"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
BCA dirampok, Hayam Wuruk dibom; KPU
dituduh pro status quo; Harto ancam Habibie
NATO akui salah tembak
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Sari Berita: Jumat, 16 April 1999
-------------------------------
**Satpam BCA Tewas Dilukai Perampok
* Ledakan Keras di Hayam Wuruk Plaza
**Suku Baduy Nyatakan
Tidak Ikut Pemilu 1999
**KPU Dituduh Pro Status Quo
**Suharto Ancam Beberkan Korupsi Habibie
Jika Pemeriksaan Tak Dihentikan
**Rudini Yakinkan AS Pemilu Tepat Waktu

===Berita Luar Negeri===
**Benazir Bhutto Dihukum Lima Tahun

===English Section===
**After Admitting That Bomb Hit Refugees, NATO Presses On With Air Strikes

++++++++++++++++++

Satpam BCA Tewas Dilukai Perampok
* Ledakan Keras di Hayam Wuruk Plaza
-----------------------------------------
Jakarta, Kompas

 Setelah sekitar satu bulan terakhir Jakarta tak lagi diguncang isu dan
ancaman bom, sebuah ledakan keras terjadi di halaman lantai dasar Hayam
Wuruk Plaza, Jakarta Barat, Kamis (15/4), sekitar pukul 11.10 WIB. Hingga
Kamis malam belum diketahui apa yang meledak. Hanya saja, ledakan itu
memecahkan kaca depan satu unit toko dan merontokkan plafon teras, serta
menghancurkan pot-pot tanaman.

Beberapa menit setelah terjadi ledakan, sekawanan lelaki bersenjata api
mencoba merampok di Kantor Cabang Pembantu Bank Central Asia (BCA) Jl
Keamanan yang lokasinya sekitar 500 meter dari Hayam Wuruk Plaza. Kawanan
itu gagal meraup uang, tetapi petugas satuan pengaman (Satpam) BCA bernama
Sahroni (25) tewas akibat luka bacok di sekujur tubuhnya. Para perampok
juga melukai pergelangan tangan Hendrik Darmawan, Kepala Cabang Pembantu
BCA.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9904/16/UTAMA/satp01.htm

Suku Baduy Nyatakan
Tidak Ikut Pemilu 1999
-------------------------
JAKARTA (Waspada): Empat warga suku Baduy, Kabupateb Lebak Jawa Barat Kamis
(15/4) sekitar pukul 13:30 mendatangi Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU),
Jl. Imam Bonjol Jakpus, dan menemui Ketua KPU Rudini guna menyatakan sikap
suku Baduy yang tidak akan mengikuti Pemilu 7 Juni mendatang.

Kepada Ketua KPU, juru bicara Delegasi Suku Baduy Dainah menyatakan bahwa
alasan warga suku Baduy tidak mengikuti Pemilu, karena saat pelaksanaan
Pemilu 7 Juni 1999 mereka akan menggelar puncak acara upacara adat "Kawalu"
yang mulai dilakukan sejak April hingga pertengahan Juni 1999.
Selengkapnya: http://waspada.com/041699/headline/headlin4.htm

KPU Dituduh Pro Status Quo
------------------------------
JAKARTA (Waspada): Tidak hanya Golkar saja yang dituduh sebagai kelompok
status quo. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun ditengarai salah satu bagian
pro status quo. Pendapat yang cukup kontroversial ini disampaikan Eep
Saefulloh Fatah, pengamat politik dari UI.

"Saya melihat KPU adalah kelompok pro status quo," kata Eep seusai diskusi
mingguan "Meminimalisasi Kekerasan Pemilu" di Balai Mahasiswa Kampus UI
Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (15/4). Kuatnya tuduhan Eep bahwa KPU pro
status quo, diwakili oleh di-gol-kannya keputusan bahwa anggota KPU berhak
untuk ikut kampanye dalam musim kampanye Mei mendatang.
Selengkapnya: http://waspada.com/041699/headline/headlin3.htm

Suharto Ancam Beberkan Korupsi Habibie
Jika Pemeriksaan Tak Dihentikan
-----------------------------------
Jakarta, JP.-
Para pengacara mantan Presiden Soeharto melancarkan ancaman serius kepada
Presiden B.J. Habibie. Mereka mengatakan, bila kasus pemeriksaan tuduhan
korupsi terhadap Soeharto tidak dihentikan, mereka akan menyerahkan
bukti-bukti korupsi Presiden Habibie ke kantor Kejaksaan Agung.

Menurut mereka, kliennya punya bukti-bukti kuat keterlibatan Habibie dan
menteri-menteri lain selama mereka ada dalam kabinet selama 32 tahun
kekuasaan Soeharto.

��Kami punya (bukti) dan kini sedang dipersiapkan. Kami akan menyerahkan
bukti itu bila penyelidikan terhadap ... (Soeharto) nanti memutuskan dia
sebagai tersangka,�� tutur Indriyanto Seno Adji, pengacara Soeharto, kepada
Reuters
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/16apr/ut16a1.htm

Rudini Yakinkan AS Pemilu Tepat Waktu
-------------------------------------------
Jakarta, Pembaruan

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rudini meyakinkan pemerintah Amerika
Serikat, pemilu yang diharapkan menjadi pintu gerbang menuju Indonesis baru
yang demokratis, bisa terlaksana sesuai jadwal, 7 Juni 1999.

Usai bertemu Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Untuk Kawasan Asia
Timur dan Pasifik, Stanley Roth di kantor KPU, Rabu (14/4) sore, Rudini
menyatakan, AS menyadari tingkat kesulitan yang dihadapi Indonesia dalam
melaksanakan pemilu nanti.
Selengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/04/150499/Politik/pl05/pl05.html

===Berita Luar Negeri===

Benazir Bhutto Dihukum Lima Tahun
------------------------------------
Islamabad, Kamis

Mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto hari Kamis (15/4) dijatuhi
hukuman penjara lima tahun in absentia oleh Pengadilan Tinggi Lahore.
Benazir (45) yang dinyatakan bersalah atas tuduhan korupsi, saat diputus
masuk penjara, tengah berada di London.

Selain hukuman penjara, Pengadilan Tinggi Lahore yang mengadakan sidang di
Rawalpindi itu mengenakan denda 8,6 juta dollar AS kepada Benazir dan
suaminya, Asif Ali Zardari, yang dinyatakan terbukti menerima komisi dari
kontrak pemeriksaan barang dagang sebelum pengiriman dengan dua perusahaan
Swiss, Societe Generale de Surveillance (SGS) dan Cotecna
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9904/16/UTAMA/bena01.htm


====English Section ======

After Admitting That Bomb Hit Refugees, NATO Presses On With Air Strikes
---------------------------------------------------------------------------
--
ATO officials on Thursday acknowledged that one of its jets bombed refugees
by mistake while attacking what looked like a military convoy. It offered
an American F-16 pilot's vivid account of firing on a convoy after seeing
several villages set ablaze by Yugoslav forces.

The pilot's tape-recorded description, played for reporters in a briefing
at NATO headquarters, appeared to be an attempt to clarify the
circumstances of what Yugoslav authorities are calling an alliance attack
on refugees that, according to the Yugoslavs, left 75 dead.

Russian envoy Victor Chernomyrdin cautiously welcomes a German initiative
under which NATO bombing of Yugoslavia could be halted for 24 hours to
allow Belgrade to start pulling troops out of Kosovo.
 But to some degree, it only clouded the picture: the pilot and NATO
briefers gave an elaborate explanation of an airstrike well to the west and
north of the site where the Yugoslavs showed broken bodies, bloodied
survivors and burned tractors, which seemed to indicate that NATO and the
Yugoslavs were referring to different events.
Selengkapnya: http://www.nytimes.com/yr/mo/day/late/ap-yugo-kosovo.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke