~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
     [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sejarah Cronologie Gereja Masehi Advent di Desa Muktisari Kec. Langensari,
Kotip Banjar, Kab. Ciamis Jawa Barat.

* Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Langensari sudah ada jauh sebelum
tahun 1993.
Gereja tersebut dimulai sekitar tahun 1940 pada zaman penjajahan Belanda
namun pada tahun 1942 Gereja Advent tidak aktif karena perang Belanda dan
Jepang.

* Tahun 1945, setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, Gereja tersebut bisa
aktif kembali dan bertempat di Cikembang (Tambakreja) Lekbok, waktu itu
masih termasuk Kec. Banjar, Kab. Ciamis.

* Tahun 1968, tempat kebaktian pindah ke Langensari Kec. Banjar bertempat
di rumah Sdr. Yacobus, pur. ABRI - AD di Langensari desa Muktisari

* Tahun 1970, jemaat membeli sebidang tanah terletak di RT. I/RW. V. di
dusun Sidamukti, desa Muktisari, Kec. Langensari depan stasion Kereta Api
Langen yang berukuran 6x12 m, berdinding bambu beratap genting dan waktu itu
belum ada peraturan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) karena pada saat itu
belum ada kecamatan di daerah Langensari. Dan pada umumnya bangunan-bangunan
di daerah itu belum ada IMB.

* Bangunan yang telah berusia kurang lebih 23 tahun itu telah rusak dan
tidak sesuai lagi dengan kelayakan bangunan untuk tempat peribadatan, maka
pada tanggal 22 Pebruari 1993 dan dirivisi ulang pada tanggal 6 Januari 1997
setelah mendapatkan izin dari tetangga dan Kepala Desa, para pengurus gereja
tersebut sepakat merenofasi atau membangun kembali bangunan yang telah rusak
dengan mengikuti prosedur yang berlaku, seperti Surat Pernyataan tidak
berkeberatan dari masyarakat sekitar gereja termasuk RT. dan RW., Kepala
Desa dan Camat.

Namun setelah bangunan tersebut mencapai kurang lebih 40% ada salah satu
oknum yang secara kusak kusuk dan diam-diam mendatangi tetangga gereja serta
mengajak camat baru, dan beberapa ajengan serta Ketua MUI setempat untuk
tidak setuju pada adanya bangunan Gereja tersebut dengan alasan yang tidak
dimengerti.

* Akibat dari kejadian tersebut, renovasi pembangunan tempat peribadatan
itu terlambat hampir 2 1/2 tahun.




Kirim email ke