~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
     [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Salam Sejahtera,

Eskol Netters yang terkasih,
Berikut kami sampaikan Pernyataan KWI sehubungan dengan Peledakan Bom
di Bali. Silahkan merenungkan dan mengenyamnya.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Tuhan memberkati

Redaksi Eskol-Net
=============

PERNYATAAN KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA
SEHUBUNGAN DENGAN PELEDAKAN BOM DI BALI

Dengan kesedihan yang sangat mendalam, kami atas nama Konferensi Waligereja
Indonesia, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya mereka yang terkena
ledakan bom di Kuta  Bali, pada hari Sabtu malam tanggal 12 Oktober 2002.

Semoga Tuhan menerima arwah mereka dan memberi kekuatan kepada sanak
keluarga yang ditinggalkan sehingga tabah dalam menanggung seluruh derita
ini.
Kami juga ikut berprihatin dengan mereka yang masih menderita karena luka
yang diakibatkan oleh bom yang sama. Semoga derita ini segera berlalu dan
mereka lekas sembuh serta dapat melakukan kegiatan lagi.

Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada siapa saja yang
telah berusaha memberikan pertolongan kepada para korban. Semoga usaha baik
itu diberkati oleh Tuhan dan diberi  imbalan sesuai dengan kemurahan-Nya.

Melalui kesempatan ini pula, dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami
menolak tindakan keji yang dilakukan oleh mereka yang merencanakan dan
melaksanakan pengeboman ini. Ini sungguh keji, karena dilakukan dengan
persiapan cermat, diletuskan dengan tiba-tiba dan membawa kematian bagi
mereka yang tidak secara  jelas disebut sebagai sasarannya.  Tindakan ini
sungguh tindakan yang melawan Sang Pencipta sendiri, karena Sang Pencipta
mencintai manusia dan kehidupan, sedangkan pengeboman ini merenggut
kehidupan dan mencelakakan manusia, makluk yang dicintai-Nya.

Kami juga mendesak pemerintah dan semua aparatnya untuk lekas menemukan
mereka yang merencanakan  dan melakukan tindakan keji ini, menghukum mereka
sehingga tindakan jahat seperti pengeboman di Bali dan tempat-tempat lain
tidak lagi terjadi  di Indonesia. Bila usaha itu dianggap sulit untuk
dilakukan sendiri, hendaknya tidak segan-segan menjalin kerjasama dengan
siapa saja yang dapat melakukannya secara profesional. Hal yang sama kami
usulkan kepada pemerintah agar dalam bertindak,  benar-benar mencari
kenyataan, karena berdasar kenyataan itu, kita akan dapat memperbaiki yang
jelek di negeri ini. Kami berharap agar pemerintah tidak menghabiskan waktu
dan pikiran untuk bersilang pendapat sehingga  malah memberi kesan
menutup-nutupi kebenaran.

Kami mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk melihat
kejahatan ini sebagai kejahatan manusia melawan kemanusiaan, tidak
menyangkutkannya dengan agama yang dianut oleh pelakunya atau dengan
kelompok dari mana mereka berasal. Ini juga merupakan persoalan bangsa kita
bersama dan bukan hanya masalah salah satu kelompok di dalam masyarakat.

Akhirnya kami mengajak umat katolik Indonesia untuk tidak terpancing oleh
roh perpecahan dan kebencian, yang bekerja melalui berita-berita yang tidak
berdasar dan uraian-uraian yang tidak bertanggung jawab.  Tetapi
sebaliknya, bersama dengan saudara-saudara sebangsa dan setanah air ikut
berusaha mencari jalan bagi masyarakat Indonesia, supaya  dapat lekas
keluar dari kemelut yang selama ini tak henti-henti menderanya.

Semoga Berkat dan Rahmat Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang senantiasa
melimpah bagi kita semua.
Jakarta, 13 Oktober 2002

Konferensi Waligereja Indonesia,

Kardinal Julius Darmaatmadja, S.J.
Ketua

Mgr. Ignatius Suharyo
Sekretaris Jendral




Kirim email ke