*\/**\/**\/**\/**\/**\/*
  S  E  L  A  M  A  T
HARI  NATAL 1998
           DAN
TAHUN BARU 1999
*+**+**+**+**+**+*

Syalom,

Rekan Eskol-Netters sekalian, Redaksi menerima laporan perusakan di Bekasi
Tgl 19 Des 98 lalu.
Laporan ini dikirim oleh salah satu rekan Eskol-Netter. Biarlah laporan ini
juga dapat disebarluaskan dan dijadikan pokok doa bagi kita sekalian.


Redaksi Eskol-Net
---------------------

KRONOLOGIS PERUSAKAN GEREJA
DI BEKASI 19 DESEMBER 1998


PAROKI SANTA KLARA
BEKASI UTARA
Sekretariat: Ruko Taman Wisma Asri Blok T No. 4-6. Telep. 885.4987

LAPORAN KEJADIAN
PENGRUSAKAN SEKOLAH DAN TEMPAT IBADAT
DI PONDOK UNGU PERMAI (PUP)

Catatan:
1. TK-SD-SLTP Flora II adalah sekolah yang dibangun di PUP Blok B-26
oleh Yayasan Stella Maris, milik Keluarga Katolik Parera da Gomez.
2. Sudah tiga bulan ini umat katolik Wilayah Anastasia PUP
menyelenggarakan Perayaan Ekaristi di ruang �serba guna� sekolah ini,
tiap Minggu III.
3. Ruang tersebut juga sering digunakan untuk kegiatan mudika wilayah
Anastasia: latihan kor, pertemuan muda-mudi.
4. Juga pernah dipinjam oleh jemaat Gereja Pentakosta (jemaat orang tua
murid) (perayaan Natal).
5. Data waktu selalu sekitar.

Kronologi Kejadian Pengursakan, Sabtu 19-12-1998
1. Sekitar pukul 21.00 terjadi konsentrasi massa yang cukup besar di
Pondok Sani, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Bekasi Barat, sekitar 5 km
dari Pondok Ungu Permai. Terdengar celoteh antara lain �gereja, gereja.�
2. Dari Pondok Sani massa bergerak ke utara, kemudian ke timur, ke arah
Ruko Taman Harapan Baru (THB), dan merusak tempat-tempat ibadat kristen
di kompleks ruko THB, termasuk tempat ibadat umat katolik Stasi
Albertus, Paroki Kranji (Laporan lebih rinci dibuat oleh Pengurus Stasi
Albertus).
3. Sekitar pukul 21.45 berita tentang pengrusakan tempat ibadat di Ruko
THB terdengar oleh pengurus wilayah Anastasia PUP yang sedang berkumpul
di rumah Ketua Wilayah. Ketua wilayah mengontak para pengurus wilayah
dan lingkungan. Juga mengontak anggota Sispandu yang biasa menjaga
keamanan kalau ada kegiatan gereja katolik di wilayah PUP. Anggota
Sispandu langsung mengontak anggota Sispandu yang lain, dan menghubungi
Polsek setempat. Diperoleh informasi bahwa anggota Polsek sudah
diturunkan ke lapangan menanggapi aksi pengrusakan. Juga diusahakan
patroli ke Flora II. Informasi yang meyakinkan: situasi PUP aman.
4. Ternyata massa terus bergerak; dari THB mereka masuk ke PUP. Sekitar
pukul 22.30 massa merusak GBI Shalom di kompleks Ruko PUP: melempari
kaca-kaca bangunan. Aksi pengrusakan tidak berlangsung lama karena warga
sekitar segera keluar dan menghalau massa. Massa perusuh berhambur ke
beberapa jurusan.
5. Pukul 24.00 massa perusuh menyerbu Flora II, melakukan pengrusakan
dan pembakaran. Mereka merusak gerbang besi, menghancurkan genteng,
berusaha merobohkan pergola (bangunan depan; hanya sampai miring),
memecahi kaca-kaca jendela di semua kelas, melempari genteng. Juga
mengeluarkan bangku, meja, kursi, lemari dan rak dari ruang kantor dan
kelas-kelas, lalu membakarnya di halaman sekolah.
6. Polisi yang berpatroli ke arah Flora II dicegat massa perusuh dan
dilempari batu, lalu kembali.
7. Dalam waktu singkat warga masyarakat sekitar keluar, menyerbu ke
Flora II, menghalau massa perusuh dan memadamkan api.
8. Bersama masyarakat datang juga beberapa pengurus wilayah St.
Anastasia PUP. Sesudah menyaksikan kejadian, Ketua Wilayah segera
mengontak pastor paroki: melapor sekaligus mengantisipasi kemungkinan
pembatalan misa Minggu pagi yang direncanakan di �ruang serba guna�
Flora II. Akhirnya misa Minggu pagi di PUP memang dibatalkan.
9. Datang mobil patroli polsek  membawa pasukan (1 mobil patroli penuh
dengan personel). Bersama mereka datang juga satu truk pasukan anti
huru-hara.
10. Pukul 24.45 beberapa pengurus wilayah lain masuk ke halaman Flora
II. Api masih membara di tumpukan bangku-lemari yang dibakar. Untuk
menghindari kemungkinan api menyala lagi karena tiupan angin, bara api
dipadamkan dengan guyuran air yang diambil dari sumur sekolah.
11. Barang-barang yang bisa diselamatkan dikumpulkan dan diamankan di
kantor: buku pelajaran, rapor, peralatan misa, dan lain-lain. Pengurus
wilayah juga mengadakan pemeriksaan keliling untuk melihat dan mencatat
kerusakan yang terjadi. Ruang yang mendapat perhatian pertama adalah
ruang yang sudah disiapkan untuk misa. Ternyata masih utuh: altar,
mimbar, dan lain-lain yang sudah dihias tampak tak terjamah. Hanya
beberapa deret kursi berantakan, tiang corona Adven roboh karena
lemparan batu dan kayu dari luar. Tampaknya perusuh tidak sampai masuk
ke ruang ini.
12. Pukul 01.00 gereja HKBP di PUP Blok G-14 mengalami pengrusakan dan
pembakaran: Kursi, mimbar, organ, kipas angin, dikeluarkan dan dibakar
di depan gereja, menimbulkan kobaran api yang cukup tinggi. Mobil
patroli polisi dan truk pasukan PHH yang tadi datang ke Flora II
langsung pergi ke kompleks gereja HKBP. Juga datang 2 unit mobil pemadam
kebakaran.
13. Sementara melakukan pengrusakan dan pembakaran di HKBP terdengar
teriakan-teriakan bahwa sasaran berikut adalah GPIB di Blok AM. Gereja
ini akhirnya selamat karena langsung dijaga patroli dari Kodim dan 1
truk tentara.
14. Dari radio HT malam itu, anggota pengurus Dewan Paroki St. Klara
menangkap bahwa sesudah subuh massa akan bergerak ke gereja di Ruko
Wisma Asri (kapel Paroki St. Klara). Pengurus Dewan Paroki segera
mengontak warga paroki untuk mengamankan gereja. Dan gereja aman.

Kerusakan di Flora II
1. Pintu gerbang dan pagar dirusak; juga pintu masuk yang kedua (10
meter dari gerbang depan) dibongkar.
2. Bangunan depan (pergola) dirusak: akan dirobohkan; sekarang dalam
kondisi miring; genteng-genteng hancur.
3. Kaca jendela baik sisi luar maupun sisi dalam di semua kelas
dihancurkan.
4. Atap-atap sekolah dilempar batu, kayu, dan lain-lain. Atap asbes
berlubang, genteng pecah.
5. Pengrusakan pintu-pintu ruang kelas dan kantor.
6. Yang dibakar:
- daun pintu (gerbang II)
- lemari, meja, kursi, rak dari kantor dan kelas.
- buku-buku pelajaran
- rapor siswa
- buku tabungan siswa
- mesin ketik
- pesawat telepon,
- seragam sekolah (persediaan, baru)
- arsip-arsip
- kipas angin
- peralatan misa: palla, tempat hosti dari plastik, organ
(keyboard)
7. peralatan misa yang rusak: 1 ampul pecah, salib altar dipatah, hosti.

Perkiraan beaya rehab (taksiran material) sekitar Rp. 20.000.000,-- (dua
puluh juta).

Tambahan
Minggu malam, 20 Desember 1998, pukul 22.00 diadakan pertemuan tokoh
agama dan aparat pemerintah (Kelurahan, Kecamatan) di kantor lurah
Kaliabang Tengah di PUP. Dalam pertemuan hanya dibahas gereja HKBP:
1. Ibadat Sabda (Kebaktian) hanya diadakan pada saat pesta Natal, 25
Desember 1998 saja.
2. Keamanan saat perayaan Natal menjadi tanggungjawab HKBP dengan segala
risikonya.
3. Selanjutnya untuk ibadat sesudah Natal 98 menunggu surat izin dari
pemda yang dijanjikan Bapak Camat.

Laporan ini disusun bersama oleh pengurus wilayah St. Anastasia PUP,
ditulis oleh Ernest Mariyanto,  Wakil Ketua Dewan Paroki St. Klara
Bekasi Utara.

Bekasi, 20 Desember 1998


Ernest Mariyanto
Wakil Ketua Dewan Paroki St. Klara

Tembusan:
- Arsip Paroki St. Klara
- Yayasan Stella Maris/Flora II



"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke