~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
     [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~

October 22, 2002
Gereja Dibom di Filipina, Satu Tewas
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ledakan yang berasal dari bom yang dimasukkan di dalam rangka sepeda,
terjadi di depan sebuah Ge-reja Katolik, Minggu (20/10) lalu, di Zamboanga.
Dalam insiden ini, seorang anggota Marinir Filipina tewas dan 16 lainnya
cedera, ter-masuk dua remaja usia 13 tahun dan balita satu tahun. Korban
ke-banyakan adalah pedagang kaki lima yang berjualan di dekat kapel.
Demikian yang disampaikan CNN, kemarin (21/10).

Menurut para saksi mata, pele-dakan itu terjadi sekitar pukul 08.00 malam
waktu setempat, tak lama setelah misa selesai. "Ini jelas-jelas satu
tindakan teror yang mengeri-kan," ungkap Clara Lobregat, Wa-likota Zamboanga
City yang mayo-ritas penduduknya beragama Ka-tolik ini.

Pihak berwajib mengatakan bah-wa seorang pria berusia 34 tahun, yang
dilarikan ke rumah sakit, diduga sebagai pengendara sepeda itu. Dan mereka
berencana untuk memintai keterangan kepadanya. Karena mereka menemukan sisa
bahan peledak di dalam rangka sepeda. Meski demikian, tidak ada yang mengaku
bertanggung jawab dalam peristiwa ini.

Selama satu pekan, Filipina su-dah empat kali dihajar oleh teror pemboman.
Dan kejadian di depan gereja di Zamboanga City yang di-bangun oleh Spanyol
tahun 1700-an ini, merupakan yang insiden bom ketiga. Karena pada Kamis lalu
terjadi dua ledakan di daerah pu-sat perbelanjaan yang menewas-kan tujuh
orang dan mencederai 160 lainnya.

Yang disayangkan, hujan keras yang mengguyur kota itu setelah terjadi
peledakan, telah meng-ganggu investigasi. Sekitar satu setengah jam setelah
ledakan per-tama, polisi menerima laporan adanya ledakan kedua, tapi
ter-nyata laporan itu palsu.

Para saksi mata mengatakan ke-pada polisi bahwa sebelum leda-kan terjadi,
mereka melihat seo-rang pria mengendarai sepeda de-ngan tas plastik yang
digantung di rangka sepeda menuju ke depan kapel. Kemudian ia membeli
se-buah lilin dan meminta seorang pedagang untuk menjaga sepeda-nya.
Alasannya karena ia akan memasang lilin yang akan dipakai di dalam kapel.

Sementara itu, para pejabat mi-liter mengatakan bahwa serangan Kamis (17/10)
pekan lalu, adalah tindakan teror Abu Sayyaf, yang memiliki hubungan dengan
jari-ngan teroris Osama bin Laden. Para pejabat Filipina juga menje-laskan
bahwa bom-bom tersebut memiliki peralatan yang biasanya dipakai oleh
kelompok ekstremis Muslim. Sedangkan ledakan pada pada Jumat (18/10) malam,
telah menghancurkan sebuah bus yang penuh penumpang di Manila.

Dan menewaskan dua orang dan melu-kai 19 lainnya. Dalam kejadian ini, tidak
seorang pun yang mengaku bertanggung jawab. Tapi seorang pejabat pemerintah
memastikan bahwa ledakan itu merupakan tindakan para teroris. Berkaitan
dengan kasus ini, maka pe-merintah meningkatkan keadaan siaga di seluruh
Manila.(cnn/awin)
http://www.hariankomentar.com/lf001.html


Kirim email ke