Artikel Eskol-Net ------------------- Berda�wah Dalam Kebersamaan Sudah tentu dipahami, bahwa tak satu agama pun yang sudi menerima da�-wah dari penganut agama lainnya. Protes keras pasti akan terlontar dari masing-masing pihak, jika merasa komunitasnya terancam oleh penye-bar-an agama lain. Saat itulah, isu kristenisasi atau islamisasi mendengung keras sekali. Namun, wacana agama membenarkan perilaku penyebaran agama. Bahkan itu dicermati pula sebagai perintah agama untuk menyebarkan kebajikan dan kebenaran. Bukankah ini tindakan mulia? Bukan-kah agama selalu menuntun manusia pada kebajikan dan kebenaran? Hanya saja fakta-nya, mempertahankan lokalisasi pelacur-an masih lebih mudah daripada mendirikan rumah ibadah. Semua ini tak lepas dari isu-isu agama. �Orang-orang gereja mau meng-kristenkan warga kampung ini,� ujar salah seorang warga kampung Tandes. Ia menunjuk pembagian sembako yang dila-kukan oleh warga gereja di sekitar wilayahnya selama beberapa hari itu menjadi bagian upaya kristen-isasi. �Pak, yang boleh jadi transmigran itu hanya mereka yang Islam saja. Jadi, tunjukkan KTP-nya kalau memang benar-benar Islam,� kata seorang calon trans-migran dari Pulau Jawa yang akan diberang-kat-kan ke Irianjaya. Segera ber-kembang kabar, penduduk Irian jaya yang notabene mayoritas Protestan, akan segera tergeser jumlahnya dengan pendatang dari Pulau Jawa yang katanya harus Islam tadi. Mungkin kebanyakan orang yang bukan Kristen memang tidak menyadari bahwa keba-jikan yang dilakukan dengan cara membagi sembako adalah bentuk dari pelayanan diakonia. Pelayanan ini, menurut ajaran Para Rasul di Kitab Injil, merupakan pelayanan bagi kalangan yang kurang mampu secara ekonomis. Nah, kalau para transmigran itu datang dari Jawa yang memang mayoritas muslim, tidak berarti ada upaya islamisasi lewat program transmigrasi. Seandainya pun ada, tidak bisa dipukul rata bahwa itu memang program terpadu. Masih banyaknya oknum yang melaku-kan praktik KKN-lah, yang dapat melahirkan tindakan ini. Mungkin ia berasal dari sebuah desa yang tergolong miskin di Jawa, sehingga ia memandang perlu meng-angkat derajat hidup sanak saudara, kerabat serta sahabat dekat-nya. Maka, diberangkatkanlah mereka sebagai transmigran. Kebetulan, mereka muslim dan menuju tempat yang mayoritas penduduknya Kristen. Maka, isu itu tanpa ampun dilun-curkan dengan ganas bagai angin topan. Isu-isu seperti ini jelas tidak bertanggung jawab dan hanya memiliki perspektif untuk mementingkan diri sendiri, kelompok atau golong-an sendiri. Karena itu, dengan mudah isu-isu islamisasi atau kristenisasi berhembus kencang dan memeluk fanatisme keagamaan yang jelas-jelas kian menyempit. Buntutnya, perusakan rumah ibadah, penganiayaan terhadap umat beragama lain, bahkan penye-baran ajaran agama yang seharusnya merupakan perin-tah agama kesandung. Penyebaran agama, baik itu oleh Islam maupun Kristen, dipahami sebagai bentuk dari perintah Allah. Tentu saja, cara yang disarankan ada-lah tanpa adanya unsur paksaan. Tetapi, dengan adanya isu tersebut, entah itu caranya dipaksa atau benar-benar hanya disebarluaskan saja, tak dapat dihindarkan membuat pelaksana da�wah seperti da�i atau misionaris, jadi kewalahan. Bisa jadi, da�wah atau penyebaran agama tak lagi dapat dipandang sebagai bagian dari perintah Tuhan, karena adanya tekanan dari pihak-pihak yang tidak menyadari kepelbagaian hidup manusia. Belum lagi ku-rang tepatnya pemeluk agama dalam menafsirkan ajaran agama-nya sehingga berakibat fatal pada keinginan untuk berda�wah secara bebas, tanpa dihantui isu-isu tak bertanggung jawab. Bagaimana dapat melakukan da�wah secara bebas, sedangkan memberikan bantuan jasmani saja sudah dianggap melakukan tindakan islamisasi maupun kristenisasi. Tampaknya ini pekerjaan rumah bagi kalangan agamawan untuk melanjutkan pengabdian mereka selaku hamba Allah? ------------------------------------------ Sumber : Penabur no 3 Apr/1999 Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
