************************
Layanan Informasi Aktual
[email protected]
************************
Spot News: Sabtu, 24 Desember 2005
Penutupan Gereja Sungai Yordan Rengasdengklok dan GBIS Okumene Bandung
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bandung, Eskol-Net:
Selama periode akhir November hingga Desember 2005 ini telah terjadi
beberapa kasus penutupan Gereja, diantaranya Gereja Sungai Yordan
Rengasdengklok dan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Okumene Bandung.
Penutupan Gereja Sungai Yordan Rengasdengklok
----------------------------------------------------
Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 20 November 2005 sekitar Pk. 19.00
WIB saat jemaat sedang melakukan ibadah. Pada saat itu Gereja yang berlokasi
di Jl. Raya Rengasdengklok, Karawang ini didatangi sekelompok massa yang
berjumlah sekitar 30 orang yang dipimpin oleh Hj. Endam (Mantan Ketua MUI
Rengasdengklok). Massa langsung masuk ke ruangan ibadah tanpa pemberitahuan
dan menghentikan kebaktian yang sedang berlangsung. Massa juga meminta
kepada sekitar 50 orang anggota jemaat agar segera membubarkan diri. Jemaat
pun akhirnya membubarkan diri dengan tenang tanpa perlawanan.
Hj. Endam berikut dengan massanya kemudian menyampaikan kepada Majelis dan
Gembala Sidang perihal penutupan tempat ibadah yang digunakan saat itu.
Menurut sumber Eskol-Net, peristiwa ini bukanlah yang pertama. Sekitar 2
(dua) tahun lalu juga pernah terjadi peristiwa serupa.
Untuk menghindari konflik dan menjaga agar situasi tetap kondusif, saat ini
jemaat Gereja Sungai Yordan terpaksa beribadah dengan menyewa tempat di
sebuah hotel di Karawang. Tentu saja hal ini menjadi persoalan tersendiri,
selain biaya transportasi yang bertambah juga biaya penyewaan tempat yang
cukup mahal untuk ukuran jemaat setempat.
Penutupan GBIS Okumene Bandung
-------------------------------------
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 6 Desember 2005. Ketika itu Pemerintah
Kota Bandung, Kecamatan Batununggal, Kelurahan Gumuruh mengeluarkan Surat
Peringatan yang ditujukan kepada Pdt. Yacob sebagai Gembala Sidang GBIS
Okumene yang berlokasi di Jl. Terusan Leo No. 7, Bandung. Adapun surat
peringatan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari laporan Ketua RT 10 -
RW 09 yang merasa keberatan dengan adanya kegiatan ibadah di lokasi
tersebut.
Sebelum surat peringatan tersebut dikeluarkan, pihak Kelurahan Gumuruh telah
memanggil dan menganjurkan agar Pdt. Yacob meminta ijin kembali kepada warga
setempat dengan disertai daftar nama dan ditandatangani oleh warga serta
diketahui oleh RT dan RW setempat.
Tetapi pada kenyataannya, setelah melakukan berbagai macam upaya seperti
yang dianjurkan, pihak RT tetap mendesak agar kegiatan peribadatan GBIS
Okumene di Jl. Terusan Leo No. 7, Bandung tersebut dihentikan sampai kurun
waktu yang tidak dapat ditentukan.
Hingga saat ini belum ada keputusan ataupun perundingan yang dapat
memberikan solusi bagi jemaat GBIS Okumene Bandung tersebut.
Info Terkini
------------
Sementara itu Redaksi baru saja menerima informasi bahwa Gereja Pantekosta
di Indonesia (GPdI) Gading Tutukan Soreang juga telah ditutup. Selain itu
Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ranca Ekek diancam akan didemo dan
ditutup dalam ibadah Natal besok.
Dengan berbagai peristiwa penutupan ini, maka bertambah panjang pula deretan
gereja-gereja yang ditutup di negara Republik Indonesia ini. Kapankah hal
ini akan berakhir??? Mohon tetap dukung di dalam doa khususnya bagi
jemaat-jemaat yang mengalami masalah. [Eskol-Net]
*************************************************************************************************
Satu tangan tak kuasa menjebol 'penjara ketidakadilan'.
Dua tangan tak mampu merobohkannya.
Tapi bila satu dan dua dan tiga dan seratus dan seribu tangan bersatu,
kita akan berkata, "Kami mampu!"
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
*************************************************************************************************
Redaksi Eskol-Net menerima informasi/tulisan/artikel yang relevan.
Setiap informasi/tulisan/artikel yang masuk akan diseleksi dan di edit
seperlunya.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan masukan harap
menghubungi
Redaksi Eskol-Net [email protected]
*************************************************************************************************