************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** --------------------- Artikel Eskol-Net: --------------------- Kelanjutan ........... "Sistem dan Moralitas Pemimpin" (2-Habis) Oleh: Augustinus Simanjuntak Pembenahan Sistem ================= Upaya kedua yang perlu dilakukan ialah, memperbaiki sistem sejalan dengan reformasi kepemimpinan dari yang korup kepada kepemimpinan yang jauh lebih baik itu. Sebab, di era reformasi pada suatu negara, seperti di Indonesia, penguasa lama dianggap telah gagal dalam memanfaatkan dan mengembangkan sistem, yang sejak berdirinya negara sudah diatur dalam konstitusi. Bahkan rezim lama dianggap telah cenderung merusak sistem tersebut dengan cara penyalahgunaan kekuasaan. Sistem dimaksud di sini ialah kumpulan hal-hal yang disatukan ke dalam suatu keseluruhan yang konsisten karena saling terkait, ada interaksi, interdependensi secara teratur dari bagian-bagiannya. Di Indonesia ada dua sistem pokok yang menentukan, yaitu sistem ketatanegaraan dan sistem pemerintahan. Sistem ketatanegaraan meliputi hubungan dan kinerja lembaga tertinggi dan tinggi negara (MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, dan MA) berdasarkan konstitusi. Sedangkan sistem pemerintahan meliputi hubungan dan kinerja lembaga-lembaga pemerintah, termasuk BUMN, juga berdasarkan konstitusi dan peraturan perundang-undangan sebagai penjabaran konstitusi. Persoalan sistem ketatanegaraan selama kurang lebih 30 tahun pemerintahan Orde Baru sebenarnya sudah banyak terungkap di era reformasi saat ini setelah ada kebebasan untuk melakukan evaluasi terhadap rezim lama. Beberapa diantaranya ialah, mengenai sistem pertanggung jawaban lembaga-lembaga tinggi negara (DPA, MA, BPK, dan DPR) menyangkut pelaksanaan tugasnya masing-masing, tata cara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, kemudian masalah batasan masa jabatan Presiden, independensi MA, dan lain-lain. Sistem ketatanegaraan yang baik tentu akan banyak berpengaruh terhadap pembentukan suatu sistem pemerintahan (government system) yang bersih dan berwibawa, sebab kontrol kelembagaan negara, terutama kontrol oleh DPR, akan semakin kuat. Apabila sistem pemerintahan tidak beres maka bisa dipastikan aparatur negara dan anggota-anggota masyarakat yang sebelumnya berkemauan baik akan terdorong untuk menjadi jahat. Mereka yang tidak korup akan menghadapi suatu dilema: apakah mereka akan ikut-ikutan korup agar memperoleh posisi walaupun dengan terpaksa menghianati suara hati nurani, atau, bertahan untuk tidak korup dengan resiko tersingkir dari sistem tersebut. Biasanya orang-orang yang korup lebih banyak mendapat tempat dan kesempatan, bahkan mereka berusaha untuk terus bertahan dalam posisinya itu hingga terbentuklah suatu kelompok warga masyarakat status quo. Bila sistem yang bobrok terus dibiarkan bisa dipastikan akan kembali memberikan kesempatan kepada anggota masyarakat yang jahat untuk melakukan penyelewengan. Oleh karena itu, perlu dibentuk suatu sistem ketatanegaraan maupun sistem pemerintahan baru yang lebih baik. Sistem yang baik adalah sistem yang mampu menekan penyelewengan seminimal mungkin, dan sistem yang mampu untuk mengambil tindakan tegas kepada penyelewengan sekecil apa pun sebelum meluas mengikuti pola bola salju tadi. Sebagai penutup, mudah-mudahan pemilu 7 Juni 1999 yang telah berlangsung dengan relatif lancar dan jujur itu dapat menghasilkan wakil-wakil rakyat yang sungguh-sungguh bermoral, sehingga siapa pun nantinya yang terpilih sebagai pemimpin nasional juga harus betul-betul orang yang mempunyai integritas moral yang tinggi. Dengan demikian, kiasan bola salju akan terjadi pada hal yang positip, yang berarti bahwa tauladan yang baik dari seorang pemimpin nasional akan diikuti secara meluas oleh seluruh aparatur negara dan masyarakat, yang diiringi dengan perbaikan dan pengembangan sistem yang ada. ----sekian---- "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
