~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Informasikan Situasi Lingkungan Anda
         [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Para pembaca yang terhormat,
Informasi terakhir yang kami terima dari Poso menyebutkan bahwa akibat
penyerangan di dua desa di Poso, yaitu Desa Silanca dan Sepe, sejak kemarin
malam (12/8) adalah sebagai berikut:

- 3 (tiga) Gereja, yaitu GKST (Silanca), Gereja Pantekosta (Sepe) dan GSJA
(Sepe) telah dibakar.
- 5 (lima) orang meninggal
- Evakuasi warga Kristen masih terus berlangsung khususnya wanita dan
anak-anak.

Posko CC-GKST di Tentena juga menerima berita bahwa 2 (dua) Gereja di Poso
Kota, yaitu GKST Ekklesia di Kel. Gebang Rejo dan GKST Bethel di Kelurahan
Sayo sudah dibakar (masih dalam klarifikasi).

Saat berita ini diturunkan beredar isu bahwa akan ada penyerangan di Desa
Lembomawo dan Desa. Ranononcu. Doakanlah agar niat-niat jahat ini digagalkan
oleh Tuhan.

Berikut ini wawancara Radio Nederland dengan Pastur Jimmy Tumbelaka 12
Agustus 2002.

Salam dan doa,
Redaksi Eskol Net

* WARGA POSO SUDAH PUTUS ASA TERHADAP PEMERINTAH

Pertemuan evaluasi perjanjian damai Malino diselenggarakan kemarin
untuk meredakan ketegangan yang semakin memuncak di Poso, Sulawesi
Tengah. Radio Nederland menghubungi pastur Jimmy Tumbelaka, salah
seorang yang ikut dalam pertemuan tersebut. Pertemuan itu juga dihadiri oleh
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla.

Saat diwawancarai Senin malam kemarin, ia menjelaskan bahwa dirinya
bersama-sama delegasi Kristen dan Islam baru saja menandatangani kesepakatan
baru perjanjian damai Poso. Namun saat pertemuan itu sedang berjalan sebuah
serangan kembali terjadi di wilayah sekitar Poso.

Jimmy Tumbelaka (JT): Dalam dua bulan ini gangguan keamanan di Poso
meningkat. Dan menyikapi itu, pak Menko Kesra Jusuf Kalla telah
mengundang kelompok kerja Malino untuk membicarakan ini bersama-sama
dengan semua komponen yang pernah di Malino waktu delapan bulan yang
lalu.

Pembicaraan kami telah menghasilkan sekurang-kurangnya dua keputusan
penting. Pertama, bahwa segala aksi tindak kekerasan, pengeboman, penembakan
itu akan menjadi musuh kita bersama. Antara muslim maupun kristen. Kedua,
kita mendukung sepenuhnya tindakan-tindakan yang diambil oleh aparat
keamanan.

Sesudah kedua hal itu ditandatangani dan disepakati, ternyata sangat
disayangkan karena tadi saya baru dapat berita dari Poso - ada kampung yang
bernama Sepek sudah diserang dan sudah dibakar habis. Itu terjadi sekitar
setengah tujuh malam tadi. Dan sekarang bahkan penyerangan itu masih terus
berlanjut dan memasuki desa selanjutnya, desa Silancah.

Radio Nederland (RN): Jadi, pak Jimmy, sekali pun baru saja ditandatangani,
atau kesepaktan baru lagi tentang Malino ini, tapi penyerangan tetap
terjadi. Ini bagaimana kok bisa begitu?

JT: Itulah saya justru tadi tanda tanya besar. Memang jaraknya Palu-Poso itu
ditempuh dalam waktu lima sampai enam jam. Jadi sementara para delegasi ada
di Palu, aksi kekerasan terjadi terus di Poso. Tapi menurut laporan dari
Pangdam Divisi VII Wirabuwana, justru mengatakan bahwa di Poso sudah
ditempatkan satu batalion. Seharusnya saya membayangkan bahwa aparat ini
pasti sudah mengambil tindakan. Tetapi kalau masih terjadi begini berarti
belum ada tindakan.

RN: Apakah memang pemerintah kita tidak mampu lagi atau bagaimana?

JT: Saya berani mengatakan demi banyak orang bahwa pemerintah kita
tidak mampu. Saya kecewa. Justru saat kami duduk bersama, duduk
saling sepakat dan merekomendasikan segala tindakan kepada pemerintah
untuk segera diambil dengan sikap yang tegas.

RN: Menurut Anda apa sih penyebabnya sampai ini terus berlarut-larut?

JT: Saya kira memang yang bermain di Poso tetap adalah orang-orang
misterius. Kami tidak mau langsung menuduh kelompok ini, kelompok itu.
Dan memang selalu yang dikorbankan adalah pihak Kristiani.

RN: Padahal tentara/polisi sudah ditetapkan di sana. Saya tidak habis
pikir mereka ngapain aja (mengapa saja,red.) kalau begitu?

JT: Ya, jadi perlu diketahui aparat keamanan di Poso itu ditempatkan
hampir setiap tiga kilometer ada pos. Itu sangat tidak masuk akal
kenapa masih terjadi aksi-aksi sedemikian.

RN: Atau jangan-jangan mereka juga terlibat kali?

JT: Saya kurang berani untuk mengatakan itu. Tetapi bagaimana ya
dalam kenyataan bahwa ada aparat kok tidak bertindak. Ini jadi tanda
tanya.

RN: Pak Jimmy, kan kemarin Ibu Megawati dalam pidato kenegaraan di ST
MPR menyebutkan bahwa situasi keamanan berangsur pulih. Terutama
disebut Poso sudah pulih, tapi nyatanya tidak. Anda puas dengan Mega
dan Hamzah?

JT: Saya kira itu memang bahasa yang terlalu klise. Itu tidak benar.
Dua bulan terakhir ini Poso bukannya pulih, malah terasa semakin
hangat suasananya, terasa semakin panas. Itu (pulih: red) tidak benar.
Laporan
yang tidak benar sama sekali.

RN: Jadi Anda puas dengan Mega-Hamzah atau tidak?

JT: Saya kecewa kalau pemerintah mengungkapkan itu di  depan publik.
Seharusnya transparan apa yang terjadi di daerah. Dan kami sungguh-sungguh
sudah sangat merasa frustrasi sebetulnya. Kami sudah berusaha dengan sekuat
tenaga untuk mendamaikan Poso. Masyarakat Poso mau damai. Kok ada
orang-orang lain yang mau terus membakar api-api perpecahan di Poso.

Demikian pastur Jimmy Tumbelaka.

Sumber : Warta Berita - Radio Nederland, 12 Agustus 2002


Kirim email ke