"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Kamis, 28 Oktober 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Soeharto Diserahkan ke Marzuki
    Jaksa Agung Akan Koreksi SP3
    Aspek Politisnya Ditangani Presiden
@ Kurangi Heterogenitas
    Presiden Utamakan Kesatuan Bangsa
@ PDIP Adakan Munas Ganti Ketua Umum
    Media Indonesia - Politik dan Keamanan
@ Pernyataan Gus Dur Soal Aceh
    Dapat Mengorek Luka Lama
@ Menko Ekuin Kwik Kian Gie:
   Tanpa IMF, RI Kesulitan
@ Menjernihkan Nasionalisme Indonesia

---------BERITA LUAR NEGERI-----------
@ PM Armenia Tertembak di Depan Parlemen
@ Oposisi Tuduh Howard Sabotase Referendum

SELAMAT MEMBACA
===================
Soeharto Diserahkan ke Marzuki
Jaksa Agung Akan Koreksi SP3
Aspek Politisnya Ditangani Presiden
-------------------------------------------
JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyerahkan pemeriksaan
mantan presiden Soeharto ke Jaksa Agung Marzuki Darusman. Tapi dia lebih
suka Soeharto diperiksa dan dari hasil pemeriksaan ditetapkan berapa jumlah
yang harus dikembalikan, lalu dianggap selesai.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/28/nas1.htm

Kurangi Heterogenitas
Presiden Utamakan Kesatuan Bangsa
---------------------------------------------
JAKARTA (Media): Presiden Abdurrahman Wahid menegaskan pemikiran utamanya
menjadi presiden adalah kesatuan bangsa.
``Sudah belasan tahun saya mengurusi itu dan sudah terbiasa. Karena itu,
Alhamdulillah dengan terapi yang sama, keadaan yang kemarin seperti
menggila itu, sedikit banyak sudah teratasi,`` ungkap Gus Dur menjawab
pertanyaan saat makan pagi bersama para pemimpin redaksi media cetak dan
elektronik di Wisma Negara kemarin.
Selengkapnya:
http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999102800425734

PDIP Adakan Munas Ganti Ketua Umum
Media Indonesia - Politik dan Keamanan
------------------------------------------------
JAKARTA (Media): PDI Perjuangan segera menyelenggarakan munas untuk menggan
tikan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang terpilih menjadi Wakil
Presiden RI.
Menurut sumber Media di Jakarta, kemarin, sejak Megawati terpilih sebagai
wapres, ia tidak bersedia lagi memimpin partai berlambang banteng gemuk
itu. "Mbak Mega ingin berdiri di atas semua golongan, sehingga ia
mengundurkan diri dari ketua umum," katanya.
Selengkapnya:
http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999102800345337

Pernyataan Gus Dur Soal Aceh
Dapat Mengorek Luka Lama
------------------------------------
JAKARTA -- Sebelas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh mengingatkan
agar Presiden Abdurrahman Wahid lebih arif dan cermat, dalam memberikan
pernyataan politis terutama yang berkaitan dengan konflik di Aceh.
Penyebabnya, selain fakta di lapangan mengindikasikan keterlibatan oknum
TNI dalam berbagai tindak kekerasan di Aceh, pernyataan Presiden itu
berpotensi mengorek luka lama bagi rakyat Aceh.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9910/28/29047.htm

Menko Ekuin Kwik Kian Gie:
Tanpa IMF, RI Kesulitan
---------------------------------
Jakarta, Kompas
Menko Ekuin Kwik Kian Gie mengatakan, hubungan dengan Dana Moneter
Internasional (IMF) harus segera dipulihkan secepatnya, karena jika tidak,
Indonesia akan kesulitan membiayai anggarannya."Dalam jangka pendek,
Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa tanpa IMF. Kita tidak memiliki dana
tunai dalam anggaran, tidak ada dana untuk program Jaring Pengaman Sosial
(JPS) dan pengentasan kemiskinan. Karena itu, hubungan dengan IMF harus
dilanjutkan," tegasnya.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9910/28/UTAMA/tanp01.htm

Menjernihkan Nasionalisme Indonesia
Oleh Islah Gusmian
-----------------------------------------------
MASUKNYA tentara Australia di Timor Timur yang memimpin pasukan Interfet,
belum lama ini, sontak menjadi penyulut kegeraman masyarakat Indonesia.
Kedubes Australia di Jakarta hampir tak pernah sepi dari demonstrasi.
Bendera Australia dibakar. Pemerintah Howard dihujat. Mahasiswa, bahkan
ibu-ibu, tak ketinggalan menyuarakan kegeramannya.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/28/kha2.htm

---------BERITA LUAR NEGERI-----------

PM Armenia Tertembak di Depan Parlemen
---------------------------------------------------
Yerevan, Rabu
Perdana Menteri Republik Armenia Vazgen Sarkisian, hari Rabu (27/10)
tertembak ketika tengah berpidato di depan parlemen. Aksi penembakan
membabi-buta bermula dari menyelundupnya sejumlah orang tak dikenal ke
gedung parlemen Armenia, memblokir seluruh pintu keluar gedung, kemudian
melancarkan tembakan ke berbagai arah. Termasuk ke arah PM yang tengah
berpidato.Berita yang tersiar, mula-mula simpang-siur. Berita awal yang
tersebar, PM Armenia tewas dalam insiden penembakan di gedung parlemen itu.
Berita ini kemudian dikoreksi, menurut wartawan Armenia Haroutiun
Khachatrian dari kantor berita Noyan-Tapan, PM Sarkisian hanya terluka.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9910/28/LN/pmar19.htm

Oposisi Tuduh Howard Sabotase Referendum
-------------------------------------------------------
CANBERRA - Ketua partai oposisi Australia Partai Buruh, Kim Beazley, Rabu
kemarin menuduh PM John Howard menyabotase referendum yang dijadwalkan
pekan depan untuk menentukan apakah Australia akan memutuskan hubungan
dengan Inggris untuk menjadi republik atau tidak.  Menanggapi pernyataan
panjang Howard yang menentang penghapusan Ratu Elizabeth (Inggris) sebagai
kepala negara, Beazley mengatakan Howard telah memanipulasi seluruh proses,
termasuk usul referendum agar parlemen menunjuk presiden.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/28/int4.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke