"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Senin, 13 September 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" @ PBB Puas, Clinton Senang @ Tak Benar, Militer Paksakan Kehendaknya pada Presiden @ Sebaiknya Muladi yang Di-''lei Detector'' @ Marzuki Darusman: Habibie sebaiknya Mundur @ Barat Tak Nyaman Lihat Kebangkitan Islam @ "Polisi Layak Periksa Baramuli" @ Habibie Berada di Lubang Jarum ------ Luar Negeri--------------- ** Tujuh Jam, Indonesia Dikecam ** Hubungan Cina-AS Cair ------------------------------------ S E L A MA T M E M B A C A ''''''''''''''''''''''''''''''''''''' PBB Puas, Clinton Senang ------------------------------ Washington, Jawa Pos.- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai, keputusan Presiden B.J. Habibie untuk mengizinkan masuknya pasukan perdamaian ke Timtim sebagai langkah besar yang bagus dan benar. Dan, sikap Indonesia yang melunak terhadap tekanan internasional itu ternyata juga sudah diperkirakan sebelumnya oleh Sekjen PBB Kofi Annan. Wartawan Jawa Pos di Washington Ramadhan Pohan tadi malam melaporkan, sikap puas atas keputusan baru pemerintah Indonesia terhadap masalah Timtim itu tampak dari pernyataan juru bicara PBB Fred Eckhard. ''Ini merupakan suatu langkah besar yang bagus,'' tuturnya beberapa saat setelah Habibie mengumumkan keputusan baru itu di Jakarta. Selengkapnya: http://www.jawapos.com/13sep/de13i16.htm Tak Benar, Militer Paksakan Kehendaknya pada Presiden -------------------------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Tak benar bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak mampu mengatasi keadaan di Timor Timur (Timtim), apalagi berkeinginan memaksakan kehendaknya kepada Presiden RI. Sementara berbagai isu tidak benar menerpa TNI, misalnya adanya anggapan bahwa penolakan pasukan asing oleh TNI hanya untuk membangkitkan isu nasionalisme untuk mengangkat popularitas TNI. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/13/UTAMA/tak01.htm Sebaiknya Muladi yang Di-''lei Detector'' --------------------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Usul Mensekneg/Menkeh Muladi agar mantan Direktur Bank Bali Rudy Ramli diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan (lie detector) ditanggapi miring Soejono C. Atmonegoro. Ditemui Minggu (12/9) kemarin, mantan Jaksa Agung ini mengatakan, justru Muladi-lah yang harus diperiksa dengan lie detector. ''Menurut saya, Muladi sendiri harus di-lie detector. Siapa yang menyuruh Muladi membaca? Ya... itu yang harus di-lie detector juga. Ya... Habibie, kan?'' Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/13/n4.htm Marzuki Darusman: Habibie sebaiknya Mundur -------------------------------------------------------- Kupang (Bali Post) - Setelah mengusulkan agar Golkar mencari capres alternatif di luar Habibie, kini usulan Marzuki Darusman lebih ''gila'' lagi. Ketua DPP Golkar ini menyatakan sangat sependapat dengan tuntutan para pengungsi Timtim di NTT agar Presiden BJ Habibie mengundurkan diri. Selain karena kondisi memprihatinkan, Habibie juga telah berada dalam posisi kritis menyusul pengakuan Rudy Ramli di depan DPR beberapa hari lalu. Golkar yang bersikukuh mencalonkan Habibie menjadi presiden dalam SU MPR mendatang pun disarankan mencari sikap politik alternatif. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/13/p1.htm Barat Tak Nyaman Lihat Kebangkitan Islam ---------------------------------------------------- PADANG (Waspada): Tekanan Amerika Serikat secara politis, ekonomis dan militer yang ditujukan kepada Indonesia dalam masalah Timor Timur, merupakan bagian dari kebijaksanaan global Barat yang tidak senang dengan kebangkitan Islam. Pengamat politik DR H. Mochtar Naim di Padang, Minggu (12/9) menjelaskan, masyarakat Muslim Indonesia, ASEAN, Asia Tengah (bekas Uni Soviet) dan Timur Tengah, saat ini diianggap mulai menemukan jati dirinya, sehingga hal ini bisa mengancam Barat secara idiologis, ekonomis dan politik. Selengkapnya: http://www.waspada.com/ Dinilai Memutarbalikkan Masalah: "Polisi Layak Periksa Baramuli" ---------------------------------------- JAKARTA (Waspada): Tuduhan Ketua DPA AA Baramuli tentang adanya konspirasi politik untuk menggulingkan pemerintahan BJ Habibie dinilai oleh pengamat politik UI Arbi Sanit sebagai upaya memutarbalikkan masalah yang berkembang di tengah-tengah upaya menguak skandal Bank Bali. Sebagaimana diberitakan, Ketua DPA itu menuduh ada konspirasi politik untuk menjatuhkan Pemerintah dengan cara merongrong kewibawaannya, menyusul terbongkarnya skandal Bank Bali. Namun Arbi tidak melihat adanya konspirasi sebagaimana yang dituduhkan Baramuli itu. Bahkan dia melihat, justru yang ada adalah konspirasi sejumlah oknum pejabat tinggi, termasuk Baramuli, dalam skandal yang mengundang perhatian masyarakat luas tersebut. Selengkapnya: http://www.waspada.com/ Habibie Berada di Lubang Jarum ---------------------------------------- JAKARTA - Ketua Umum PB HMI Anas Urbaningrum berpendapat, pascajajak pendapat di Timtim, Presiden BJ Habibie seperti berada di lubang jarum, karena kebijakan yang diambil selalu dijadikan komoditas politik, termasuk opsi jajak pendapat di Timtim. Selain itu, kredibilitasnya sebagai capres turun di tingkat publik. Namun secara riil kekuatan politiknya belum tentu jatuh. ''Kita lihat saja nanti di MPR, karena riil pendukung itu di sana,'' katanya, seusai diskusi kepemudaan di kantor DPP Partai Golkar Jakarta, kemarin. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9909/13/nas2.htm ------ Luar Negeri---------------- Tujuh Jam, Indonesia Dikecam -------------------------------------- PBB, Minggu Indonesia mendapat kecaman bertubi-tubi selama lebih dari tujuh jam sidang Dewan Keamanan (DK) PBB hari Sabtu. Dalam ruang sidang DK PBB itu, keadaan di Timor Timur (Timtim) diperbandingkan dengan keadaaan di Kosovo.Karena itu, AS memperingatkan bahwa Indonesia menghadapi point of no return dalam hubungan internasional kalau Jakarta tidak mengizinkan pasukan penjaga perdamaian membantu memulihkan keamanan dan ketertiban di Timtim. Setelah ragu-ragu selama tiga hari, ketua Dewan Keamanan Peter van Walsum menyetujui permintaan dari Portugal untuk suatu debat resmi, guna membicarakan secara terbuka "pembantaian yang sedang dilakukan di Timor Timur dengan bebas dari hukuman." Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/13/LN/tuju28.htm Hubungan Cina-AS Cair ---------------------------- Auckland, Minggu Kebekuan yang selama ini menyelimuti hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan Cina, cair sudah. Hal itu terjadi setelah pertemuan antara Presiden Bill Clinton dengan Presiden Jiang Zemin, hari Sabtu di Auckland, Selandia Baru, saat mereka menghadiri KTT APEC (Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik). AS dan Cina sepakat memulai kembali perundingan untuk membahas keinginan Cina bergabung dalam Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO). Clinton dan Jiang juga membicarakan perlunya perbaikan hubungan kedua negara yang sempat diperparah oleh peristiwa pemboman yang dilakukan AS-secara tak disengaja- terhadap Kedutaan Besar Cina di Begograd, Yugoslavia, 7 Mei silam. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/13/LN/hubu27.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
