Daftar berita terlampir:
* Sulitnya Menjaga Kelestarian Hutan 
* Otonomi Daerah Tingkatkan Laju Penebangan Liar
* Pembangunan Sektor Hutan tidak Berkembang
* Presiden: Ada Sesuatu yang Salah Dalam Mengelola Hutan
* Sampah Bukan untuk Disepelekan 
* Pengelola LH Harus Terbuka 
* Kondisi Lingkungan di Kapuk Muara Memprihatinkan


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Sulitnya Menjaga Kelestarian Hutan 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2441
Padahal, pohon amat penting bagi kesejahteraan planet kita dan berperan penting dalam 
pengaturan iklim serta siklus air. Daun-daun pepohonan di hutan, menyerap karbon 
dioksida gas yang dipancarkan dari pembakaran bahan-bahan seperti kayu, minyak, bensin 
yang berperan menimbulkan perubahan iklim Bumi. Gas ini lalu diubah (difosintesiskan) 
menjadi gula, yang digunakan dan disimpan tumbuh-tumbuhan. Dengan kemampuannya 
menyerap karbon dioksida dan menyaring zat-zat penyebab polusi lainnya, pohon-pohon 
membantu menjaga udara agar tetap bersih dan mengurangi risiko pemanasan global.
(Kompas, 2001-10-26)



Otonomi Daerah Tingkatkan Laju Penebangan Liar
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2443
Sejak diberlakukannya otonomi daerah justru praktik penebangan liar, penyelundupan 
kayu, penjarahan, dan konversi hutan merajalela. Saat ini, tekanan terhadap sumber 
daya hutan berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Demikian Kepala Badan Planologi Kehutanan Departemen Kehutanan, Dr Ir Untung Iskandar 
saat membuka Seri Lokakarya I Kajian Perencanaan dan Analisis Kebijakan Kehutanan 
pekan ini di Bogor. 
(Kompas, 2001-10-26)



Pembangunan Sektor Hutan tidak Berkembang
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2448
Pembangunan di sektor kehutanan boleh dikatakan selama 30 tahun terakhir tidak 
berkembang. Hal itu diungkapkan oleh pemerhati masalah lingkungan Prof Dr Emil Salim 
di Jakarta, kemarin. 
Mantan Menteri Lingkungan Hidup itu menegaskan bahwa pembangunan di sektor hutan 
sampai saat ini praktis hanya menebang kayu dan tidak menggunakan pemikiran untuk 
mengolah kekayaan dan keragaman hayati hutan tropis Indonesia. 
(Media Indonesia, 2001-10-26)



Presiden: Ada Sesuatu yang Salah Dalam Mengelola Hutan
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2427
Presiden Megawati Soekarnoputri melihat adanya hal-hal yang telah meninggalkan kesan 
tentang sesuatu yang salah dalam cara pengelolaan hutan di Indonesia.

Untuk menangani itu, yang dibutuhkan adalah keberanian dan kejujuran untuk melihat 
kekurangan atau kekeliruan dan bahkan kegagalan dalam sistem dan program yang ada.
(Kompas, 2001-10-25)



Sampah Bukan untuk Disepelekan 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2435
SETAHUN yang lalu, tepatnya bulan Oktober 2000, tempat pembuangan akhir (TPA) 
Keputih-Sukolilo, Surabaya pernah ditutup warganya. Akibatnya, waktu itu hampir tiga 
minggu sampah menggunung di segala penjuru kota, bahkan bau busuk mulai menyengat dan 
jalan menyempit, karena sampah bertebaran sampai ke badan jalan. 
Untuk mengangkut tumpukan sampah yang jumlahnya diperkirakan 168.000 meter kubik atau 
sekitar 42.000 ton (satu ton = empat meter kubik). Pengangkutan sampah ke TPA 
Keputih-Sukolilo membutuhkan waktu cukup lama karena truk Dinas Kebersihan hanya 
diizinkan beroperasi melewati permukiman warga pukul 21.00 - 05.00. 
(Kompas, 2001-10-25)



Pengelola LH Harus Terbuka 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2432
Pengusaha industri perlu menginformasikan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup 
perusahaannya secara lebih terbuka kepada masyarakat, khususnya melalui internet. Itu 
penting untuk menambah citra positif perusahaan dan memudahkan pelurusan kekeliruan 
informasi mengenai perusahaan yang sering dihasut pihak lain.

Hal itu dikemukakan Deputi II Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Ir Iza 
Karmiza pada peresmian situs web baru Bapedal, Apec-Virtual Center Indonesia Node For 
Environmental Technology Exchange, http://www.bapedal.go.id/apec_vc/, di Jakarta, 
Senin (22/10). Bapedal secara resmi menjadi koordinator pengelola situs tersebut, 
sebelumnya dikelola Balai Besar Industri Kimia Depperindag. 
(Suara Pembaruan, 2001-10-24)



Kondisi Lingkungan di Kapuk Muara Memprihatinkan
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2433
Ketinggian Genangan Air Tiap Hari Rata-rata 30 CM

Kondisi lingkungan di sekitar Jl Kapuk Muara, Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, 
Jakarta Utara, dalam satu bulan terakhir amat memprihatinkan. Hampir setiap hari 
daerah tersebut tergenang air setinggi rata-rata 30 sentimeter. Hal itu terlihat di Jl 
Kapuk Muara dan di perkampungan penduduk.

Seorang warga RT 09/04 Kapuk Muara, Mustofa (20), Selasa (23/10), mengatakan, 
tergenangnya jalan-jalan itu sangat meresahkan dan merepotkan. Bahkan jika hujan 
lebat, genangan bisa mencapai satu meter.
(Suara Pembaruan, 2001-10-24)




---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke