"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Senin, 6 September 1999 """""""""""""""""""""""""""""""""""""" @Kebrutalan Ancam Perang Saudara @Eggy Sudjana: Biarlah Mega Menang @Hikam: Kiai Perlu Belajar Teori Barat @Timtim Merdeka, "Nasib" Habibie Habis @Meski Curang harus Dihormati @Soal Isu Rusuh, Kapolda Sesalkan Bocornya Laporan Intelpampol (Ambon) ------Luar Negeri ------------------ **Clinton: Indonesia Harus Tanggung Jawab **Pemilu di Negeri Raksasa Demokrasi (India) S E L A M A T M E M B A C A Kebrutalan Ancam Perang Saudara * 145 Orang Lebih Tewas ------------------------------- Jakarta, Kompas Aksi massa pro-integrasi di sejumlah titik di Dili (Timor Timur) mendapatkan perlawanan dari penduduk prokemerdekaan telah mengakibatkan ketegangan di Dili makin memuncak dan bahkan bisa memancing terjadinya segera sebuah perang saudara secara terbuka.Rentetan tembakan terdengar sejak Sabtu (4/9) malam hingga Minggu. Lebih dari 145 orang dilaporkan tewas, termasuk 25 orang akibat bentrok antara massa pro-integrasi dengan penduduk prokemerdekaan di Keuskupan Diosis Dili. Selain sejumlah bangunan dan hotel Mahkota hangus, percetakan Keuskupan Diosis Dili juga terbakar. Aparat keamanan tampaknya praktis tidak berdaya untuk mencegah Timtim ke arah kekacauan lebih lanjut. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/06/UTAMA/kebu01.htm Eggy Sudjana: Biarlah Mega Menang 17 Organisasi Islam Siap Sukseskan SU MPR ------------------------------------------------------ JAKARTA - Sekitar 20.000 orang dari 17 organisasi Islam berkumpul dalam Front Umat Islam Bersatu (FUIB) di gedung tenis Senayan. Mereka menyatakan sikap, ingin Sidang Umum MPR RI berlangsung damai, aman, dan sukses. "Kami perlu tegaskan, dalam front ini tidak ada dukung-mendukung. Kami hanya menginginkan tercipta suatu keamanan pada SU mendatang demi bangsa kita. Jadi, marilah kita semua menahan diri, jangan sok-sokan mengerahkan massa,'' kata Koordinator FUIB Eggy Sudjana di Jakarta, Minggu kemarin. . "Siapa pun yang terpilih menjadi Presiden nanti harus kita dukung, termasuk Megawati,'' kata Eggy Sudjana, Koordinator FUIB." Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9909/06/nas5.htm Hikam: Kiai Perlu Belajar Teori Barat --------------------------------------------- Yogyakarta, Jawa Pos.- Perlu perubahan di tubuh NU. Itu dikatakan pengamat politik LIPI Dr Mohammad A.S. Hikam, kemarin, dalam seminar pramuktamar bertema NU dan Pembentukan Masyarakat Madani di Hotel Sahid Yogya. Hikam menilai, banyak orang NU punya pemikiran sangat maju dalam memandang persoalan civil society. Namun, itu hanya dimiliki elite NU yang jumlahnya tidak banyak. ''Harus diakui, belum ada pemerataan cara berpikir sampai di tingkat bawah NU. Salah satu kelemahan terbesarnya, ada ketergantungan NU di pusat, wilayah, dan cabang terhadap elite NU,'' katanya. Hikam mengatakan, kiai NU perlu berpikiran maju. Dengan pemikiran maju dan selalu mengikuti perubahan, seorang kiai tak akan kehilangan hak istimewaa, malah akan lebih dihargai santrinya karena cara pandangnya rasional. Selengkapnya: http://www.jawapos.com/6sep/nas6s4.htm Timtim Merdeka, "Nasib" Habibie Habis ------------------------------------------------ Jakarta, Kompas Semua pihak, terutama Presiden BJ Habibie, harus menjadikan kasus Timtim ini sebagai sebuah peringatan bahwa keputusan penting dan strategis yang hanya didasarkan pada naluri kepentingan kekuasaan sesaat terbukti menjadi pengorbanan putra-putra terbaik bangsa-baik sipil maupun militer, terutama rakyat Timtim-menjadi sia-sia dan sangat mengusik perasaan kemanusiaan. Agar tidak terjadi lagi tragedi yang lebih besar bagi kehidupan bangsa di masa depan, Forum Demokrasi dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu (4/9), menuntut Presiden Habibie sesegera mungkin turun dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban politik sebuah bangsa yang beradab. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/06/UTAMA/timt01.htm Meski Curang harus Dihormati ------------------------------------ Jakarta (Bali Post) - Sejumlah pimpinan parpol besar berpendapat, kemenangan kelompok pro-kemerdekaan harus bisa diterima bangsa Indonesia, walaupun di sisi lain proses jajak pendapat 30 Agustus lalu sarat kecurangan dan usaha infiltrasi pihak asing. ''Meski sarat kecurangan, hasil jajak pendapat harus diterima karena lebih dari 70 persen warga Timtim memilih untuk merdeka,'' kata Deklarator PKB Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sabtu (4/9). Bila kelompok pro-otonomi tidak puas denga hasil tersebut, mereka bisa melakukan gugatan damai kepada Mahkamah Internasional. ''Kecurangan tersebut terjadi karena adanya campur tangan negara lain, tetapi kita harus menerima hasil itu demi nama baik Indonesia,'' katanya. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/6/p1.htm Soal Isu Rusuh, Kapolda Sesalkan Bocornya Laporan Intelpampol ------------------------------------- AMBON -- Kapolda Maluku Kolonel Pol Bugis Saman menyesalkan terjadinya kebocoran laporan tentang Informasi Khusus (Infosus) Direktorat Intelpampol setempat soal isu terjadinya kerusuhan besar-besaran di kota Ambon dan sekitarnya, 9 September 1999. ''Laporan tersebut sebenarnya merupakan konsumsi pimpinan Polda yang perlu diklarifikasi dan cek kebenarannya. Namun, kenyataannya laporan tertanggal 31 Agustus itu telah beredar copinya di kalangan masyarakat sejak, 3 September,'' katanya ketika dikonfirmasi wartawan di Ambon, Sabtu (4/9). Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9909/06/23629.htm ------------- Luar Negeri ---------------------- Clinton: Indonesia Harus Tanggung Jawab --------------------------------------------------- Washington, Minggu Merebaknya kekerasan di Timor Timur (Timtim) setelah pengumuman hasil penentuan pendapat mendapat kecaman dari berbagai negara yang merasa prihatin. Mereka mendesak agar Indonesia menyesuaikan kata dan perbuatan, serta menguasai keadaan dan menjaga keamanan sesuai perjanjian dengan PBB."Saya sangat prihatin mengenai kekerasan yang terus-menerus itu, dan mereka yang kalah dalam penentuan pendapat itu harus menyadari bahwa mereka kalah secara jujur," kata Presiden AS Bill Clinton dalam pidato dari peristirahatan kepresidenan Camp David di Maryland, yang disiarkan melalui televisi. Clinton yang puas karena hasil penentuan pendapat itu sangat jelas, mendesak Pemerintah Indonesia "untuk mencegah pertumpahan darah yang sekarang kita saksikan di Timor Timur," seraya menekankan bahwa Indonesia telah berjanji untuk patuh pada hasil referendum itu. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/06/LN/clin28.htm Pemilu di Negeri Raksasa Demokrasi ------------------------------------------- New Delhi, Minggu Stabilitas politik. Itulah yang diharapkan sekitar 605 juta warga India yang memiliki hak pilih ketika mendatangi tempat-tempat pemungutan suara hari Minggu (5/9). Sejak semula diramalkan bahwa pemilu ketiga sejak tahun 1996 ini akan secara mudah dimenangkan oleh koalisi multipartai pimpinan partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party (BJP) dibawah komando PM Atal Bahari Vajpayee. Akan tetapi, partai oposisi utama, Partai Kongres pimpinan Sonia Gandhi, sama sekali tidak gentar. "Saya sangat yakin," katanya sambil tersenyum. "Saya tidak percaya sama sekali dengan semua hasil jajak pendapat (yang mengunggulkan BJP)." Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/06/LN/pemi27.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
