~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
[email protected]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hot Spot: Selasa, 25 Oktober 2005
Harian FAJAR Edisi : Selasa, 18 Oktober 2005
WARGA RUSAK RUMAH IBADAH
Kapolda :
Pasti Ada Tersangka
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
MAKKASSAR - Kasus pengrusakan rumah ibadah di Kabupaten Takalar, Minggu 16
Oktober malam, sedang diusut penyidik Polres Takalar. Bahkan sejumlah warga
yang ditengara ikut dan mengetahui aksi pengrusakan rumah ibadah tersebut,
tengah diperiksa sebagai saksi.
Namun demikian, hingga, Senin 17 Oktober kemarin, belum ada yang ditetapkan
sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Saleh Saaf yang dikonfirmasi, Senin 17 Oktober
kemarin, membenarkan kasus pengrusakan rumah ibadah di Kabupaten Takalar.
Pelakunya, kata Saleh Saaf, diperkirakan sekitar 150 orang dan itu terjadi
saat warga pulang dari salat tarawih.
Atas kejadian tersebut, ada beberapa bagian rumah ibadah tersebut rusak. Tak
ada korban dalam peristiwa tersebut. Hanya beberapa bagian rumah ibadah itu
mengalami kerusakan, diantaranya, kaca jendela, pintu, meja, serta beberapa
bagian lainnya.
"Memang ada pengrusakan. Namun demikian tidak sampai terjadi pembakaran
karena petugas bisa mengatasinya sehingga kasus tersebut tidak berkembang,"
tandasnya.
Apa motif dibalik pengrusakan rumah ibadah tersebut? Menurut perwira tinggi
Polri ini, sebelum aksi pengrusakan itu terjadi, warga di sekitar lokasi
beberapa kali melayangkan protes atas berfungsinya rumah ibadah tersebut.
Mengingat rumah ibadah itu, dulunya hanyalah kediaman pribadi.
Namun demikian, belakangan setelah rumah tersebut kosong, ada yang
mengalihfungsikannya menjadi rumah ibadah. Dan rata-rata jemaahnya, orang
dari luar.
Kemungkinan sambung jenderal dua bintang ini, warga setempat tak menerima
dialihfungsikannya rumah pribadi menjadi rumah ibadah itulah yang
memunculkan aksi protes. Puncaknya, ketika terjadi pengrusakan yang
dilakukan ratusan warga, Minggu malam lalu.
Atas terjadinya aksi pengrusakan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa pihaknya
akan melakukan pengusutan dan akan menindak tegas pelakunya.
"Karena ini adalah kriminalitas dan ada aksi pengrusakan, jelas tersangkanya
ada. Cuma sekarang pemeriksaan masih dilakukan dan tersangka dalam kasus
ini, belum ditetapkan. Tapi yang jelas ada tersangkanya," kunci Saleh Saaf.
(ars-mks)
*************************************************************************************************
Satu tangan tak kuasa menjebol 'penjara ketidakadilan'.
Dua tangan tak mampu merobohkannya.
Tapi bila satu dan dua dan tiga dan seratus dan seribu tangan bersatu,
kita akan berkata, "Kami mampu!"
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
*************************************************************************************************
Redaksi Eskol-Net menerima informasi/tulisan/artikel yang relevan.
Setiap informasi/tulisan/artikel yang masuk akan diseleksi dan di edit
seperlunya.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan masukan harap
menghubungi
Redaksi Eskol-Net <[email protected]>
*************************************************************************************************