`````````````````````````
Laporkan Situasi
Lingkungan Anda
[EMAIL PROTECTED]
^*^*^*^*^*^*^*^*

Redaksi Eskolnet ytk.
Bersama ini kami kirimkan berita dari Tentena, berkaitan dengan aktivitas
Laskar Jihad. Mudah-mudahan berita ini dapat disebarluaskan agar menjadi
bahan sebutan didalam doa masing- masing kita.

Salam,
gp
=====

MENDUNG di BULAN OKTOBER 2001

Hampir sepanjang bulan Oktober 2001 ini, mendung menyelimuti Poso. Beberapa
desa yang penduduknya mayoritas Kristen diserang tanpa alasan, terjadi
penghadangan, pembantaian dan penculikan warga Kristen, oleh jihad di
Kabupaten Poso. Liputan berikut merupakan rangkuman kejadian sampai dengan
24 Oktober 2001.

01 Oktober 2001 : PENYERANGAN DESA TOMATA
Sekitar pk. 01.30 dinihari desa kristen Tomata kebali diserang oleh  pasukan
jihad dari Korontowu dengan menggunakan senjata api organik dan rakitan
serta Bom. 3 buah Bom diledakan Jihad ke sebuah gedung  Gereja sehingga
hancur termasuk satu rumah Konsistori, satu buah sekolah dan perumahan guru
dibom dan dibakar habis, 66 rumah  penduduk dan 11 unit sepeda motor. Jihad
menembak mati satu orang  warga atas nama Darma Monina (21), tewas di tempat
akibat di tembak  pada bagian kepala dan dada. Yulius Wileliku (40) kena
tembak pada  bagian kaki kanan dan Ester Paholagu (30) kena tembak pada
bagian tangan sebelah kanan. Korontowu adalah nama kawasan hutan yang
terletak dekat dari desa-desa Peleru, Era dan Mayumba Kecamatan Mori  Atas
Kabupaten Morowali. Sedangkan Kabupaten Morowali adalah  pengembangan
Kabupaten Poso dan Kecamatan Mori Atas berbatasan  dengan Kecamatan Pamona
Timur Kabupaten Poso. Kawasan Hutan  Korontowu saat ini dijadikan basis dan
markas Jihad melakukan  latihan militer dan operasi penyerangan ke desa-desa
kristen disekitarnya.

12 Oktober 2001 : BUS OMEGA DI BOM
Jumat, 12 Oktober 2001, sekitar jam 13.00 witeng siang bus penumpang jurusan
Tentena Palu (PO OMEGA)di hadang dan di lempari bom oleh  jihad di dusun
Maranda desa Kilo Kecamatan Poso Pesisir (40 Kilo dari Poso). Akibatnya
beberapa penumpang mengalami luka- luka dan  mobil mengalami kerusakan.
Peristiwa ini adalah yang kedua kalinya  di alami PO OMEGA. Sementara itu
sampai dengan saat ini jihad terus melakukan berbagai  aksi penyerangan dan
teror ke beberapa daerah kristen lainnya. Di  tetangga desa Peleru yaitu :
desa Era dan Mayumba di Kecamatan Mori  Atas Kabupaten Morowali, jihad
selalu meneror dengan cara melepaskan  tembakan kearah desa-desa tersebut
dengan maksud menakut-nakuti  warga kristen.

14 Oktober 2001 : BUS ANTARIKSA DITEMBAK JIHAD, 1 TEWAS 7 LUKA.
Bus penumpang jurusan Tentena - Palu PO Antariksa DN 7725 A pada hari
Minggu, 14 Oktober sekitar pk. 15.00 witeng, dihadang dan di  tembaki jihad
di sebuah pendakian antara desa Maleali dan Sausu  Kabupaten Donggala dalam
perjalanannya ke Palu dari Tentena Kabupaten poso, Sulawesi Tengah. Daerah
ini adalah daerah perkebunan  dan hutan sehingga tidak ada pemukiman
penduduk. Puluhan jihad lengkap dengan senjata api organik otomatis
bersembunyi di kebun cokelat sebelah kanan jalan. Ketika sedang  mendaki
melewati perkebunan cokelat bus Antariksa yang membawa  penumpang
sekitar 30 orang tersebut tiba-tiba di hadang jihad  sambil melepaskan
tembakan beruntun dengan senapan otomatisnya. Ban  mobil langsung kempes
kena tembakan demikian juga seluruh kaca mobil  hancur berantakan dan badan
mobil berlubang-lubang kena tembakan. Bus tersebut juga dilempari bom namun
jatuh sekitar 4 meter dari  badan bus. Akibat penyerangan ini satu orang
penumpang tewas dan 8  orang luka-luka. Yang sudah teridentifikasi nama-
namanya:  Nona (22) warga Desa Silanca Poso, tewas ditempat Son (40) Sopir
bus, luka tembak di telinga  Ny. Mangela (34) tertembak di lengan kanan dan
pantat bagian kanan  (parah). Ny. Wilhemina Manoreh (64) tertembak pada
pantat bagian kiri Ny. Yessy Gaibu Banjolu (42) Ny.Djumiaty (30) Tiga orang
lainnya yang terluka tidak sempat teridentifikasi namanya  namun mereka
sempat berobat di RSU Parigi, 100 Km. dari Palu.

16 Oktober 2001 : BARAK PENGUNGSI KRISTEN DI SERANG JIHAD Salah satu barak
pengungsi yang dihuni sekitar 30 KK atau 200 Jiwa  warga Kristen di desa
Madale (4 Km dari Poso) diserang puluhan jihad  yang dilengkapi dengan
senjata api otomatis, pada hari Rabu, 16  Oktober 2001 sekitar jam 03.00
subuh. Jihad menyerang dari arah  pohon-pohon kelapa yang berada di sekitar
barak tersebut walaupun  ada pos penjagaan TNI. Di desa ini terdapat 3 barak
pengungsi dimana  barak pengungsi kristen hanya satu dan diapit oleh barak
pengungsi  muslim. Awal penyerangan jihad dimulai dengan membakar ujung
barak  tersebut sehingga orang-orang keluar untuk mengetahui kebakaran
tersebut, namun pada saat yang bersamaan mereka diserang dengan
tembakan-tembakan mengakibatkan jatuhnya korban tewas dan luka-luka : Yambi
Pio (56) tewas tertembak pada dada. Lukas Salimpa (70) luka berat, kedua
paha tertembak.  Sebelum meninggal, Yambi Pio sempat di bawa ke Puskesmas
Tagolu  namun nyawanya tidak tertolong. Sedangkan Lukas Salimpa dipindahkan
ke RSU Tentena dari Puskesmas Tagolu karena lukanya sangat parah.  Pihak
Kapolres Poso via Kapolsek Tentena menghubungi Crisis Center  agar
mengevakuasi warga kristen tersebut dan akan menjemput  pengungsi di desa
Tagolu (8 Km dari Poso atau 50 Km dari Tentena).  Tetapi setelah tim tiba di
Tagolu ternyata pengungsi Madale tidak  berada di desa tersebut. Oleh aparat
di desa Tagolu mengatakan bahwa  pihak Kodim Poso menjamin keamanan di
Madale. Desa Madale adalah salah satu desa yang akan dijadikan percontohan
oleh Pemerintah Poso/Kodim Poso bahwa yang bertikai bisa hidup  bersama
dalam satu desa.  Sementara pihak Crisis Center sangat menyesali sikap
aparat keamanan  yang memberikan jaminan keamanan namun tidak becus di
lapangan.  Mereka sudah korban, harta bendanya di jarah dan di bakar apakah
nyawa manusia harus dijadikan kelinci percobaan perdamaian.  Yang perlu
menjadi perhatian, adalah kenapa ada senjata di dalam barak
?????????????????

17 Oktober 2001 : BUS ALUGORO DIBAKAR
Berbagai peristiwa penyerangan-penyerangan desa-desa kristen dan
penghadangan bus membuat masyarakat kristen sangat gusar dan kecewa
terhadap pemerintah / aparat keamanan yang tidak mengambil tindakan  tegas
terhadap jihad yang jelas di ketahui keberadaannya dan  penyerangan yang
mereka lakukan. Mereka bukanlah penduduk Poso  melainkan pendatang yang
semakin memperkeruh situasi di Poso.
Rabu 17 Oktober 2001 kelompok warga kristen melampiaskan  kegusarannya
dengan mencegat bus penumpang Alugoro jurusan  Kolonedale-Palu di desa Kamba
Kecamatan Pamona Timur. Seluruh  penumpangnya di suruh keluar lalu bus
tersebut di bakar.

18 Oktober 2001 : SWEEPING KTP, 1 TEWAS
Sejak pagi hari massa muslim melakukan razia KTP di Poso. Mereka  mencegat
setiap mobil yang lewat dan memeriksa KTP setiap  penumpangnya. Sekitar pk.
15.00 WITENG. Sebuah bus penumpang jurusan  Palu-Luwuk (PO Primadona) di
cegat dan di temukan seorang pria yang  beragama kristen, langsung saja
jihad membantai dan menembak  perutnya sehingga tewas. Korban dilarikan ke
RSU Poso dan dimakamkan  di Kelurahan Kawua Kecamatan Poso Kota. Dua bus
jurusan Palu-Toraja yaitu PO Buntu Ria dan Batutumonga  dilempari massa
muslim di dekat masjid Kelurahan Kayamanya yang juga  dekat dengan Pos
penjagaan keamanan dari satuan Brimob. Kaca- kaca bus hancur demikian juga
dengan badan mobil rusak berat  namun mobil berhasil melanjutkan
perjalanannya sampai ke tujuan di  Toraja Sulawesi Selatan. Selain itu
sebuah mobil kijang juga di cegat massa muslim namun  penumpangnya berhasil
di selamatkan aparat keamanan. Sementara di  Tabalu Kecamatan Poso Pesisir,
jihad mencegat sebuah HardTop milik  Bapak Tarima (kristen), mobil di bakar
dan penumpangnya tidak  diketahui nasibnya. Jihad masih terus melakukan
sweeping di Kota Poso dan sekitarnya  sehingga hubungan darat dari Tentena
ke Palu lewat Poso Kota untuk  sementara tertutup bagi warga kristen.

19 Oktober 2001 : POLISI MENANGKAP POLISI DAN JIHAD DARI AMBON
Pada hari Jumat, 19 Oktober 2001 aparat keamanan POLDA Sulteng  berhasil
menangkap 15 anggota jihad dari Ambon yang dipimpin oleh  SERTU POL. ABDUL
RAIS dari POLDA AMBON dengan dua senjata api dan  bom ketika mereka sedang
mengisi air ke Kapal Motor Ikan di perairan  Balantak, Kabupaten Luwuk
Sulawesi Tengah dalam perjalananya pulang  ke Ambon setelah menurunkan 30
jihad dengan ribuan amunisi dan  persenjataan di Poso.

20 Oktober 2001 : DESA BETALEMBA DISERANG JIHAD
Sabtu 20 Oktober jam 21.00 Witeng sampai dengan Minggu 21 Oktober 2001 jam
07.00 witeng ratusan jihad bersenjata api otomatis kembali  melakukan
serangan ke daerah kristen di desa Betalemba Kecamatan  Poso Pesisir. Warga
kristen melakukan pertahanan apa adanya. Aparat  TNI dan Brimob yang berjaga
di desa tersebut ikut menjadi korban  tembakan jihad sehingga jatuh korban
dua orang meninggal dunia. Jihad berhasil membakar sekitar 30 rumah warga
kristen dan menembak  mati dua orang aparat keamanan yaitu : Bripda Pol.
(BRIMOB)  Ardiansyah dan satu anggota TNI AD yang belum teridentifikasi nama
dan kesatuannya. Bripda Ardiansyah di naikkan pangkatnya menjadi  Briptu.
Dan sudah di kebumikan pada Minggu malam di pekuburan umum  Wani, Kabupaten
Donggala setelah sebelumnya dilakukan upacara  pemakaman secara militer di
markas Brimob Mamboro-Palu yang di  pimpimpin oleh Kapolda Sulteng Brigjen
Zainal Abidin Ishak. Sedangkan di pihak jihad 30 orang tewas dan 38 orang
berhasil  ditangkap dan ditahan. Terlihat bahwa mereka yang tewas dan
berhasil  ditangkap (kini ditahan di POLDA PALU)bentuk badan besar,
berjenggot panjang dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Akibat penahanan yang
dilakukan aparat keamanan di POLRES Poso masa jihad lainnya  melakukan demo
ke Polres Poso pada Minggu siang 21 Oktober 2001  sampai sore untuk menuntut
pembebasan 38 jihad yang di tangkap.  Massa jihad meledakkan bom di halaman
Polres Poso kelurahan  Gebangrejo yang suara dan getarannya terasa sampai di
kelurahan  Kawua Poso yang jaraknya sekitar 3 Km. Karena situasi tidak
mengijinkan maka ke 38 tahanan itu di bawa dan di tahan di POLDA  Palu.

21 Oktober 2001 : 3 WARGA TEWAS, 1 DICULIK JIHAD
Ambrosius Reakale (Kristen) dan Yono (anggota TNI) dari desa Watuawu tewas
ditembak jihad sekitar jam 10.00 witeng. Saat itu mereka  kembali dari
mencari ikan di Kecamatan Tojo dan melintasi desa  muslim Toyado, tiba-tiba
mereka di tembak jihad dari belakang  sehingga peluru tembus ke depan
mengenai anggota TNI yang sedang  membonceng tersebut. Keduanya meninggal
dan jenasahnya di evakuasi  ke puskesmas Tagolu oleh aparat TNI yang
bertugas di Desa Tagolu.   Sementara pada hari yang sama jihad juga membunuh
satu warga Kristen  peranakan china, bernama ONI PAKAIYA (50) dari desa
muslim Ampana  yang akan mengambil hasil kebunnya (cengkeh, kelapa dan
Kakao) di desa muslim Toyado Kecamatan Poso pesisir, korban tewas penuh luka
bacokan karena dibantai jihad, terdapat luka menganga pada bagian  mata
kanan korban. Korban mengendarai mobil kijang warna merah melintasi desa
muslim  Toyado bersama dua orang lainnya, Vanya dan Mokodongan, seorang
anggota TNI dari Kipan 711 Kawua. Mobil di cegat kemudian korban di  seret
lalu dibantai sedangkan dua orang lainnya dibiarkan pergi  karena beragama
islam.  Masih pada tanggal yang sama sebuah bus penumpang (PO Super Motor)
dari Luwuk tujuan Palu dihadang sekitar 50 orang jihad di desa  muslim
Labuhan Kecamatan Lage. Mobil di hentikan, mereka mencari  penumpang warga
kristen dan mereka menemukan seorang ibu dan anak  laki-lakinya berumur 8
tahun. Anak tersebut ditarik keluar dengan  sangat kasar dari pangkuan
ibunya dan menyeretnya diaspal. Anak tersebut menangis ketakutan dan
menjerit memanggil- manggil ibunya,  jihad terus menyeretnya dan membawa
lari anak itu ke dalam hutan  sementara ibunya hanya mampu menangis histeris
hingga shock. Sampai  sekarang belum diketahui nasib anak itu.

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l


Kirim email ke