Indah yang juga Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), mengakui adanya risiko jangka panjang terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. (Kompas, 2001-09-08) Pengelolaan Bukit Soeharto Harus Diserahkan ke Kutai http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1946 Pengelolaan Bukit Soeharto (yang populer disebut Taman Hutan Raya Bukit Soeharto) berkaitan dengan pelaksanaan otonomi daerah sekarang ini harus diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai (dipopulerkan dengan nama Kutai Kartanegara). Kalaupun ada keinginan untuk menambang batu bara yang terdapat di bawah permukaan tanah Bukit Soeharto, itu harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan harus didahului dengan penelitian yang cermat. Demikian antara lain kesimpulan dari seminar sehari "Fungsi Hutan Lindung Bukit Soeharto dalam Perspektif Otonomi Daerah" di Kabupaten Kutai Kartanegara, Tenggarong, Sabtu pekan lalu. Kesimpulan itu disampaikan Ketua Panitia Seminar Eko Mujani kepada Kompas, sekaligus meluruskan berita Kompas Senin (3/9) yang dinilainya tidak seimbang. (Kompas, 2001-09-06) Dubes AS Minta Pengelolaan Hutan Lebih Baik http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1950 Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia Robert S Gelbard minta Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memikirkan adanya sistem pengelolaan hutan yang lebih baik di masa mendatang. Satu hal yang dianggap penting untuk menyelamatkan hutan Indonesia adalah penegakan hukum dan penanggulangan dampak penebangan liar. Permintaan Gelbard disampaikan kepada Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Chaidir Hafiedz beserta aparat Pemda Kaltim di Samarinda, Rabu (5/9). Gelbard didampingi antara lain Dr Carry Yeager dari USAID, dan Graham Usher, pimpinan Natural Resources Managament (NRM) Kaltim. (Kompas, 2001-09-06) Pemkab Bogor akan Keluarkan Perda Limbah Cair http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1953 Pemkab Bogor akan segera mengeluarkan dua peraturan daerah (perda), yakni tentang izin pengolahan limbah cair dan retribusi izin pengolahan limbah cair. Menurut Ketua Pansus Perda Soleh Benyamin, kedua perda tersebut mendesak untuk dikeluarkan, mengingat banyaknya perusahaan/pabrik yang membuang limbah cair berbahaya ke sungai. Dari data di DPRD Bogor, sedikitnya 300 perusahaan yang beroperasi di wilayah Bogor yang menghasilkan limbar cair. "Dari 300 perusahaan tadi, sebagian besar menghasilan limbah cair berbahaya. Dan mereka membuangnya ke kali di sekitar perusahaan," kata Soleh. (Republika, 2001-09-06) Indonesia Bantu Nikaragua Bangun Kebun Raya http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1958 Tim ahli botani dari Kebun Raya Bogor saat ini sedang bekerja untuk pembangunan kebun raya nasional milik Pemerintah Nikaragua yang terletak di ibukota Managua. "Bantuan tim ahli botani tersebut merupakan jawaban Pemerintah Indonesia atas permintaan Pemerintah Nikaragua," kata Deputi Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar M Slamet Hidayat kepada Antara di New York, Rabu waktu setempat. Menurut laporan yang diterimanya menyebutkan, tim ahli dari Kebun Raya Bogor itu telah selesai mengadakan kunjungan pertamanya ke kota Managua. (Kompas, 2001-09-06) El Nino Tak Lagi Bisa Dijadikan "Kambing Hitam" http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=1959 El Nino tak lagi bisa dijadikan "kambing hitam" kebakaran hutan, khususnya di Kalimantan, mengingat tahun ini peristiwa itu tidak akan terjadi di Indonesia, ungkap Zadrach L Dupe. Yang perlu disiapkan pemerintah justru peringatan dini soal bahaya kebakaran tersebut. Meski Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memprediksikan awal musim hujan terjadi pada September, hanya sepuluh persen dari wilayah Indonesia yakni Jawa Barat, Banten, Aceh Tenggara dan Sumatera Utara yang bakal mengalaminya. Itu berarti, sisa wilayah lain setidaknya baru mengalami puncak musim kemarau atau masa pancaroba. "Pada puncak musim kemarau inilah, bila tidak berhati-hati kebakaran akan mudah terjadi," ujarnya mengingatkan. (Kompas, 2001-09-06) --------------------------------------------------------------------- Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
