""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""

""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Sari Berita: Senin, 12 April 1999
-------------------------------

====Berita Luar Negeri====
* =====English Section======

S E L A M A T   M E M B A C A
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


-------------------------------------
Ada yang Lupa Bhinneka Tunggal Ika
--------------------------------------
Cirebon (Bali Post) -
Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto menyatakan keprihatinan yang
mendalam karena di beberapa daerah sudah mulai ada yang lupa kalau bangsa
Indonesia ini dibangun dengan Bhinneka Tunggal Ika. ''Saya betul-betul
prihatin, karena di beberapa bagian dari wilayah kita mulai ada yang lupa
bahwa bangsa kita dibangun dengan Bhinneka Tunggal Ika, dengan ikrar satu
nusa, satu bangsa, dan satu bahasa,'' katanya di hadapan ribuan santri yang
memadati acara Haul ke-79 Buntet Pesantren, Cirebon, Sabtu (10/4) malam.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/balipostcetak/1999/4/12/nusa3.htm

Uskup Belo:
Sebagai Warga Indonesia, Saya Malu!
---------------------------------------
MENYUSUL terjadinya bentrokan massal di Liquisa hingga berbuntut pada
jatuhnya korban jiwa puluhan rakyat, orang Timtim yang paling terlihat
sedih mungkin adalah Uskup Belo. Betapa tidak, Belo terlihat sedih,
menampakkan raut wajah yang murung menahan perasaan pedih yang kini menimpa
umatnya di Liquisa. Berikut petikan wawancara Bali Post dan wartawan lain
dengan pemimpin spiritual rakyat Timtim itu.
Selengkapnya:
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/1999/4/12/nusatgr1.htm

Terjadi lagi, Kontak Senjata antara Aparat dan Falintil
------------------------------------------------------
Dili (Bali Post) -
Selang beberapa jam setelah kasus penembakan anggota DPRD Ermera Antonio
Lima di Gleno, Sabtu (10/4) siang, kontak senjata antara aparat keamanan
dan kelompok bersenjata pro-kemerdekaan Falintil kembali terjadi di simpang
tiga Hatulia, Kampung Mertitu, Kecamatan Hatulia Kabupaten Ermera, Timor
Timur. Kontak senjata yang didahului penghadangan oleh kelompok Falintil
mengakibatkan dua anggota mereka terkena tembakan aparat. Dua mobil dan
beberapa magasin milik Falintil berisi puluhan amunisi berhasil disita.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/balipostcetak/1999/4/12/nusa1.htm

Prabowo Korban Sistem Orde Baru
-------------------------------------
JAKARTA (Waspada):
Orang dekat Prabowo Subianto, Fadli Zon, menyatakan, Prabowo adalah korban
sistem yang dipakai Orde Baru. Menurut sistem yang ada saat itu, harusnya 9
aktivis mantan korban penculikan, sudah habis. Tapi Prabowo malah
menyelamatkannya. Demikian pembelaan Fadli Zon terhadap mantan Danjen
Kopassus Letjen (Purn) Prabowo yang disampaikan pada wartawan, seusai
talkshow bertemu "Parpol dan Persiapan Pemilu" di Hotel Wisata, Jakarta
Pusat, Sabtu (10/4).
Selengkapnya : http://www.waspada.com/

Etnis Keturunan Tionghoa
Jadi Perasan Orde Baru
--------------------------
JAKARTA (Waspada):
Khatib Aam PBNU KH Said Agil Siradj menyatakan bahwa pemerintahan Orde Baru
menerapkan beberapa diskriminasi terhadap warga keturunan Tionghoa.
Diskriminasi itu meliputi bidang politik, bahasa, budaya, dihambatnya warga
keturunan Tionghoa duduk di parlemen, dan pimpinan birokrasi. Pada saat itu
hanya ada satu diskriminasi positif yang diberlakukan rezim Orba yaitu di
bidang bisnis. Karena hal inilah yang paling potensial mendatangkan
keuntungan bagi kekuasaan. "Mereka jadi alat dan perasaan Orde Baru,"
ujarnya. Selengkapnya : http://www.waspada.com/

KPU Usahakan Tidak
Ada Pemilu Susulan
----------------------
JAKARTA (Waspada): Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rudini, menyatakan,
KPU dan PPI sebagai pihak yang berwenang menyelenggarakan Pemilu
mengusahakan sedapatnya agar tidak ada Pemilu susulan, sekali pun di
daerah-daerah yang sedang dilanda kerusuhan. Selain itu, tuturnya kepada
wartawan yang mencegatnya di Gedung KPU, di Jakarta Sabtu (10/4) KPU sedang
menyiapkan beberapa alternatif metode penyelenggaraan Pemilu jika kondisi
keamanan dinilai cukup mengganggu pelaksanaan Pemilu tanggal 7 Juni nanti.
Selengkapnya : http://www.waspada.com/


Kalau Habibie Terpilih Jadi
Presiden, KKN Jalan Terus
----------------------------
MEDAN, (Waspada) : Kalau B.J. Habibie terpilih Presiden RI periode
1999-2004, kasus KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) akan jalan terus.  Hal
itu dikemukakan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kodya Medan Drs
Ibrahim Sakty Batubara ketika diwawancarai Waspada di sekretariat DPD PAN
Medan Jl. Setia Budi Jumat (9/4) sekitar Pemilu 1999.  Selengkapnya:
http://www.waspada.com/

Pemda Jatim Siapkan Penanganan
Pengungsi Sambas Dan Maluku
--------------------------------
SURABAYA (Waspada): Pemda Jatim sekarang ini menyiapkan penanganan
pengungsi dari beberapa daerah luar Jawa seperti Sambas (Kalbar), Ambon dan
Tual (Maluku), serta Dili (Timtim) dengan melibatkan jajaran di bawahnya,
setelah mencermati derasnya arus pengungsi yang tiba di pelabuhan Tanjung
Perak. Gubernur Jatim H Imam Utomo mengatakan, konflik etnis yang
menimbulkan pertumpahan darah di beberapa wilayah di Tanah Air, memicu
terjadinya gelombang pengungsian besar-besaran sehingga membutuhkan
penanganan serius mengingat pengungsi yang masuk ke Jatim jumlahnya terus
bertambah. Selengkapnya : http://www.waspada.com/

Kroni Soeharto 160 Ribu Orang
---------------------------------
SUMENEP (Waspada): Ketua Umum DPP PAN, Amien Rais menyatakan, jika PAN
menang dan dipercaya memimpin bangsa Indonesia maka tidak semua kroni
Soeharto diusut dan diadili sebab jumlahnya terlalu banyak untuk diproses
melalui peradilan. Menurut Amien Rais mengutip hasil riset seorang
temannya, kroni-kroni Soeharto jumlahnya mencapai 160 ribu orang . "Jadi
tak mungkin kami mengadili mereka satu persatu namun kita bebaskan saja
yang kelas teri, sedangkan kelas kakapnya kita paksa untuk mengembalikan
harta negara itu," katanya di Sumenep, Minggu (11/4) petang.
Selengkapnya : http://www.waspada.com/

Bukan Watak Golkar Melakukan Pembalasan
----------------------------------------------
Ujungpandang (Bali Post) -
Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir. Akbar Tandjung mengatakan akan terus
melaksanakan pertemuan-pertemuan di daerah, termasuk di Jawa, dengan tetap
mematuhi semua aturan yang ada seperti masalah perizinan. Penegasan itu
disampaikannya di Ujungpandang Sabtu (10/4) malam, seusai pelantikan dewan
penasihat DPD I Golkar Sulsel, menjawab pertanyaan pers sehubungan dengan
kasus Purbalingga baru-baru ini.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/balipostcetak/1999/4/12/pol2.htm

Kondisinya Memprihatinkan
Dua Aktivis PRD Masuk Rumah Sakit
--------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Memasuki hari keenam aksi mogok makan di LP Cipinang Jakarta, Minggu (11/4)
kemarin, kondisi fisik Ketua Umum PRD Budiman Sudjatmiko dan aktivis PRD
lainnya makin lemah, sehingga dua di antara mereka -- Pranowo dan Iwan
Jacobus Kurniawan -- tadi malam terpaksa dilarikan ke RS Kramatjati. Namun,
karena di sana mereka dimasukkan sal khusus untuk pasien kriminal, mereka
menolak dan minta dirawat di RS St. Carolus.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/balipostcetak/1999/4/12/nusa2.htm







"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke