|
"Kudus dalam Pelayanan"
``````````````````````````````````````
Salah satu keistimewaan Alkitab ialah kejujurannya dalam mengungkapkan kondisi manusia yang sesungguhnya. Tidak ada Kitab suci di dunia ini yang se-jujur Alkitab dalam mengungkapkan fakta-fakta keberdosaan manusia. Justru tragis kalau suatu kitab suci tidak mengungkapkan kenyataan sebenarnya dalam realitas kehidupan manusia. Kali ini kita coba melihat kenyataan dalam kisah Daud (seorang hamba Tuhan) yang melakukan perbuatan keji di hadapan Tuhan dengan mengambil isteri Uria (Batsyeba) dengan cara yang licik (2 Samuel 11). Akhirnya Tuhan menegur Daud (melalui Nabi Natan) dengan mengatakan: "Malapetaka akan Ku-timpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri..." (2 Sam 12: 11). Selain itu, ada malapetaka yang lain yaitu anaknya yang lahir dari Batsyeba akan mati. Daud pun menyesal dan bergumul dengan dosa yang ia lakukan. Ia pun mengakui dosanya, ia memohon kepada Tuhan agar anaknya hidup, ia berpuasa, dan semalaman berbaring di tanah. Namun anak itu pun akhirnya meninggal. Dampak lebih lanjut dari kejatuhan Daud ialah kisah Amnon bin Daud yang memperkosa adiknya sendiri (Tamar). Absalon membunuh Amnon (2 Sam: 13). Absalom (putra Daud sendiri) mau merebut tahta raja Daud, hingga Daud melarikan diri dari Jerusalem. (2 Sam 15); dan Daud dikutuki oleh Simei dari suku Benyamin (2 Sam 16). Selain dampak fisik maupun psikologi, dampak kejatuhan Daud juga nyata atas pelayanannya. KIta bisa melihat di Mazmur: 51: 11-17 sebagai berikut: “Maka aku akan mengajarkan jalanMu kpd org2 yg melakukan pelanggaran, supaya org2 berdosa berbalik kpd-Mu.” Setelah berbuat dosa Daud tidak sanggup lagi mengajarkan jalan Tuhan, atau mempertobatkan orang berdosa. “maka lidahku akan bersorak-sorai membrtkan keadilan-Mu” Rupanya setelah jatuh dalam dosa, Daud juga merasakan tidak sanggup lagi memberitakan keadilan Tuhan. “Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu” Bibir Daud pun terasa terkunci, tidak sanggup lagi untuk memberitakan puji-pujian kpd Tuhan. Apa yang bisa kita petik dari kisah Daud
ini? Tampak jelas bahwa perbuatan jahat atau dosa yang dilakukan oleh
hamba-hamba atau pelayan-pelayan Tuhan (entah itu kelihatan maupun
tersembunyi) akan berdampak buruk luar biasa terhadap dirinya sendiri, terhadap
relasi dalam keluarganya, terhadap orang lain, bahkan terhadap pelayanannya.
Oleh karena itu, betapa pentingnya kita harus menjaga kekudusan hidup kita di
hadapan Tuhan. Semoga Tuhan Yesus menolong kita. Amin.
(Augus/15/3/03) |
