Daftar berita terlampir: * Dilema TPA Sampah Bantargebang * Penduduk Leuser Gugat Presiden Rp 11,3 Triliun
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Dilema TPA Sampah Bantargebang http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2182 Ditutup Sayang, Dibiarkan Menebar Penyakit Sebagian besar masyarakat menganggap sampah merupakan barang tak berguna yang tidak ada harganya. Tetapi, bagi para pemulung tumpukan sampah berarti harapan hidup. Berkat sampah yang oleh sebagian besar masyarakat dianggap tak ada harganya itu, para pemulung bisa �menghidupi�, bahkan menyekolahkan anaknya. Tentu saja, tidak semua sampah dapat dijadikan uang. Perlu pemilah-milahan untuk memilih di antara tumpukan sampah: mana yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan uang dan mana yang dibuang. Tumpukan sampah yang sudah menggunung itulah, setiap hari menjadi ladang bagi sedikitnya 1.000 pemulung di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Bantargebang, Kota Bekasi. TPA yang beroperasi sejak 1985 terletak di atas tanah 108 hektare, meliputi tiga desa: Desa Ciketingudik, Cikuwul dan Sumurbatu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi. (Sinar Harapan, 2001-09-26) Penduduk Leuser Gugat Presiden Rp 11,3 Triliun http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2169 Sebanyak 21 penduduk Aceh dan Sumut yang bermukim di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), menggugat Presiden Republik Indonesia, sejumlah lembaga pemerintahan, dan perusahaan sebesar Rp 11,3 triliun. Gugatan ini dilakukan karena para tergugat dianggap bertanggung jawab terhadap perusakan KEL. Gugatan clash action yang mewakili kepentingan sekitar 3.529.067 penduduk , diajukan melalui Yayasan Pusaka Indonesia di Medan dan didaftarkan ke Pengadilan Negeri Medan, Selasa (25/9/2001). (Detik.Com, 2001-09-25) --------------------------------------------------------------------- Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
