Para Netters Yth, Berikut ini kami tampilkan sebuah respon mengenai isu kerusuhan yang kami postingkan pada tanggal 28 Mei 1999 lalu yang berjudul "Seputar Isu Kerusuhan". Selamat membaca. Salam dan doa Redaksi --------------- "Seputar Isu Kerusuhan" ------------------------ Shalom Suadara-suadara, Orang-orang percaya harus mendengar dan peka terhadap segala sesuatu yang ada dan muncul dalam lingkungan hidupnya, baik yang baik-baik atau sebaliknya yang mengenaskan sekalipun. Tidak ada jalan yang lain yang orang-orang percaya lakukan kecuali "berdoa dan memberkati" pelaku-pelaku yang kebaikan terhadap sesama maupun pelaku-pelaku kejahatan terhadap sesama sekalipun. Tuhan, Allah kita tidak menghendaki umat-Nya orang-orang percaya untuk mengadakan "counter attack" atau merancangkan pembalasan atau bahkan membuat suatu rekayasa untuk menghadapi kejahatan yang dirancangkan orang-orang yang ada dimana kita tinggal. Kita tidak diperkenankan Allah Bapa kita untuk mengandalkan kekuatan kita sendiri untuk menghadapi kesukaran atau persoalan yang kita hadapi. Dalam pemebritaan yang beredar dewasa ini seperti terdapat pada subject diatas dimana berita itu bisa pernah ada dan bisa juga belum pernah ada, karena itu semua ulah sijahat yang memang tidak mengijinkan umat manusia itu hidup didalam kedamaian yang dari Tuhan Allah, Bapa kita. Umat Tuhan harus berjaga-jaga dan tekun-taat didalam iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Kalau kerusuhan Mei tahun lalu terjadi, mungkin karena kelalaian kita semua, kita menganggap bahwa keadaan tenang dan aman, sehingga umat Tuhan kurang berjaga-jaga didalam iman kita. Nah sekarang apapun bentuknya dan bagaimanapun berita itu muncul kepermukaan di masyarakan Indonesia terutama di Jakarta dan sekitarnya, kita harus secara bersama-sama "berdoa dan berpuasa" untuk melepaskan "iman" kita aktif bersekutu dengan Tuhan Allah, Bapa kita, agar dengan kerendahan hati kita menyampaikan segala keluh kesah kita kepada Bapa kita. Rancangan manusia boleh saja canggih dan menakutkan, namun hidup orang percaya tidak tergantung kepada rancangan manusia, namun mereka hanya menggantungkan semua harapannya di tangan Allah Bapa kita. Kalau kita menyimak senjenak bagaimana saudara kita Mordecai dan ratu Ester dan seluruh orang Yahudi yang ada di Susan saat itu yang direncanakan oleh petinggi negara untuk dipunahkan alias dibunuh agar lenyap dari muka bumi ini, tetapi apa yang kita lihat bahwa rancangan Haman si orang kedua itu menjadi "bara kematian" pada dirinya sendiri yang merancangkan yang sungguh-sungguh jahat dihapan manusia terlebih lagi di hadapan Tuhan Allah Bapa kita. Kalau dahulu keajaiban dalam penyelamatan Allah dalam kehidupan orang Yahudi saat itu dapat digerakkan oleh umat-Nya dengan melakukan "doa dan puasa" selama tiga hari dan tiga malam berpuasa dan tidak makan dan minum, mengapa umat Tuhan tidak mampu melakukannya saat sekarang ini, padahal kita mengatakan bahwa Tuhan Allah Bapa kita adalah kekal dan setia kepada janji-Nya dari dahulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya. Jika kita merasa kita tidak mampu melakukannya maka kita dapat melihat bahwa sebenarnya kita tidak memiliki "iman" bahkan kepercayaan kita tidak tahan uji (Esther 4-6). Saya percaya umat Tuhan tidak akan mengomentari berita-berita itu, tetapi mari kita perangi dengan "peperangan rohani" agar roh-roh jahat yang masuk kedalam hidup manusia itu dapat dihancurkan dengan kuat-kuasa " darah Tuhan Yesus." Saya percaya saudara-saudara kita yang di sebut dalam subject diatas tidak takut, tetapi mari secara bersama-sama untuk "bersukacita, tetap berdoa, dan mengucap syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus." Marilah setiap orang percaya saling mendukung dalam doa dan puasa. Biarlah Roh Kudus dengan babas melakukan kehendak Allah Bapa kita di dalam hidup kita ini. (Jamaluddin Siregar) "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
