""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
PP bantah terlibat kasus Purbalingga;
Aspar Aswin: Warga Madura penyulut
kerusuhan; Rusia ancam NATO
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Sari Berita: Jumat, 9 April 1999
-------------------------------

**Masyarakat Timtim tak Tanggapi Xanana
**Pemuda Pancasila Bantah Terlibat Insiden Purbalingga
**Akbar Bersikeras Ke Solo
**Gubernur Aspar Aswin Heran
Warga Madura selalu Penyebab Kerusuhan di Kalbar


++++Berita Luar Negeri+++++
**Rusia Arahkan Rudal Strategis ke Negara yang Mengebom Serbia
**AS Ungkapkan Bukti Kejahatan Perang

++++English Section++++
**Niger president assassinated by his own guards
**Don't Push Too Far, Says Yeltsin
++++++++++++++++

Masyarakat Timtim tak Tanggapi Xanana
------------------------------------------
Jakarta, Kompas

Ketua DPRD Tk I Timtim Armindo S Mariano mengatakan, pernyataan perang yang
dikeluarkan Presiden CNRT Xanana Gusmao beberapa waktu lalu tidak
ditanggapi masyarakat Timtim, karena sebagian besar orang Timtim memang
merindukan kedamaian.

"Bahkan sekelompok Falintil (tentara Fretilin) ada yang menyebarkan
pengumuman bahwa mereka tidak akan mengikuti seruan Xanana," kata Armindo S
Mariano, dalam jumpa pers yang difasilitasi Departemen Penerangan, di
Jakarta, Jumat (9/4)
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/berita-terbaru/1116.html

Pemuda Pancasila Bantah Terlibat Insiden Purbalingga
-------------------------------------------------------
SEMARANG - Ketiga tersangka yang terlibat insiden Purbalingga, Jumat pekan
lalu, sebagaimana dikatakan Kadispen Polri Brigjen Pol Togar M Sianipar di
Jakarta, bukan anggota Pemuda Pancasila (PP).

''Sampai saat ini ketiga tersangka yang mengaku anggota PP dalam insiden
itu tidak tercatat sebagai anggota PP di Purbalingga. Induk organisasi
tidak pernah mengeluarkan kartu tanda anggota untuk mereka,'' kata Ketua
Harian DPW PP Jateng Budi Supriyono SH MH kepada Suara Merdeka, kemarin.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9904/10/nas9.htm

Akbar Bersikeras Ke Solo
---------------------------
Jakarta, Pembaruan
Ketua Umum DPP Golkar Akbar Tandjung bersikeras pergi ke Solo, sekalipun
ada isu kerusuhan besar akan meledak setibanya dia di sana.

Menurut Akbar, kunjungannya ke Solo telah diagendakan pada tanggal 17 April
mendatang. Di sana, dia berserta sejumlah pimpinan dari DPP Golkar akan
melakukan temu kader. Sedang persiapan untuk itu, sepenuhnya diserahkan
kepada DPD Golkar setempat.

''Dalam pengaturan itu diminta supaya betul-betul dijaga ketertibannya dan
kemudian jangan sampai demonstratif. Artinya jangan sampai menimbulkan
kesan orang lain menjadi tidak suka, yang wajar-wajar saja,'' katanya, di
Jakarta, Kamis (8/4).
Selengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/04/090499/Headline/hl092/hl092.html

Gubernur Aspar Aswin Heran
Warga Madura selalu Penyebab Kerusuhan di Kalbar
-------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Gubernur Kalbar Aspar Aswin mengatakan, kerusuhan antarwarga sering kali
terjadi antara warga Dayak dan warga Madura. Tetapi, antara warga Madura
dan suku Melayu baru kali ini terjadi. Karena itu, ia minta Universitas
Tanjungpura melakukan penelitian sosiologi atau sosio-antropologi warganya.
''Saya heran, mengapa warga Madura selalu yang menyebabkan
kerusuhan-kerusuhan di Kalbar,'' katanya selesai melaporkan perkembangan
daerahnya kepada Presiden BJ Habibie di Istana Merdeka, Jumat (9/4)
kemarin. Selengkapnya:
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/1999/4/10/nusa5.htm


=====Berita Luar Negeri====
Rusia Arahkan Rudal Strategis ke Negara yang Mengebom Serbia
--------------------------------------------------------------------
BELGRADO - Rusia tampaknya mulai bersikap keras terhadap Barat, berkaitan
dengan krisis Kosovo. Negara yang sejak awal menentang aksi militer NATO
itu, Jumat kemarin memerintahkan agar rudal-rudal strategisnya diarahkan ke
negara-negara yang melakukan pengeboman terhadap Yugoslavia (khususnya
Serbia). Rusia juga memperingatkan, pihaknya tidak akan membiarkan NATO
melancarkan perang darat
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9904/10/int1.htm

AS Ungkapkan Bukti Kejahatan Perang
---------------------------------------------
WASHINGTON (AFP): Amerika Serikat memperkuat kasusnya berkaitan dengan
pengadilan kejahatan perang yang melibatkan prajurit dan komandan militer
Serbia. Washington menyatakan telah mendapat laporan yang "bisa dipercaya"
tentang pembantaian di Kosovo dan mulai memaparkan bukti-bukti pembakaran
rumah milik etnik Albania.

Namun sampai Kamis lalu (8/4) Presiden AS Bill Clinton dan Departemen Luar
Negeri AS tetap menolak menjawab pertanyaan, apakah Presiden Yugoslavia
Slobodan Milosevic termasuk dalam daftar penjahat perang. "Hal ini adalah
pembicaraan yang benar-benar merupakan keputusan legal, tapi saya pikir
proses memang harus memperhatikan hal itu," kata Presiden Clinton pada
konferensi pers bersama Perdana Menteri Cina Zhu Rongji di Gedung Putih,
Kamis lalu
Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/04/10/INT02.html


=====English Section====
Niger president assassinated by his own guards
-----------------------------------------------
THE President of Niger, Ibrahim Bare Mainassara, was assassinated yesterday
by members of his personal security guard, foreign diplomats said.

Word of the assassination came as troops were reported to be on the streets
of the capital, Niamey. The prime minister, Ibrahim Assane Mayaki,
announced in a televised address that the National Assembly had been
dissolved and that all political activity had been suspended. He added that
a government of national unity would be formed in a few days.
More:
http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=awHbxNwL&atmo=9999999
9&pg=/et/99/4/10/wnig10.html

Don't Push Too Far, Says Yeltsin
------------------------------------
PRESIDENT YELTSIN warned Nato yesterday not to send ground troops into
Kosovo, saying that it would force Russia to become involved and threaten a
European or even a world war.

His words, a return to the sort of language not heard since the Cold War,
came on a day when Western capitals were thrown into consternation by a
report that he had ordered Russia's nuclear weapons to be aimed at Nato
countries.The report was denied by the Kremlin after urgent consultations,
but it was a sign of the feverish state into which the Kosovo crisis has
cast Russian politics. Col-Gen Anatoly Perminov, the chief of staff of
strategic rocket forces, said that no such order had been received, but
that if it came the task would be done immediately. Russia's formidable
nuclear arsenal has been aimed at no one since Mr Yeltsin agreed at a
summit with President Clinton in 1997 to de-target the West.
More:
http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=0XrbKXbq&atmo=9999999
9&pg=/et/99/4/10/wkos10.html




"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke