~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
     [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~

September 30, 2002
Abu Bakar Ba'asyir: MMI Siap Jihad Tegakkan Syariat Islam
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Amirul Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Abu Bakar Ba'asyir yang dituduh AS
sebagai gembong teroris, menegaskan bahwa organisasinya siap berjihad demi
tegaknya Syariat Islam. "Majelis Mujahidin berkeinginan membantu memperbaiki
umat di Indonesia dan dunia dengan menegakkan Syariat Islam.

Jika kepentingan itu diganggu, kita akan membela diri dengan jihad,'' kata
Ba'asyir seusai menghadiri acara tablig akbar dan pelantikan tiga Pengurus
Daerah Majelis Mujahidin Sumsel, di Palembang, Minggu (29/09).

Di sisi lain, Ba'asyir mengajak umat Islam di Indonesia untuk bersatu.
Jangan berselisih meski pun ada perbedaan yang kecil-ke-cil. "Guna
menyelamatkan negara dan bangsa ini, umat Islam bersatu dengan menjalankan
Syariat Is-lam," katanya.

Dia juga mengatakan, Islam akan selalu hidup berdampingan secara damai
dengan orang-orang kafir, selama mereka tidak mengganggu kepentingan Islam.
Sedangkan soal tuduhan AS, dia menyatakan itu merupakan salah satu bentuk
upaya memusuhi Islam, oleh kare-na itu pejabat negara jangan sampai
terpancing ikut-ikutan memusuhi agama mayoritas di Indonesia itu.

"Saya mengharap pemerintah In-donesia mewaspadai adanya usaha fitnah
pemerintahan 'kafir' Ameri-ka, karena mereka memandang Islam menjadi
kekuatan yang me-ngancam peradaban mereka, sete-lah jatuhnya kekuatan
komunis-me," kata Ba'asyir, kepada pers, di Asrama Haji Palembang. "Dalam
kondisinya ini sebaiknya peme-rintah Indonesia berpihak rakyat-nya yang
mayoritas Muslim," tam-bahnya.

Menurut Ba'asyir, pemerintah Amerika Serikat saat ini tengah memancing
pemerintah Indonesia untuk memusuhi Islam. "Jadi, saya berharap kita jangan
terpancing membantu Amerika untuk memu-suhi Islam. Mungkin sikap ini tidak
terasa atau disadari. Jadi, kita ha-rus waspada," katanya.

Menyangkut pernyataan yang dilontarkan mantan presiden, KH Abdurahman Wahid
(Gus Dur), yang menyatakan dia teroris dan harus segera ditangkap, menurut
Abu Bakar, tidak perlu ditanggapi karena saat mengucapkan kalimat itu,
mungkin Gus Dur sedang ku-mat sakit.

Menurutnya, kalimat fitnah tidak semestinya diucapkan oleh seorang Muslim
seperti Gus Dur yang men-jadi panutan umat Islam. Tuduhan teroris tidak
berdasar dan tidak ada bukti, untuk itu pihaknya akan melakukan upaya hukum
menun-tut pihak-pihak yang terlibat me-nyebarkan fitnah tersebut, ka-tanya.

Menurut Ba'asyir, kegiatan yang dilakukan lembaga yang dipimpin-nya Itu,
tidak ada kaitannya de-ngan jaringan teroris seperti ditu-duhkan AS. Silakan
saja menga-wasi seluruh kegiatan MM dan pon-dok pesantren Al Mukmin tempat
ia beraktivitas, tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, katanya. Ia
menga-takan, orang kafir memang senang menyebar fitnah dan menciptakan
permusuhan, namun selagi belum menggunakan fisik ia tidak takut diberi label
macam-macam.

BANTAH

Pada bagian lain, Abubakar Ba'asyir membantah kabar akan menggugat Perdana
Menteri (PM) Malaysia Mahathir Muhammad sehubungan perkembangan pe-nangkapan
tokoh Jemaah Islami-yah (JI) Min Wan Mat. Ba'asyir juga membantah telah
dibuntuti Dinas Rahasia AS (CIA).

Bantahan ini disampaikan oleh Irfan S Awas, Ketua Lajnah Tan-fidziyah
Majelis Mujahiddin Indo-nesia, di Asrama Haji Palembang, Minggu (29/09).
Bahkan kubu Ba'asyir akan melakukan somasi terhadap media yang
memberi-takannya. "Beliau (Abu Bakar Ba'asyir, red) tidak pernah mengatakan
itu," kata Irfan (maksudnya rencana menggugat, red). Selain pembe-ritaan
rencana gugatan tersebut, Irfan juga membantah pemberitaan yang mengatakan
Abu Bakar Ba'asyir selalu dibuntuti intel In-donesia atau CIA.(ant/dtc)
http://www.hariankomentar.com/hl001.html



Kirim email ke