~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Layanan Informasi Aktual
[email protected]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hot Spot: 05 Desember 2005
Senin, 05 Desember 2005
Terpaksa Beribadat di Tempat Terbuka
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tangerang, Kompas - Ratusan orang jemaat Kristen Protestan dari lima gereja,
Minggu (4/12), beribadat di tempat terbuka di atas tanah milik Sekretariat
Negara di Desa Bencongan, Curug, Kabupaten Tangerang.
Hal ini terjadi karena kelima gereja mereka, Rabu pekan lalu, dibongkar
paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang karena berdiri
tanpa izin dan berada di tanah milik Sekretariat Negara (Setneg). "Sabtu
kemarin warga juga mulai membongkar mushala sendiri," kata Dohar Simamora,
seorang anggota jemaat Gereja Pentakosta Haleluyah Indonesia (GPHI).
Mushala yang dimaksud juga berdiri di atas lahan milik Setneg dan Rabu pekan
lalu rencananya juga turut dibongkar. Namun, pembongkaran mushala saat itu
tidak jadi dilaksanakan. Kemarin, atap mushala itu sudah hilang. Namun,
dindingnya yang bercat hijau terlihat masih relatif utuh, tidak seperti lima
gereja yang sudah rata tanah.
Oleh karena gedung gerejanya sudah dibongkar, sekitar 70 anggota jemaat
GPHI, kemarin, beribadat di bawah tenda biru yang didirikan di bekas lokasi
gereja. "Sedih rasanya harus beribadat seperti ini," kata Tohang, anggota
jemaat GPHI.
Meskipun demikian, Tohang tetap tampak khusyuk beribadat. Sambil menggendong
anaknya, Andreas (enam bulan), dia ikut berdoa dan bernyanyi sesuai dengan
iringan bunyi band.
Aprolida, anggota jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) juga
terlihat khusyuk berdoa bersama dengan sekitar 150 anggota jemaat di tenda
lain. Jika jemaat GPHI beribadat dalam tenda sendiri, kemarin, jemaat GKPI
beribadat bersama dalam satu tenda dengan jemaat Gereja Bethel Indonesia
(GBI) dan Gereja Pentakosta Indonesia (GPI).
Sementara itu, sekitar 50 anggota jemaat Gereja Huria Kristen Batak
Protestan (HKBP), yang gedung gerejanya juga dibuldoser, beribadat tanpa
memakai tenda.
Pendeta L Purba dari GBI, mengaku belum punya solusi atas masalah ini. "Kami
belum punya dana untuk membangun gereja baru," kata Purba. (NWO)
http://kompas.com/kompas-cetak/0512/05/metro/2267726.htm
*************************************************************************************************
Satu tangan tak kuasa menjebol 'penjara ketidakadilan'.
Dua tangan tak mampu merobohkannya.
Tapi bila satu dan dua dan tiga dan seratus dan seribu tangan bersatu,
kita akan berkata, "Kami mampu!"
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
*************************************************************************************************
Redaksi Eskol-Net menerima informasi/tulisan/artikel yang relevan.
Setiap informasi/tulisan/artikel yang masuk akan diseleksi dan di edit
seperlunya.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan masukan harap
menghubungi
Redaksi Eskol-Net <[email protected]>
*************************************************************************************************