Salam Sejahtera,

Berikut Pernyataan dan Seruan Moral dari Konferensi WaliGereja Indonesia
yang disampaikan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 54. Selamat
membaca. Tuhan memberkati.

Salam dan doa,
Redaksi Eskol-Net
================

PERNYATAAN DAN SERUAN MORAL POLITIK
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA
-----------------------------------------------------

Mengikuti dengan saksama perjalanan kehidupan bangsa kita pada bulan-bulan
terakhir ini, dan menyambut Perayaan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke 54,
kami menyampaikan pernyataan dan seruan moral politik berikut ini:

1. Tanpa menyangkal adanya kekurangan dan keterbatasan yang ada dalam
segala tahapan pemilihan umum yang sudah berlangsung, kami menyatakan
penghargaan yang mendalam atas keberhasilan dan kearifan rakyat Indonesia
yang telah melaksanakan pemilihan umum itu dengan damai, dan dengan
kesadaran serta kemauan baik yang tinggi.

2. Kami menyesalkan dan dengan keras memperingatkan elite politik yang
dalam pola pikir dan bertindak mereka yang tidak melihat dan mengikuti
kearifan rakyat dan seolah mengesampingkan rakyat banyak dan masa depan
bangsa. Kami mengajak mereka untuk kembali dan terus memperhatikan
kepentingan seluruh rakyat , baik dalam eaktu dekat ini maupun dalam jangka
panjang. Janganlah kepentingan kelompok yang sempit, apalagi kepentingan
pribadi menjadi pedoman berpikir dan bertindak sehingga berdampak negatif
atas ketentraman dan arah perkembangan kehidupan sosial dan masa depan
bangsa kita. Janganlah uang rakyat dan negara digunakan untuk manipulasi
dan melestarikan sistem serta struktur politik yang merugikan, bahkan
merusak kehidupan masyarakat.

3. Kami mengharapkan dengan sangat bahwa kepentingan dan keperluan
anak-anak yang kekurangan gizi, pendidikan orang muda dan melanjutkan hidup
orang miskin bangsa kita mendapat perhatian utama para pemimpin
pemerintahan, para pemimpin politik dan dunia usaha kita. Janganlah soal
perbankan, utang piutang dan BUMN mengabaikan kepentingan jangka panjang
bangsa ini.

4. Kepastian dan persamaan hukum serta pelaksanaannya yang tegas dan
konsisten untuk semua pihak tanpa pandang bulu harus terus menerus menjadi
komitmen seluruh bangsa kita dan seharusnya para pemimpin bangsa ini tidak
membuat pernyataan-pernyataan yang tidak jelas dan membingungkan rakyat,
apalagi kebohongan yang merusak kepercayaan masyarakat dan semangat hidup
serta semangat juang untuk kebaikan.

5. Kami sangat prihatin dengan tragedi yang terus berlangsung di Aceh.
Banyaknya korban manusia dan harta, hilangnya rasa aman dan kedamaian harus
dihentikan, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Para korban keadaan ini,
para pengungsi yang amat banyak dan sangat menderita harus mendapat
perhatian serius dan bantuan dari pemerintah dan seluruh lapisan
masyarakat. Masalah Aceh tidak akan selesai dengan retorika, agenda yang
tidak jelas, pendekatan keamanan dan kekerasan, melainkan dengan pendekatan
perikemanusiaan, dialog dan keterbukaan. Tanpa penyelesaian semacam ini,
kredibilitas pemerintah dan aparat keamanan dipertaruhkan, kesatuan bangsa
dibahayakan, dan kemanusiaan dibiarkan menjadi tidak berharga, bahkan
dikorbankan.

Kepada saudara-saudara sebangsa di Ambon, kami mengajak untuk melihat
kebaikan bersama yang lebih besar dan langgeng, dan tidak membiarkan diri
dimanipulasi secara kejam oleh orang-orang yang kurang beradab, tidak
bertanggung jawab dan tidak berperikemanusiaan.
Tentang Timor Timur, kami sangat mengharapkan agar supaya apa yang telah
kita katakan benar-benar kita lakukan, apapun resikonya. Berilah rakyat
Timor-Timur kesempatan yang adil untuk menentukan nasibnya secara bebas dan
damai.

6. Menjadi dalam seluruh perjalanan dan pergumulan bangsa kita, bahwa
kejujuran, pengakuan akan kedaulatan rakyat dan hak-hak dasar setiap warga
negara, keterbukaan dan kebersamaan dalam keterarahan pada kepentingan
seluruh bangsa, harus melandasi cara pikir dan menjadi sikap dasar semua
pemimpin dan seluruh bangsa kita. Itu semua harus diusakan dan
diperjuangkan karena sudah lama kita kurang memilikinya.

7. Sebelum Sidang Umum MPR ketenangan dan kedamaian harus dipelihara oleh
semua pihak. Kepada seluruh komponen bangsa kami serukan, agar
menghindarkan segala sikap dan tindakan yang mengandung kekerasan. Dengan
kuat kami serukan juga kepada pemimpin masyarakat dan bangsa agar
menghindarkan manipukasi, kebohongan, politik uang dan perendahan martabat
manusia, jual-beli kedaulatan rakyat dan kehormatan bangsa kita.
Pemerintahan yang dibentuk karena manipulasi, karena kepentingan kelompok
semata dan keuntungan sesaat hanya akan mengorbankan kesejahteraan seluruh
bangsa dan anak cucu kita, dan akhirnya merugikan para pelaku sendiri,
karena mereka tidak akan diterima dan akan mendorong timbulnya kekerasan,
ketidak-percayaan dan pengorbanan yang tidak bermakna.

8. Kepada pemerintah yang akan datang kami serukan agar nasib rakyat kecil,
yang tersisihkan dan terabaikan harus segera menjadi perhatian utama.
Kedaulatan rakyat harus dipulihkan dan dipegang teguh. Pertanggungjawaban
seluruh jajaran pemerintahan harus dapat diwujudkan secara terbuka.
Kekayaan bangsa ini adalah milik semua warganegara dan demi kesejahteraan
seluruh bangsa. Segala undang-undang dan peraturan yang memberi peluang
kesewenang-wenangan, manipulasi kedaulatan rakyat dan mengabaikan
kepentingan bagian-bagian integral bangsa ini harus ditinjau kembali secara
mendasar dan diubah, termasuk UUD 45.

9. Kemanusiaan yang beradab, kesejahteraan bagi seluruh rakyat dan lapisan
bangsa, keadilan berdasarkan persamaan hak dan kepastian hukum, kebangsaan
karena cinta sesama warganegara dan penghargaan akan harkat dan martabat
manusia, kedaulatan rakyat, ketakwaan kepada Allah yang Mahaesa berdasarkan
kebebasan iman dan kepercayaan setiap warganegara, adalah landasan
kehidupan kita sebagai bangsa, pedoman sikap dan tindak kita sebagai
warganegara serta landasan utama bagi kepemimpinan nasional dalam segala
tingkatannya pada setiap babakan sejarah.

Kiranya Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Kasih membimbing dan menghantar
rakyat Indonesia menuju kemerdekaan dan persaudaraan sejati,

Jakarta, 12 Agustus 1999

PRESIDIUM
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA

Mgr. Josef Suwatan, M.S.C
(Ketua)

Mgr. J. Hadiwikarta
(Sekretaris Jendral)

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke