''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Selasa, 3 Agustus 1999 """""""""""""""""""""""""""""""" *Anggota KPU nyaris Baku Hantam *Hadiri Undangan Habibie: Mega, Amien Belum Pasti *Pradjoto tunda beberkan data soal Bank Bali, laras senjata di kepala anak-anaknya *Dephankam Pertanyakan Niat AS Kirim Marinir Ke Timtim ---Internasional--- *Siswa India Demam Bunuh Diri *Kouchner Kecam Serangan Bom Di Gereja Ortodoks Serbia ---English Section--- *Live Donors Revolutionize Liver Care *India Killer Train May Have Been Carrying Ammunition ++++++++++++ Anggota KPU nyaris Baku Hantam * Gagal lagi Sahkan Hasil Pemilu ---------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) benar-benar kehilangan hati nurani. Setelah Presiden BJ Habibie menyerahkan kembali hasil Pemilu 1999 untuk disahkan -- karena Panitia Pengawas Pemilu Pusat (Panwaspus) tidak menemukan alasan yang substansial terhadap keberatan wakil-wakil partai politik di KPU -- ternyata lembaga ini belum juga berhasil mengesahkannya. Rapat pleno yang membahas masalah pengesahan hasil pemilu di kantor KPU Jakarta, Senin (2/8) kemarin, malah seperti suasana di pasar ikan Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/8/3/p4.htm Hadiri Undangan Habibie: Mega, Amien Belum Pasti ------------------------------ JAKARTA (Waspada): Acara silaturahmi menjelang SU MPR yang rencanakan dilakukan hari ini oleh Presiden BJ Habibie, ternyata belum pasti bisa dihadiri pemimpin parpol seperti Megawati Soekarnoputri atau Amien Rais. Ketua Umum PDI Perjuangan dan PAN itu sama-sama menyatakan pikir-pikir. Barangkali yang sudah pasti hadir dalam pertemuan yang akan membahas persoalan bangsa itu baru Gus Dur. Pengamat politik CSIS Dr J Kristiadi kepada pers di Jakarta, Senin, menyatakan mendukung keberatan Mega hadir di pertemuan tersebut. Alasannya, jika Habibie dalam hal ini memanfaatkan kapasitasnya sebagai fungsionaris Golkar mengundang parpol pemenang pemilu, tidak tepat. Pertemuan itu justru dicurigai untuk mencari kompromi politik yang akan menguntungkan Habibie. Selengkapnya: http://waspada.com/080399/headline/headline.htm Pradjoto tunda beberkan data soal Bank Bali, laras senjata di kepala anak-anaknya ---------------------------------------------------- Laporan Novi Nuryanti JAKARTA, Mandiri Pakar hukum perbankan Pradjoto SH memutuskan menunda membeberkan data yang berkaitan dengan dugaan keterlibatan Bank Bali dalam penggunaan money politics, menyusul ancaman yang dia terima dari pihak tertentu. Sebelumnya, Pradjoto Jumat pekan lalu di Jakarta menjanjikan akan memberikan data mengenai hal itu "dua hari lagi" atau Senin ini (2/8). "Saya tidak bisa bicara kalau ada laras senjata di kepala anak-anak saya. Anda bisa tafsirkan itu sebagai ancaman atau lebih luas lagi," katanya, kepada pers di Jakarta Senin siang. "Ada yang datang, ada yang telepon, ada yang macam-macam," katanya. Selengkapnya: http://www.mandiri.com/isimandiri/contents/Berita/0899/bt020899_6.html Dephankam Pertanyakan Niat AS Kirim Marinir Ke Timtim ------------------------------------------------------------- Canberra, Pembaruan Amerika Serikat (AS) kini tengah mempertimbangkan untuk mengirim pasukan marinirnya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Timor Timur, demikian sebuah surat kabar Australia memberitakan, hari Minggu. Surat Kabar The Sunday Age mengutip pernyataan para pengamat pertahanan AS, yang menyebutkan Washington telah mempertimbangkan untuk menggunakan Marinir sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB yang akan ditempatkan sebelum atau sesudah jajak pendapat di Timtim, terutama bila wilayah itu merdeka dari Indonesia. Selengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/1999/08/020899/Headline/hl091/hl091.html ---Internasional--- Siswa India Demam Bunuh Diri ------------------------------------ NEW DELHI - Deepak Chauhan, pelajar India berusia 18 tahun, mengamati pengumuman hasil evaluasi belajar tahap akhir (EBTA). Betapa terkejutnya dia karena ternyata dia tidak lulus. Beberapa menit kemudian, Chauhan tewas gantung diri di teras sekolah. Remaja New Delhi itu hanyalah satu dari ratusan pelajar India yang stres dan bunuh diri dalam beberapa tahun terakhir karena tidak lulus ujian. Polisi menyebutkan, sekitar 200 pelajar di seluruh negeri bunuh diri pada tahun lalu. Kendati belum ada perkiraan yang akurat, menurut polisi jumlah kasus bunuh diri pelajar tahun ini cukup mengkhawatirkan. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9908/03/int3.htm Kouchner Kecam Serangan Bom Di Gereja Ortodoks Serbia --------------------------------- Pristina, Pembaruan Kepala pemerintahan PBB di Kosovo, Bernard Kouchner, mengecam serangan bom di sebuah Gereja Ortodoks Serbia, Minggu (1/8) pagi. Sementara itu, seorang pemimpin gereja di Pristina, ibu kota Kosovo, yakin bahwa serangan bom itu merupakan bagian kampanye sistematis yang dilancarkan oleh kaum ekstremis Albania. Ledakan bom berkekuatan luar biasa dahsyat itu, mengguncang gedung gedung di seluruh pusat ibu kota, dan menimbulkan asap tebal membubung ke langit. Selengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/1999/08/020899/LuarNegr/poln04/poln04.ht ml ---English Section--- Live Donors Revolutionize Liver Care -------------------------------------------- NEW YORK -- Growing up in Brooklyn in the 1950s, Felicia Vilardi knew that she could count on her older brother, John, to look after her. Their father had died when she was 4 and John 8, and, she recalls, "John was always my protector." The kid sister is 50 now, Felicia LaBanca by marriage, a direct, determined woman with strong features and intense brown eyes. On Thursday morning at Mount Sinai Hospital in Manhattan, it was her turn, not just to protect her brother, but to save his life. Side by side in hospital beds, the two reached out to clasp hands and say goodbye before being moved to adjacent operating rooms. More: http://www.nytimes.com/library/national/science/080299hth-liver-surgery.htm l India Killer Train May Have Been Carrying Ammunition ------------------------------------------------------------------- Death toll could reach 500 in a collision between trains placed on the same line by signal failure Rescue workers survey the mangled wreckage in Gaisan, northern India First the authorities said it was a bomb; then they said it was a train wreck. Now it appears that a railway crash in northern India that killed somewhere between 250 and 500 people may have been both. Two express trains collided in the town of Gauhati in the early hours of Monday after a signal failure placed them on the same line. "The explosions and the high casualty figure may have been due in part to the fact that one of the trains was carrying troops and ammunition," says TIME New Delhi correspondent Meenakshi Ganguly. Rescuers struggled to cut through 15 mangled carriages Monday, pulling out 190 bodies in the first hours but warning that the death toll would be considerably higher More: http://cgi.pathfinder.com/time/daily/0,2960,28863-101990802,00.html +++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
