Artikel Eskol-Net
=============


CAKUPAN DOA SEORANG PELAYAN SANGAT LUAS

Oleh: Augustinus Simanjuntak

Saudara yang terkasih dalam Kristus, salah satu kesalahan orang percaya
dalam berdoa kepada Tuhan ialah ketika esensi permohonan cenderung hanya
berorientasi bagi pemenuhan kebutuhan ego kita. Kita sering mendoakan
seputar kepentingan diri kita sendiri, keluarga, famili menyangkut
kesehatan, keselamatan hidup di dunia ini, karir, rezeki, dan sebagainya.
Memang Tuhan menyatakan bahwa apa yang kita minta di dalam namaNya pasti
akan dipenuhi, atau doa kita pasti didengar. Namun betapa egoisnya manusia
kalau yang didoakannya hanya menyangkut kebutuhannya saja, yang akan
dihabiskan untuk memenuhi kepuasan sesaat.
Perlu kita ingat bahwa Tuhan mempuyai rencana/program dalam ciptaannya
secara menyeluruh. Artinya, tidak ada satu pun di dunia ini yang lepas dari
rencana Allah.  Tuhan tidak hanya melihat kebutuhan manusia secara
perorangan, tetapi semua diletakkan dalam garis rencanaNya. Oleh karena itu
perlu adanya introspeksi terhadap doa-doa yang terlalu sempit cakupannya.
Dasar pemikirannya ialah bahwa yang
telah menerima anugerah keselamatan melalui pengorbanan Yesus Kristus di
kayu salib mempunyai tugas dan kewajiban yang harus diemban yaitu
menjalankan Amanat Agung Tuhan kita.
Saya meyakini bahwa umat yang prioritas hidupnya terbeban melayani Tuhan
melalui mandat penginjilan pasti ruang lingkup doanya tidak lagi seputar
dirinya atau keluarganya, tetapi sudah meluas menyangkut; doa bagi orang
yang diinjili, doa bagi lingkungan di mana ia menginjili, doa bagi negara
di mana ia menginjili agar pelayanannya berkenan di hati Tuhan dan
dijauhkan dari segala hambatan dan rintangan dan seterusnya. Tanpa
demikian, penginjilannya tidak akan bisa jalan.

Memang antara mandat Penginjilan (pembangunan rohani) dan mandat budaya
(pembangunan fisik) tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena saat ini
kita sedang berada di dalam dunia yang nyata. Setiap umat wajib untuk
menjalankan kedua-duanya. Dengan demikian, patut disayangkan apabila kita
umat yang sudah ditebus selama hidup di dunia ini belum membawa satu jiwa
pun kepada Kristus (diinjili).
Sekarang, bagaimana dengan pelayanan melalui mandat budaya ?
Ada dua hal pokok yang menjadi sarana dalam diri umat dalam mengemban
mandat itu :
1.  Paradigma Kekristenan
     Menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini melalui peranan umat dalam
berbagai aspek kehidupan, seperti dalam aspek politik, hukum, ekonomi,
teknologi dan sebagainya. Melaui pola pikir/pemikiran-pemikiran Kekristenan
diharapkan dapat membawa dunia ini ke arah yang lebih baik.
2. Doa Umat
    Kita tidak bisa pungkiri bahwa kuasa doa sangat menentukan dalam
kehidupan umat serta dalam perjalanan dunia ini. Dalam kaitannya dengan
angka 1 di atas, "Berdoa sambil bekerja" merupakan semboyan yang perlu
diterapkan.
Dunia ini merupakan sebuah sistem yang tampaknya bukan semakin baik tetapi
semakin rusak. Indonesia merupakan bagian dari sistem tersebut. Jadi,
apabila kita ingin Indonesia lebih baik maka pengaruh dunia yang terjadi
harus bernilai baik. Oleh karena itu, disinilah peranan umat sangat
diperlukan yakni selalu tekun mendoakan dunia, sehingga bila dunia semakin
baik maka Indonesia juga akan lebih baik.
Kita perlu mendoakan negara-negara maju, negara-negara berkembang,
negara-negara miskin, LSM, dan sebagainya agar berjalan seturut kehendak
Allah. Kita perlu berdoa bagi pemimpin-pemimpin dunia agar memerintah
dengan didasari takut akan Tuhan. Kita perlu berdoa bagi bangsa-bangsa yang
belum mengenal Kristus Tuhan agar semakin banyak mau dimenangkan untuk
Tuhan.

Lebih jauh lagi adalah, kita perlu berdoa bagi seluruh umat Kristiani di
dunia agar selalu menyadari kesatuan tubuh di dalam Kristus. Berdoa agar
semua aktivitas pelayanan didasarkan pada Firman Tuhan. Berdoa agar
perbedaan pemahaman akan Firman Tuhan (doktrin) umat tidak semakin tajam,
tetapi biarlah semakin di bawa oleh Tuhan kepada pemahaman yang sama dan
benar, sehingga tidak memunculkan denominasi-denominasi yang berbeda
prinsip yang membawa umat ke dalam perpecahan dan pertikaian.
Kita patut bersyukur karena saat ini sudah ada Kalender Jaringan Doa
Nasional yang terbit tiap bulan, dterbitkan oleh Lembaga Informasi dan
Komunikasi
Kristen Indonesia (LINK) di Jakarta. Kita berharap semakin banyak lagi
jaringan doa di bumi ini.

Lebih ekstrim lagi, kita harus berdoa kepada musuh-musuh kita. Mampukah
kita ? Orang yang sudah ada Kristus di dalam hidupnya pasti dan harus
mampu.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai cakupan doa, kiranya bermanfaat bagi
kita semua.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke