"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Jumat, 3 September 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
*Dunia Internasional Kecam Indonesia
*Gus Dur: Jangan Marahi Matori
*DPR Setuju Panggil Presiden
*Lampu Kuning Buat Indonesia
PM Belanda Temui Delegasi RMS

----English Section-----
*Two U.N. workers killed in East Timor as riots continue
*Iraq still making weapons of mass destruction
++++++++++

Dunia Internasional Kecam Indonesia
----------------------------------------------
New York, Rabu
Tekanan internasional agar pemerintah dan aparat keamanan melakukan upaya
konkret dalam menghentikan aksi kekerasan di Timor Timur, mencapai
puncaknya hari Kamis (2/9). Selain mengutuk sekeras-kerasnya insiden Rabu
petang yang merenggut nyawa manusia itu, Dewan Keamanan (DK) PBB dalam
sidang daruratnya di New York hari Rabu siang (Kamis dini hari) juga
menuntut aparat menangkap dan mengadili pelaku kekerasan itu. Sementara
Australia hari Kamis secara terang-terangan menyatakan bahwa saat ini
sedang disusun rencana pengiriman pasukan pemelihara perdamaian ke Timtim
dalam kerangka PBB, jika hasil penentuan pendapat hari Senin (30/8) itu
menuju ke arah kemerdekaan Timtim.
"Kami terus terang terlibat secara mendalam dalam pembahasan-pembahasan
(soal penjaga perdamaian), dalam bentuk apa pun yang dianggap memadai,"
kata Menlu Alexander Downer di Canberra
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/03/UTAMA/duni01.htm

Gus Dur: Jangan Marahi Matori
Yang Terpilih Harus Didukung
Tak Perlu Nakut-nakuti SU MPR
---------------------------------------
JAKARTA-Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan tidak
marah dan bereaksi atas sikap Ketua Umum PKB Matori Abdul Djalil, yang
mendukung dan mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden keempat.
Alasannya, langkah Matori itu karena menjalanlan tugas partai.
"Saya tidak marah. Dan jangan sampai ada yang marah jika Matori mencalonkan
Megawati, meski saya dicalonkan oleh poros tengah,'' katanya, saat syukuran
mulai pulihnya kesehatan matanya setelah operasi di Amerika Serikat, di
kediaman Ciganjur, Jakarta Selatan, tadi malam.
Diakui Gus Dur, pernyataan dukungan PKB terhadap Mega berdasarkan hasil
keputusan musyawarah pimpinan partai belum lama ini memancing kemarahan
sejumlah tokoh dan ulama di NU. Sebab, Matori menyatakan dukungannya
terhadap Mega. "Banyak ulama yang marah pada Matori,'' ujar Gus Dur.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9909/03/nas1.htm

DPR Setuju Panggil Presiden
-----------------------------------
Jakarta, Pembaruan
Rapat Paripurna DPR RI Kamis (2/9) pagi, menyetujui surat Komisi VIII
tentang usulan atas hak mengadakan penelitian kasus Bank Bali dan surat
meminta keterangan kepada presiden oleh 11 Anggota Komisi VIII, dibahas
secara khusus dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR siang ini. Dan
selanjutnya Bamus akan menyetujui kedua hak DPR itu akan digunakan secara
sah dalam mengusut tuntas kasus Bank Bali (BB).
Kedua surat berkategori sangat penting dan amat segera itu, dibacakan
kepala biro persidangan DPR, S. Efrehata, pada rapat paripurna dewan yang
dipimpin wakil ketua DPR RI Hari Sabarno dan dihadiri Mendagri Syarwan
Hamid. Dalam surat tentang usulan hak mengadakan penyelidikan kasus Bank
Bali nomor Tw.001/46/Komisi VIII/ 99 yang ditandatangani ketua Komisi VIII
Tayo Tarmadi, menyebutkan kasus Bank Bali harus segera dituntaskan karena
dampaknya terhadap upaya pemulihan perekonomian nasional sangat besar
Selengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/09/020999/Headline/hl01/hl01.html

Lampu Kuning Buat Indonesia
PM Belanda Temui Delegasi RMS
----------------------------------------
Koresponden Khusus: Eddi Santosa

detikcom, Den Haag- Akhirnya tekanan-tekanan Republik Maluku Selatan
(RMS)terhadap pemerintah Belanda membuahkan hasil. Delegasi RMS malah sudah
bertemu dengan PM Belanda,Kok.
Dari Den Haag, Koresponden Khusus detikcom, Eddi Santosa Kamis (2/9/1999)
pukul 21.45 WIB melaporkan, dari pertemuan RMS itu, Menteri Urusan Ekonomi
Belanda, Jorritsma, akan membawa pertikaian antaragama yang masih terus
berlangsung di Maluku kepada presiden Habibie.
Menurut rencana Jorritsma akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada
akhir bulan ini.
Demikian antara lain hasil pertemuan antara delegasi RMS dengan kabinet
Belanda Rabu (1/9/1999) yang disampaikan kepada para wartawan oleh Menteri
Urusan Kebijakan Kota-kota Besar dan Integrasi, Van Boxtel
Selengkapnya: http://detik.com/berita/199909/19990902-2201.htm

----English Section----
Two U.N. workers killed in East Timor as riots continue
-------------------------------------------------------------------
DILI, East Timor (CNN) -- Two local workers for the U.N. mission in East
Timor were killed Thursday in fighting between separatists and
anti-independence activists, the United Nations said.
The slain workers were among 4,000 East Timorese hired by the United
Nations to help it conduct Monday's referendum on the territory's future.
U.N. spokesman Fred Eckhard said the two local staffers were killed in the
province of Maliana.
Eckhard said the U.N. remained gravely concerned with the overall security
conditions in East Timor with "the wave of violence now reaching other
areas" outside Dili., the East Timor capital
More: http://cnn.com/ASIANOW/southeast/9909/02/e.timor.04/

Iraq still making weapons of mass destruction
-------------------------------------------------------
Baghdad has continued developing weapons of mass destruction despite the
punitive trade sanctions imposed on Iraq, according to a White House report
to Congress cited today by the Washington Times.
"We are concerned by activity at Iraqi sites known to be capable of
producing (weapons of mass destruction) and long-range ballistic missiles,"
the White House report says, as cited by the Times.
Iraq may have secretly 'completed' work on seven long-range ballistic
missile systems, according to the report.
The six-page report, prepared by the National Security Council (NSC), an
agency of the White House, illustrates the difficulties resulting from the
absence of international inspectors in Iraq, the Times said.
"Saddam has used weapons of mass destruction in the past, and there's no
reason to think he won't again in the future," the Times quoted NSC
spokesman David Leavy saying
More: http://www.smh.com.au/breaking/19990903/A44687-1999Sep3.shtml
+++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke