************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Salam sejahtera, Para Netters yang terhormat, berikut ini kami postingkan sebuah pandangan Presiden IV RI mengenai Departemen Agama, mungkin para Netters belum membacanya. Semoga bermanfaat. Salam, Redaksi Eskol ----------------- Presiden: Departemen Agama telah Jadi ''Pasar'' ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Jakarta (Bali Post) - Presiden Aburrahman Wahid melancarkan kritik terhadap pejabat Departemen Agama dengan mengatakan bahwa instansi itu telah dijadikan tempat untuk mencari kekuasaan serta ''menjual'' peribadatan dan keyakinan. ''Departemen Agama telah dijadikan tempat untuk berebut kekuasaan, termasuk oleh pihak saya sendiri. Departemen Agama seolah-olah telah menjadi 'pasar' atau tempat berdagang keyakinan dan peribadatan,'' kata Presiden di Denpasar, Minggu (24/10) kemarin, ketika berdialog dengan tokoh agama Hindu. Presiden yang lebih senang disapa dengan panggilan sehari-harinya, Gus Dur, mengatakan pula sampai sekarang Departemen Agama hanya melayani satu agama. ''Departemen Agama telah menjadi departemen satu agama saja,'' kata Gus Dur yang didampingi istrinya, Ibu Sinta Nuriyah. Karena itulah, Gus Dur bertekad untuk memperbaiki atau menata kembali Departemen Agama, karena departemen itu harus melayani semua agama yang ada di Tanah Air. Pada kesempatan itu, Kepala Negara menyampaikan imbauannya kepada seluruh umat beragama untuk menghindari terjadinya konflik di antara mereka, dengan mengatakan, ''Tidak layak kita berperang karena agama.'' Khusus mengenai Islam, Gus Dur mengatakan, sampai sekarang masih sering terjadi kesalahpahaman tentang umat Islam, terutama tentang kelompok yang menyebut dirinya sebagai fundamentalis. ''Fundamentalis artinya kan sendi-sendi. Artinya kan baik. Yang salah adalah penggunaan istilahnya. Mereka ini adalah orang-orang yang memaksakan kehendaknya dengan kekerasan. Kita menggunakan secara salah istilah fundamentalis,'' kata Gus Dur. Kondisinya dan Istri ------------------------- Sementara itu, ketika berbicara dalam seminar tentang masa depan Indonesia, Presiden menyinggung keadaan fisik dirinya sendiri dan istrinya Sinta Nuriyah. ''Saya tidak dapat melihat, sedangkan istri saya tidak dapat berjalan,'' kata Gus Dur dengan nada merendah ketika menjelaskan kondisi fisik dirinya dan istrinya. Namun kemudian Gus Dur berkata, ''Tetapi saya dapat mendengar. Saya dan istri saya siap melayani bangsa ini.'' Mendengar janji tersebut, sekitar 180 peserta seminar tiga hari yang berasal dari 10 negara, bertepuk tangan. (ant) "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
