''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Jumat, 30 Juli 1999 """""""""""""""""""""""""""""""" *Komandan Puspom: Belum Cukup Bukti Suap terhadap Ghalib *Banyak yang Setuju KPU Dibubarkan Partai Gurem Laporkan Buyung *Aceh Barat Menangis, 51 Mayat Korban Operasi Militer Ditemukan *Utang Kroni Cendana di Bank Mandiri Rp 15 Triliun ---Internasional--- *Jenderal Ralston Gantikan Panglima NATO *Kim-Cohen Sepakat Tindak Tegas Korut ---English Section--- * *12 Killed in Georgia Shootings Komandan Puspom: Belum Cukup Bukti Suap terhadap Ghalib ------------------------------------------------ Jakarta, Kompas Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) Mayjen Djasri Marin hari Kamis (29/7) menyatakan, belum cukup bukti bahwa telah terjadi tindak pidana suap yang dilakukan Jaksa Agung (non-aktif sementara) Letjen AM Ghalib, sebagaimana dilaporkan Indonesian Corruption Watch (ICW). Substansi bahwa Ghalib tidak bersalah yang disampaikan Komandan Puspom Djasri Marin dalam jumpa pers kemarin itu sudah tercium ICW. Dalam pertemuan dengan Komisi I DPR, Koordinator Badan Pekerja ICW Teten Masduki sudah mengungkapkan adanya konspirasi untuk menyelamatkan Ghalib. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9907/30/UTAMA/belu01.htm Banyak yang Setuju KPU Dibubarkan Partai Gurem Laporkan Buyung ------------------------------------ JAKARTA - Kalangan DPR RI dan Pemerintah menyetujui pendapat Wakil Ketua Komisi Pemilihan umum (KPU) Adnan Buyung Nasution agar KPU dibubarkan atau membubarkan diri saja, karena tak mampu mengemban tugas. Ketua Komisi I DPR RI Ny Aisyah Aminy, Wakil Ketua DPR/MPR RI Hari Sabarno, dan Menteri Kehakiman Muladi menganggap KPU gagal menjalankan tugas. Hal itu mengemuka dalam perbincangan antara Aisyah Aminy, Hari Sabarno, Muladi, dan Adnan Buyung Nasution, kemarin, di ruang Komisi I DPR RI, sebelum mereka mengikuti acara pembahasan RUU Mahkamah Agung. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9907/30/nas5.htm Aceh Barat Menangis, 51 Mayat Korban Operasi Militer Ditemukan --------------------------------------------------------------------------- ---- Banda Aceh, Kompas Lembah Beutong Ateuh di gugusan Pegunungan Bukit Barisan, Kabupaten Aceh Barat, Kamis kemarin bagai menangis. Sebanyak 31 jasad korban operasi militer ditemukan tidak bernyawa diangkat dari dua lubang kuburan massal. Sementara 20 jasad lainnya sudah sehari sebelumnya diketahui lokasinya, namun baru lima orang yang diangkat dari jurang untuk dikebumikan. Hanya sebagian dari mayat-mayat itu yang dikenali. Mereka adalah korban operasi keamanan Jumat (23/7) lalu. Sebuah operasi yang menurut Komandan Korem 012/Teuku Umar Kolonel Syarifuddin Tippe sebagai upaya untuk menyingkap adanya 100 pucuk senjata ilegal di sana Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9907/30/UTAMA/aceh01.htm Utang Kroni Cendana di Bank Mandiri Rp 15 Triliun --------------------------------------------------------------- JAKARTA (Media): Kroni Cendana menimbun kredit bermasalah di Bank Mandiri sekitar Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun. Dari jumlah tersebut sekitar Rp 2 triliun tengah direstrukturisasi dan selebihnya telah dipindahkan ke Asset Management Unit (AMU). Direktur Utama Bank Mandiri Robby Djohan mengatakan sebelumnya telah memindahkan sekitar Rp 76 triliun kredit macet ke AMU, yang merupakan divisi dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan pihaknya saat ini menangani kredit bermasalah sebesar Rp 51 triliun Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/07/30/EKO02.html -----Internasional----- Jenderal Ralston Gantikan Panglima NATO ---------------------------------------------------- Washington, Pembaruan Jenderal Joseph Ralston, yang sebentar lagi akan menjadi panglima tertinggi pasukan NATO, adalah pilot kawakan yang pernah sukses melancarkan 147 serangan udara tiba-tiba dalam Perang Vietnam. Dia berhasil lolos dari tuduhan skandal seks, dan kini tampil sebagai salah satu personel militer Amerika Serikat yang paling terhormat. Ralston diunggulkan, setelah Jenderal Wesley Clark dicopot 3 bulan lebih cepat dari jadwal, karena anggapan mengenai cara-cara penanganan Kepala Staf Gabungan AS tersebut dalam serangan udara Kosovo. Keputusan mengenai serangan udara pada 26 Maret 1999, dan berlangsung selama 11 pekan telah menimbulkan ketegangan di Pentagon. Wesley Clark diberitahu Selasa (27/7) malam mengenai pencopotannya itu Selengakapnya: http://suarapembaruan.com/News/1999/07/290799/Headline/hl03/hl03.html Kim-Cohen Sepakat Tindak Tegas Korut -------------------------------------------------------- SEOUL (AFP): Menteri Pertahanan AS William Cohen, kemarin, menyatakan sepakat dengan Presiden Korsel Kim Dae-Jung untuk mengambil tindakan keras terhadap Korea Utara jika uji coba penembakan nuklir baru tetap saja dilakukan. "Presiden Kim dan Cohen setuju bahwa Korsel, AS, dan Jepang membutuhkan kerja sama erat untuk mendesak agar Korea Utara tidak menembakkan rudal lainnya," demikian pernyataan kantor Kepresidenan Kim. Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/07/30/INT05.html 12 Killed in Georgia Shootings -------------------------------------- July 29 - A day trader opened fire today in two Atlanta brokerage offices, killing nine people, and later committed suicide as police pulled over his van. Earlier, the bodies of the man's wife and two children by a separate marriage were found in their suburban home. Mayor Bill Campbell identified the shooter as Mark O. Barton, a 44-year-old chemist from a suburb south of Atlanta. Campbell said Barton, a day trader who had done business with one of the brokerages, "was concerned about financial losses." Stock indices declined today. Selengkapnya: http://abcnews.go.com/sections/us/DailyNews/shooting990729.html ++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
