~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
[EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Senin, 17 Nopember 2003
Perusakan Pondok Nabi Baleendah Bandung
Bandung [Eskol-Net]
Pada tanggal 14 November 2003 sekitar pk.13.00 WIB (sehabis Sholat Jumat,
red), tempat perkumpulan sekte Pondok Nabi pimpinan Pdt. Mangapin Sibuea
yang terletak di Jl. Siliwangi 75 Baleendah, Bandung diserang oleh sekitar
200 orang. Massa yang melakukan penyerangan warga masyarakat dari RW 10/RW 8
Kampung Cigado, Kel. Baeendah, Kec. Bandung.
Peristiwa penyerangan ini berawal dari datangnya anak Pdt. Mangapin (Weny)
dan beberapa anggota sekte (15 orang), yang bermaksud mengambil
barang-barang yang masih tertinggal pada saat peng-evakuasian. Masyarakat
sekitar mengira mereka akan menggunakan kembali tempat tersebut untuk
beribadat. Massa melakukan penyerangan dengan terlebih dahulu memotong
police line yang dipasang petugas keamanan. Kemudian massa merusak pagar,
mendobrak pintu dan mengobrak-abrik tempat tersebut serta isi ruangan
diporak-porandakan.
Akibat penyerangan ini, di dalam ruangan tampak lembaran triplex, potongan
kayu kaso yang berserakan di lantai jadi satu dengan pakaian dan selimut
jemaat. Selain itu terlihat poster dan tulisan di Pondok Nabi yang isinya
penolakan warga akan kehadiran ajaran Pdt. Mangapin Sibuea yang di nilai
menyesatkan dan meresahkan warga sekitar. Salah satu dari tulisan tersebut
ditujukan pada aparat terkait yang isisnya : "Bangunan Gereja Pondok Nabi
ini harap dibongkar sampai batas akhir Desember 2003, jika tidak kami warga
RW 10 yang akan mengambil tindakan".
Setelah melakukan penyerangan ke Pondok Nabi, massa yang datang dari arah
Dayeuhkolot dan Majalaya ini kemudian bermaksud merusak sebuah rumah yang
dijadikan asrama jemaat, tetapi oleh pengurus RW beserta aparat keamanan
Polsek Baleendah mencegah dan menghalau mereka, sehingga massa
berangsur-angsur membubarkan diri sekitar Pk. 14.00 WIB.
Menurut Kapolsek Baleendah AKBP Fama Dachi didampingi Kanit Resintel Bripka
Agus Suherman, dalam aksi perusakan tersebut tidak ada warga yang ditahan,
sebab tidak ada yang melakukan penjarahan dan sifatnya spontan. Kapolsek
AKBP Fama Dachi juga mengatakan bahwa anggota sekte Pondok Nabi mengambil
barang-barang sudah dapat ijin dari petugas, sehingga serangan massa tidak
diduga
sebelumnya. (eskol-net)