Daftar berita terlampir: * Mengelola Air Minum * Biodiesel, Sebuah Harapan Baru * Masih Terjadi Manipulasi Limbah * Pertanian Organik, Masih Sebatas Omongan Pemerintah * Kontroversi Pengelolaan Kawasan Leuser Diseminarkan * Ketika Kota Surabaya Terjerat Sampah
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Mengelola Air Minum http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2354 KETIKA konsumen berpikir tentang persoalan air minum, di benaknya terbayang berbagai kekhawatiran; mulai dari ketersediaan, pencemaran, pengelolaan air minum, sampai pada kebijakan pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kekhawatiran itu bahkan tidak hanya dirasakan konsumen yang berdomisili di Jakarta, namun sudah menjalar ke berbagai kota besar lain di Indonesia. Tampaknya hal ini sudah menjadi persoalan khas yang dialami konsumen perkotaan. Apalagi untuk konsumen perempuan. Air mempunyai peran vital dalam berbagai aktivitas. Rumah tangga di perkotaan biasanya mendapatkan kebutuhan air minum dari dua sumber, yaitu dari PDAM atau air sumur. Namun, di beberapa pojok Jakarta, beberapa wilayah yang memiliki garis pantai, air yang berasal dari sumur sudah tidak direkomendasikan lagi untuk keperluan rumah tangga, terutama untuk aktivitas memasak karena adanya abrasi laut dan bentuk pencemaran lainnya. Jadi, praktis pasokan air minum untuk golongan masyarakat/wilayah yang kondisinya seperti ini amat bergantung pada perusahaan daerah air minum (PDAM). (Kompas, 2001-10-22) Biodiesel, Sebuah Harapan Baru http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2358 SEKITAR setengah tahun lalu, dalam kunjungannya ke Malaysia, Menteri Pertanian Bungaran Saragih oleh Pemerintah Malaysia dilayani dengan mobil sedan mewah Mercedes Benz diesel yang bahan bakarnya bukan solar melainkan biodiesel. "Pak Menteri agak terkejut dan bilang, wah, Malaysia sudah bisa bikin biodisel ya. Saya langsung jawab, kita juga sudah bisa bikin," tutur Darnoko, peneliti dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan, awal Oktober ini. Sebenarnya, PPKS Medan memang sudah bisa membuat sendiri biodiesel dari crude palm oil (CPO), sementara CPO didapat dari pengolahan kelapa sawit. Hanya saja, produksi secara massal memang belum dilakukan karena belum ada investasi dan kebijakan yang mendukung. Tidak adanya kebijakan yang mendukung, dan juga belum diadakannya produksi massal, membuat harga biodisel buatan PPKS tidak bisa bersaing dengan solar, alias sangat mahal. (Kompas, 2001-10-22) Masih Terjadi Manipulasi Limbah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2362 Meski impor limbah sudah banyak ditolak di berbagai daerah karena besar sekali kemungkinannya untuk disusupi limbah bahan beracun berbahaya (B3), hasil evaluasi di lapangan menunjukkan adanya manipulasi jenis dan tujuan impor limbah. Bahkan Badan Intelijen Negara (BIN) mensinyalir adanya upaya perusahaan tertentu yang mengekspor limbah jenis radioaktif kadar rendah ke Indonesia dengan menyamarkannya sebagai barang bekas, melalui pelabuhan terpencil di kawasan Indonesia bagian timur. Demikian siaran pers dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) pekan lalu. (Kompas, 2001-10-22) Pertanian Organik, Masih Sebatas Omongan Pemerintah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2369 Kalangan petani mengemukakan, masalah pertanian organik yang menjamin kelestarian lingkungan alam dan kesehatan para petani, hingga saat ini sebatas jadi "omongan" kalangan pemerintah. Petani menilai, pemerintah belum melakukan tindakan nyata dan spontan untuk menyelamatkan lingkungan alam, dan meningkatkan kehidupan para petani. Demikian pernyataan petani di sela-sela kegiatan Gelar Budaya Petani dan pameran produksi petani 20-23 Oktober di Gedung Purna Budaya Yogyakarta. Gelar budaya yang diprakarsai Aliansi untuk Kedaulatan Petani itu antara lain memamerkan benih dan teknologi lokal petani, pasar tani, pentas seni petani, seni rupa pertunjukan tani, dialog agraria dan pengelolaan sumber daya alam, dan sarasehan petani dengan konsumen. (Kompas, 2001-10-22) Kontroversi Pengelolaan Kawasan Leuser Diseminarkan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2346 Sebuah seminar nasional akan digelar untuk mengakhiri kontroversi pengelolaan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Seminar yang akan dilaksanakan sehari penuh, Senin (22/10), rencananya akan melibatkan sejumlah ilmuan dan praktisi. ''Ini dimaksudkan agar segala permasalahan yang ada bisa diselesaikan secara ilmiah dan transparan,'' kata Alamsyah Hamdani, salah seorang pengurus Masyarakat Peduli Leuser (MPL), sebuah LSM yang peduli dengan lingkungan hidup, penggagas seminar ini, kepada Republika, Rabu. (Republika, 2001-10-19) Ketika Kota Surabaya Terjerat Sampah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2353 Ny Bambang Subekti (39) tampak bersungut dan menggerutu. Ibu dua anak yang tinggal di kawasan Pucang Asri ini, juga tak henti-hentinya melontarkan kata serapah ketika siang hari sampah yang teronggok di depan rumahnya tak kunjung diambil 'pasukan kuning', julukan petugas sampah di Kota Surabaya. "Sudah empat hari kita selalu mencium bau busuk sampah. Kemana saja pasukan kuning itu tidak mengambilnya," ucap Ny Bambang dengan nada kesal. "Setiap bulan kita sudah dipungut retribusi, tapi mengapa Pemkot Surabaya tak juga menangani sampah dengan serius. Itu namanya mau uangnya, tapi tak mau menangani sampahnya," kata Ny Subekti yang diamini para ibu rumah tangga di kampungnya. (Republika, 2001-10-19) --------------------------------------------------------------------- Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
