**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Para Netters yang kekasih, berikut kami postingkan kembali situasi terakhir
Kota Ambon pada tanggal 15 Oktober 1999 yang kami terima dari Yayasan Sala
Waku Maluku.

Selamat membaca,

Redaksi Eskol-Net.
================

SITUASI TERAKHIR KOTA AMBON
TANGGAL 15 OKTOBER 1999
''''''''''''''''''''''''''''''''''''

A. KONDISI UMUM

Situasi kota Ambon hari ini relatif aman, walaupun ada terjadi kerusuhan di
beberapa    lokasi seperti Tawiri-Laha dan terakhir di desa Suli hari ini.

Kondisi terakhir di desa Tawiri-Laha yang disampaikan oleh Tim Investigasi
Sala Waku di lapangan masih tetap tegang, tetapi aparat keamanan sudah
dapat mengendalikan keamanan. Sampai saat ini Bandara Pattimura Laha masih
ditutup oleh aparat kemanan karena terlihat adanya konsentrasi massa  oleh
kelompok massa tertentu. Hal ini terus berlanjut sampai hari ini.

Pada beberapa lokasi di kota Ambon yang rawan kerusuhan, hari ini terlihat
aman namun tetap rawan. Di Batu Merah Dalam, situasi masih tetap aman dan
tidak  terlihat lagi asap mengepul di daerah tersebut. Sedangkan di Ahuru
(Kelurahan Waihoka) situasi juga sudah dapat dikendalikan oleh aparat
keamanan. Daerah Benteng Atas/Pohon Manga yang beberapa waktu lalu menjadi
ajang kerusuhan, hari ini terlihat aman.

Sudut-sudut kota dan pinggiran kota masih tetap dijaga oleh aparat
keamanan, menyusul terjadinya kerusuhan di Desa Suli.

B. KERUSUHAN DI SULI

Dari Desa, Kecamatan Saalahatu (Pulau Ambon) Tim Investigasi Sala Waku
melaporkan bahwa hari ini telah terjadi kerusuhan di Desa Suli (Suli Bawah)
dan sampai saat ini situasi masih tetap tegang.

Menurut keterangan saksi, kira-kira  jam 06.30 WIT  telah terjadi
penebangan pohon-pohon kelapa milik warga Desa Suli dan Desa Tial. Saksi
juga mengatakan bahwa kemarin situasi keamanan di perbatasan Desa Suli dan
Desa Tial sudah mulai memanas. Hal ini akibat dari adanya sejumlah  anggota
TNI dari YONIF 432 Ternate asal Desa Tial yang sedang cuti mulai melakukan
tindakan-tindakan yang mengundang perhatian warga  Desa Suli di daerah
perbatasan.

Kemudian saksi dan beberapa warga lainnya memberitahukan perihal penebangan
pohon-pohon kelapa tersebut kepada pos aparat keamanan MARINIR, dengan cara
memindahkan pos di dekat perbatasan Desa Suli dan Desa Tial. Upaya yang
dilakukan oleh warga Desa Suli ini ternyata berhasil.

Walaupun aparat keamanan sudah dapat mengendalikan keamanan di daerah
tersebut, tetapi memasuki jam12.00 WIT situasi kembali memanas dengan usaha
penyerangan yang dilakukan oleh Warga Desa Tial. Situasi bertambah panas,
karena terjadi konsentrasi massa  mulai dilakukan olah massa Muslim Desa
Tial untuk menyerang Desa Tial dari arah pesisir pantai.

Hal ini kemudian diberitahukan kepada pos aparat keamanan MARINIR  dan
RINDAM Kodam XVI  pattimura, tetapi aparat keamanan tidak mau mengambil
resiko untuk turun ke daerah pesisir pantai.  Warga Desa Suli kemudian
mengambil posisi bertahan di daerah pesisir pantai untuk menghadang
serangan dari DesaTial. Bunyi ledakan  bom rakitan mulai terdengar dan
aparat keamanan tidak mau mengambil resiko untuk turun ke daerah terbuka
seperti pesisir pantai.

Massa Muslim dari Desa Tial mulai memasuki daerah Desa Seli pada jam 15.00
WIT dan terdengar ledakan senjata rakitan dan bom rakitan dari kedua belah
pihak. Hal ini berlanjut dan aparat keamanan agar menghentikan penyerangan,
tetapi tindakan ini tidak diikuti oleh massa penyerang.

Akibat penyerangan ini korban meninggal dunia 1 (satu) orang, atas nama
SAMSON AMORSEA yang terkena tembakan pada leher. Sedangkan korban luka-luka
3 (tiga) orang, atas nama:
1. SERKA (POL) FERRY SOMAIL , (SPN Passo) terkena tembakan pada pelipis dan
kening.
2. Belum Diidentifikasi.
3. Belum Diidentifikasi.

Korban luka-luka kemudian dievakuasi ke RSU Ambon untuk mendapatkan
perawatan intensif.

Sampai berita ini diturunkan situasi masih tetap tegang karena malam mulai
menyelimuti lokasi kerusuhan tersebut, sementara itu aparat   keamanan
masih tetap berjaga-jaga di sepanjang perbatasan Desa Suli dan Desa Tial.

YAYASAN SALA WAKU MALUKU
-----------------------------------------


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke