''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Jumat, 4 Juni 1999 """""""""""""""""""""""""""""""""""""" **Akhirnya, Titiek Diperiksa Kejagung **US$ 9 Miliar Raib Dari Austria **ICW Ungkap Penyuapan Ghalib. Prajogo, The Nin King Transfer Dana **MUI tidak Berwenang Urus Masalah Politik **Kapolri: Ada yang Berupaya Gagalkan Pemilu ===International=== **Wajah Mantan Presiden Kim Dilempar Telur Berisi Cat **ANC Hampir Pasti Menang Mutlak ===English Section=== **Fresh violence erupts ahead of Indonesian polls ++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Akhirnya, Titiek Diperiksa Kejagung ========================= Jakarta, Kompas Jika tak ada aral melintang, Jumat pagi ini Siti Hediati Hariyadi yang dipanggil akrab Titiek akan diperiksa Kejaksaan Agung berkaitan dengan pemberitaan majalah TIME edisi 24 Mei. Seandainya ia datang maka, seluruh putra dan putri mantan Presiden Soeharto telah diperiksa Kejagung. Mereka yang telah diperiksa adalah Bambang Trihatmodjo (45), Siti Hardiyanti Rukmana (50), Sigit Harjoyudanto (48), Hutomo Mandala Putra (36), Siti Hutami Endang Adiningsih dan pagi ini, Mamiek Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/berita-terbaru/04sepb.htm US$ 9 Miliar Raib Dari Austria Reporter: M.Roy (Pembantu detikcom di Wina) ================================= detikcom, Wina - Kedatangannya Muladi dan Ghalib ke Swiss dan Austria belum berhasil mengobok-obok bank-bank untuk mengorek harta Soeharto. Indonesia disarankan melakukan penyelidikan tahap awal. Sementara berbagai media di kedua negara itu menulis, brangkas perbankan Austria telah mengalir keluar dana 9 miliar dolar AS. Memang dalam pertemuan dengan pers Kamis (03/06/1999) di lobi Hotel Hilton, Wina, Swiss, Muladi yang didampingi Jaksa Agung Andi M. Ghalib dan pakar perbankan Sutan Remy Syahdeini, tidak menyatakan kegagalannya mengobok-obok perbankan di sana. Muladi hanya mengatakan, kalangan Pemerintah, penegak hukum maupun perbankan di Swiss telah menyarankan, agar Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kejaksaan Agung, melakukan penyelidikan tahap awal. "Dan tidak benar kami dibrefing oleh mereka,"kata Muladi Selengkapnya: http://detik.com/berita/199906/19990603-2015.html ICW Ungkap Penyuapan Ghalib. Prajogo, The Nin King Transfer Dana ================================================= JAKARTA (Media): Indonesian Corruption Watch (ICW) menemukan petunjuk adanya tindak pidana suap yang diterima Jaksa Agung Andi M Ghalib sebesar Rp 1.842.407.388. Koordinator ICW Teten Masduki dan anggota Dewan Etik ICW Bambang Widjojanto mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers kemarin, di Jakarta. Menurut mereka bukti transfer uang maupun setoran tunai ke dalam rekening atas nama A Muh Ghalib itu dilakukan dua pengusaha besar yakni The Nin King dan Prajogo Pangestu. Menurut Teten, pada 27 Mei 1999, ICW mendapat laporan dari masyarakat tentang dugaan tindak pidana suap yang diterima Andi M Ghalib. Atas laporan itu, kata Teten, ICW melakukan penelusuran dan menemukan beberapa petunjuk yang mengarah pada kebenaran isi laporan tersebut. Selengkapnya:http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/06/04/UTAMA01.html MUI tidak Berwenang Urus Masalah Politik ============================== AMBON (Media): Ketua Umum PBNU Abdurrahman Wahid menilai pernyataan MUI yang mengimbau umat Islam tidak memilih calon legislatif yang beragama di luar Islam adalah tidak proporsional. "MUI (Majelis Ulama Indonesia) itu kan bukan lembaga politik. Kalau sudah ngomong politik ya tidak pada tempatnya lagi," kata Gus Dur menjawab wartawan di Ambon kemarin. Yang mestinya mengurusi politik menurut Gus Dur bukan MUI, tapi partai politik. Karena itu dia tidak mengerti mengapa MUI mengeluarkan imbauan seperti itu. Seperti diberitakan, Ketua Umum MUI KH Ali Yafie dalam jumpa pers tiga hari yang lalu menyampaikan imbauannya itu. Intinya MUI menyerukan kepada umat Islam agar ikhlas dan berniat ibadah kepada Allah untuk memilih parpol yang sungguh-sungguh menonjolkan calon legislatif (caleg) beragama Islam dan berakhlak mulia. (Media 2/6). Selengkapnya:http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/06/04/POL04.html Kapolri: Ada yang Berupaya Gagalkan Pemilu * Sudah 19 Orang Tewas Selama Kampanye =============================== Jakarta, Kompas Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Roesmanhadi meminta seluruh partai politik peserta pemilu dan masyarakat berhati-hati terhadap upaya pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah bangsa dengan cara menggagalkan pemilu. Hal itu dikemukakan Roesmanhadi dalam silaturahmi dengan para Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) se-Indonesia, unsur partai politik peserta pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Panitia Pengawas Pemilu Pusat (Panwaslu), di Jakarta, Kamis (3/6) malam. Meskipun demikian, Roesmanhadi tidak merinci pihak-pihak yang dimaksud. Selengkapnya:http://kompas.com/kompas-cetak/9906/04/UTAMA/kapo01.htm =====Internasional====== Wajah Mantan Presiden Kim Dilempar Telur Berisi Cat ---------------------------------------------------------- SEOUL - Seorang pria AS keturunan Korea, Kamis kemarin melempar cat ke arah wajah mantan Presiden Korsel Kim Young-sam, yang dianggap bertanggung jawab atas krisis ekonomi Korsel. Park Eui-jong (70) mendekati Kim, dan melempar sebutir telur berisi cat merah ke arah wajahnya. Saat itu Kim sedang berjabat tangan dengan para pengantar di Bandara Seoul, sebelum naik pesawat tujuan Jepang. Selengkapnya:http://www.suaramerdeka.com/harian/9906/04/int4.htm ANC Hampir Pasti Menang Mutlak ------------------------------------ Johannesburg, Kamis Perkiraan Presiden Afsel Nelson Mandela, bahwa partainya Partai Kongres Afrika (ANC) harus menang setidaknya 2/3 suara, kini mendekati kenyataan. Sampai penghi-tungan sebagian suaranya Ka-mis (3/6), ANC sudah meraih 64,3 persen hanya dari sekitar 9,5 juta suara atau 60 persen dari total pemilih. Sebuah proyeksi yang diungkapkan sebuah radio swasta Afsel, SABC, bahkan berani memperkirakan perolehan suara partai berkuasa bisa melebihi 2/3 suara pemilih. Selengkapnya:http://kompas.com/kompas-cetak/9906/04/LN/anc06.htm ====English Section===== Fresh violence erupts ahead of Indonesian polls ----------------------------------------------- JAKARTA, June 4 (Reuters) - An Indonesian election official was killed and several people injured in fresh election violence, newspapers reported on Friday, as campaigning for Monday's poll entered its final day. The official died when unidentified gunmen opened fire on a truck carrying ballot papers in the restive province of Aceh on Thursday, where separatists have stepped up their guerrilla war, the Kompas daily reported. Selengkapnya:http://www.feeds.cc/news_web/news/GLANCE-G:RCOM/GLANCE-G:RCOM- nJK94883.02-41-39.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
