"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Kamis, 26 Agustus 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
BACA: Syahrir: EGP ganggu bank lain;
Meningkat serangan terhadap komunitas
Yahudi
================================
*Ancaman Bank Dunia Memalukan Pemerintah
*EGP Tak Hanya Ganggu Bank Bali
*DK PBB Prihatin Situasi Timtim
*TNI Sengaja Menggantung
Penyelesaian Masalah Aceh

---English Section---
*Attacks Rise Amid Nat'l Outcry
*Moroccan Plane Hijacked
88 Aboard Jet Taken to Spain; Little Known About Hijackers
++++++++

Ancaman Bank Dunia Memalukan Pemerintah
-----------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Pengamat ekonomi Sri Mulyani Indrawati yang ditemui di Jakarta, hari Rabu
(25/8) berpendapat, ancaman Bank Dunia untuk menghentikan pinjaman
berkaitan skandal Bank Bali (BB) merupakan hal yang sangat memalukan bagi
pemerintahan Presiden BJ Habibie. Secara politik, pesan Bank Dunia sangat
kuat menyindir Indonesia. Ancaman ini, kata Sri, berkaitan dengan
penyelesaian skandal Bank Bali yang bertele-tele. Misalnya, sedikitnya
masih harus menunggu waktu sampai sepekan lagi. Katakanlah auditor
independen PricewaterhouseCoopers baru menemukan sesuatu indikasi
keterlibatan pihak-pihak lain dalam mengintervensi BI dan BPPN.
Menurut Sri Mulyani, ancaman Bank Dunia ini memberikan suatu petunjuk bagi
pemerintah untuk melakukan koreksi. Koreksi minimal adalah BI, BPPN dan
Depertemen Keuangan dilindungi dari intervensi politik seperti itu.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/26/EKONOMI/anca02.htm

EGP Tak Hanya Ganggu Bank Bali
Sjahrir: Bank Lain Mungkin 'Tertular' Skandal Bank Bali
--------------------------------------------------------------------
Skandal Bank Bali masih mempunyai banyak cerita. Era Giat Prima, sebuah
perusahaan yang menjadi biang masalah ternyata bukan hanya menawarkan jasa
penagihan pada Bank Bali saja. Tapi juga pada beberapa bank lain. Hal ini
dikemukakan oleh pengamat ekonomi Syahrir hari Rabu di Jakarta. Menurut
Syahrir bank yang ikut diganggu oleh Era Giat Prima adalah bank-bank yang
tergolong besar dan sedang sakit. Bank-bank yang tengah ikut program
penyehatan itu antara lain bank BII, Bank Lippo, bank Prima Express, bank
Universal,bank Bukopin dan Bank Bali. Menurut Syahrir, bank-bank tersebut
dapat lepas dari skandal persekongkolan yang dimotori oleh Setya Novanto,
tokoh partai Golongan Karya itu karena telah cepat terbongkar oleh Pradjoto
Selengkapnya:
http://www.tempo.co.id/harian/include/index.asp?file=25081999-68h-8

DK PBB Prihatin Situasi Timtim
-------------------------------------------
JAKARTA (Media): Anggota-anggota Dewan Keamanan PBB menyatakan
keprihatinannya yang mendalam atas berlangsungnya intimidasi dan tindak
kekerasan di Timtim, dan menyerukan pihak-pihak yang terlibat untuk
memenuhi komitmen melucuti senjata.
Ketua Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Martin Andjaba dari Namibia,
menyatakan anggota-anggota dewan menyambut baik langkah-langkah yang
diambil oleh pemerintah Indonesia untuk mengatasi keamanan. Diingatkan,
menjadi tanggung jawab Indonesia untuk menjamin suasana yang aman selama
berlangsungnya jajak pendapat.
"Mereka juga menyayangkan tindak kekerasan dan intimidasi belum lama ini
terhadap anggota staf Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas untuk Misi
Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor Timur (UNAMET), kata Andjaba seperti
yang dikutip dalam siaran pers Kantor Penerangan PBB di Jakarta, kemarin.
Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/08/26/UTAMA05.html

TNI Sengaja Menggantung
Penyelesaian Masalah Aceh
---------------------------------
JAKARTA (Waspada): TNI sengaja mengkatung-katungkan penyelesaian masalah
Aceh untuk menunggu pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang
Keselamatan dan keamanan Negara (KKN), sehingga TNI dapat bertindak apapun
baik kepada masyarakat maupun kepada Tim Independen yang ingin menyeret
pelaku pelanggaran HAM di Aceh dibawa ke pengadilan.
Wakil Ketua FPP DPR RI, Muchtar Azis menegaskan hal itu kepada wartawan di
Jakarta Rabu (25/8) menanggapi peranan Tim Independen yang dibentuk
Pemerintah yang tujuannya akan menyelesaikan masalah Aceh.
Menurut Muchtar, tim apapun yang dibentuk pemerintah BJ Habibie, termasuk
Tim Independen, tidak akan mampu menjalankan tugasnya, jika tidak ada
mendapat dukungan dari TNI. "Karena kunci penyelesaian masalah Aceh
terletak pada TNI/ABRI, dalam hal ini di tangan Pak Wiranto," ungkapnya
Selengkapnya: http://www.waspada.com/082699/headline/headlin3.htm

****English Section****

Attacks Rise Amid Nat'l Outcry
------------------------------------
By: ERIC J. GREENBERG, Staff Writer
Clinton wants gun control push; Giuliani vows beefed-up High Holidays
patrols.
 Hate crimes against Jews continued across the nation this week even as
political leaders from New York's City Hall to the White House were
promising stepped-up protection and renewed attempts to push tougher
anti-hate and gun control laws.
The moves come in response to the shootings at a Los Angeles-area Jewish
community center in which five people were wounded, including a 5-year-old
boy and two 6-year-olds.
But while several national Jewish organizations sponsored emergency
security briefings via satellite hookups with dozens of local Jewish
agencies nationwide, more anti-Jewish incidents were taking place only days
after the Aug. 10 rampage by a white supremacist with an assault weapon at
the North Valley JCC in Granada Hills, Calif
More: http://www.thejewishweek.com/jwcurr.exe?99082021

Moroccan Plane Hijacked
88 Aboard Jet Taken to Spain; Little Known About Hijackers
--------------------------------------------------------------------------
ABCNEWS.com
B A R C E L O N A, Spain, Aug. 25 - Spanish authorities found themselves
with a hostage crisis on their hands when a Moroccan jet en route to
Tunisia was hijacked and flown to Barcelona instead.
          The Royal Air Maroc 737-400 was carrying 79 passengers and a crew
of nine when it was hijacked late today, said Spanish Interior Ministry
spokeswoman Luisa Pena.
     She said there appeared to be three hijackers, but another ministry
official said later that there might be just one hijacker. Those
responsible demanded that the plane be refueled and flown to Frankfurt,
Germany.
     There was no immediate word on the condition of the passengers or of
any other demands by hijackers.
More:
http://abcnews.go.com/sections/world/DailyNews/moroccohijack990825.html
+++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke