''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Jumat, 6 Agustus 1999 """""""""""""""""""""""""""""""" *Demo Dukung Mega Presiden, Tolak Poros Tengah *Anggota KPU Terkejut, Ada Kolusi di Tim 15 *Jaksa Agung Mulai Bertindak. Perintahkan Intelijen Justisi *Mogok Massal Diakhiri Pertempuran Dan Sweeping ---Internasional--- *Dua Desa Dibombardir 600 Penduduk Tewas *Cina Minta AS tak Turut Campur ---English Section--- *U.S. condemns "rising tide" of violence in Aceh *Teen, Paralyzed in Shooting That Killed Friend, Is Charged With Murder +++++++++ Demo Dukung Mega Presiden, Tolak Poros Tengah ------------------------------------------------------------ Jakarta, JP.- Upaya mendukung Megawati Soekarnoputri menjadi presiden terus bermunculan. Setelah muncul aksi pembubuhan cap jempol darah, kemarin massa pendukung Mega menggelar demonstrasi di depan KPU (Komisi Pemilihan Umum) untuk menyuarakan dukungannya kepada Megawati sebagai presiden. Aksi yang diikuti ratusan pendukung Mega ini berlangsung cukup menarik. Mereka mengenakan kaus bergambar foto putri Bung Karno dan diikat kepalanya bertuliskan She is my president. Aksi tersebut digelar dua kali. Pertama, mereka menggelar aksi di Tugu Proklamasi, kemudian dilanjutkan di depan gedung KPU. Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/6ags/ut6ag3.htm Anggota KPU Terkejut, Ada Kolusi di Tim 15 ------------------------------------------------------ Jakarta, Kompas Para anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta hari Kamis (5/8) merasa terkejut dengan beredarnya nama-nama organisasi yang akan mengirimkan wakilnya di Utusan Golongan MPR (UG MPR) di media massa yang dengan jelas menunjukkan adanya praktik kolusi. Berkat bocoran yang diperoleh media massa itulah, Ketua KPU Rudini kemarin justru jadi tahu bahwa Agus Miftach (anggota Tim 15 KPU), misalnya, telah memasukkan nama LSM-nya ke dalam daftar calon utusan golongan. Laporan media massa itu telah membuat para anggota KPU kemarin berdebat panjang mengenai perlu-tidaknya sidang pleno tentang UG MPR dinyatakan tertutup Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9908/06/UTAMA/angg01.htm Pembuang Darah Udin akan Diadili --------------------------------------------------------- YOGYAKARTA (Media): Kapolda DIY Kol Pol Drs Dadang Sutrisno mengaku saat ini sedang menunggu hasil konsultasinya dengan Kapolri berkait dengan akan disidangkannya Serma Pol Edi Wuryanto oleh Mahkamah Militer Yogyakarta. Serma Edi Wuryanto, oleh Oditurat Militer akan diajukan ke pengadilan militer dalam masalah penghilangan barang bukti yang berupa blocnote dan darah milik almarhum Fuad Muhammad Syafruddin (Udin). Kepada wartawan di Yogyakarta kemarin, Kapolda mengemukakan, Perwira Penyerah Perkara (Papera) yang dalam hal ini adalah Oditur Militer sudah menyampaikan konsep Sprint untuk mengajukan mantan anggota Satserse Polres Bantul. ''Tapi belum saya tanda tangani,'' katanya. Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/08/06/NUS04.html Jaksa Agung Mulai Bertindak. Perintahkan Intelijen Justisi --------------------------------------------------------------------------- ----- JAKARTA (Media): Pihak Kejaksaan Agung sedang mengumpulkan data dan mencermati skandal Bank Bali berkaitan dengan kemungkinan adanya indikasi korupsi. Sementara itu, Partai Golkar membentuk tim khusus untuk kasus ini. Pejabat sementara Jaksa Agung Ismudjoko mulai bertindak dengan memerintahkan jajaran intelijen justisi Kejaksaan Agung agar mengamati dan mencermati kasus Bank Bali, yang dikaitkan dengan nama sejumlah tokoh, antara lain pemilik Bank Bali Rudy Ramli, Wakil Bendahara Partai Golkar Setya Novanto, bos Grup Mulia Joko S. Tjandra, pengusaha Marimutu Manimaren, dan pejabat BPPN Pande Lubis. Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/08/06/UTAMA01.html Mogok Massal Diakhiri Pertempuran Dan Sweeping ---------------------------------- LHOKSEUMAWE (Waspada): Mengakhiri mogok massal di Aceh, Kamis (5/8) terjadi pertempuran antara aparat keamanan dengan Gerakan Bersenjata Pengacau Keamanan (GBPK) di Titeu Kemala Pidie. Sementara di Aceh Utara aparat keamanan melakukan sweeping, dan di Aceh Timur dua rumah warga dibakar aparat keamanan. Dan Rem 011/Lilawangsa Kol.Inf.Syafnil Armen, Sip, SH melalui Kepala Penerangan Korem Letda Inf Eddy Heriyanto mengatakan, kontak senjata yang terjadi di kawasan Cot Mamplam kecamatan Titeu Kemala, Pidie, terjadi Kamis (5/8) pagi, menewaskan sembilan orang dari kelompok GBPK. Sedangkan di pihak aparat keamanan tidak ada korban. Selengkapnya: http://waspada.com/080699/headline/headlin1.htm *Internasional-------- Dua Desa Dibombardir 600 Penduduk Tewas ------------------------------------------------------- KIGALI - Sekitar 600 penduduk tewas akibat serangan udara di Provinsi Equateur yang dikuasai kelompok Gerakan Pembebasan Kongo (GPK) yang didukung Uganda. Pemimpin GPK Jean-Pierre Bemba mengatakan Kamis kemarin, pasukan pemberontak masih mencari korban-korban tewas lainnya. "Sekitar pukul 10.00 sebuah pesawat Antonov 12 yang mungkin bertolak dari Kinshasa menjatuhkan 18 bom di kota Makanza dan Bogbonga, sehingga menewaskan 384 penduduk sipil dan 184 personil militer,'' katanya melalui telepon. Bemba mengatakan, pengeboman tersebut dilakukan dari pesawat pembom milik Sudan, yang beroperasi atas nama Presiden Republik Demokratik Kongo Laurent Kabila Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9908/06/int1.htm Cina Minta AS tak Turut Campur -------------------------------------------- SYDNEY (AFP): Cina, kemarin, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mencampuri konflik negara itu dengan Taiwan dan menyatakan sekutu AS seperti Australia serta Jepang tidak mungkin bergabung dalam aksi penyerbuan bergaya Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Dalam sebuah wawancara dengan The Australian Financial Review, Duta Besar Cina untuk Australia Zhou Wanzhong mengemukakan Washington seharusnya tidak mencoba mengulangi "resep Kosovo" di Asia. "AS memiliki militer yang sangat kuat, tetapi dunia sangat luas dan seharusnya AS tidak mencoba memperluas kekuasaannya di Asia dengan cara seperti ini. Asia bukan Eropa," tegasnya. Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/08/06/INT05.html *English Section---- U.S. condemns "rising tide" of violence in Aceh ---------------------------------------------------------- WASHINGTON, Aug 5 (Reuters) - The United States expressed deep concern on Thursday about a "rising tide" of violence in Indonesia's Aceh province and said there were "serious and credible" charges of human rights abuses by the military. "The United States is deeply concerned about the rising tide of violence which has claimed over a hundred lives in recent months and dramatically increased tensions in the Indonesian province of Aceh," State Department spokesman James Rubin said in a written statement. More: http://www.feeds.cc/news_web/news/GLANCE-G:RCOM/GLANCE-G:RCOM-nN05142611.00 -44-57.html Teen, Paralyzed in Shooting That Killed Friend, Is Charged With Murder --------------------------------------------------------------------------- ---------- ILWAUKEE -- Jacquelyn Woods was on the telephone, as usual, with her friend Efrain Casas one evening last January, and she could hear Efrain and his high school buddy Eduardo Rivera playing with two semiautomatic pistols owned by Efrain's father. The boys were laughing and pointing the guns at each other, and pulling the triggers. It was a game to see who could fire the fastest. She heard Efrain say, "Eddie, are you ready?" and count "One, two, three." There was a loud gunshot. After that, silence. The boys, it turned out, pulled their triggers simultaneously, and unknown to them, even though they had taken the magazines out to examine them, the guns had rounds in the chambers. Fifteen-year-old Efrain was shot through the head and killed. Eduardo, 16, was shot through the neck, severing his spinal column More: http://www.nytimes.com/library/national/080599wis-teen-slain.html ++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
