"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Rabu, 6 Oktober 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" **Akbar Tanjung Ketua DPR RI **PKB tetap Dukung Megawati **Megawati: Akan Terjadi Distorsi **Mbah Lim: Kualat kalau Rintangi Mega **Gus Dur 'Pamitan' ke Megawati **Politik Dagang Sapi **PDI Perjuangan Jangan Terlalu Percaya Diri ---------- Luar Negeri ------------------------------- @ Gereja Desak Warga Tolak RUU ''KB'' @ Di Chechnya, Kehidupan Kembali Terasa Sulit --------------------------------------------------------- Akbar Tanjung Ketua DPR RI ----------------------------------- JAKARTA (Waspada): Ketua Umum DPP Golkar Ir. Akbar Tanjung terpilih menjadi Ketua DPR RI 1999-2004 dalam voting yang berlangsung hingga pukul 02:50 Rabu (6/10) tadi. Akbar menang mutlak dengan 411 suara. Pemilihan Ketua DPR RI itu sempat berlangsung alot. Meskipun rapat konsultasi antara 10 pimpinan fraksi DPR menyatakan Akbar Tanjung diputuskan sebagai Ketua DPR, namun Fraksi Partai Bulan Bintang tetap meminta dilakukannya voting dengan alasan bahwa semua anggota mempunyai hak untuk memilih. Selengkapnya: http://waspada.com/ PKB tetap Dukung Megawati ---------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Ketua Umum PKB Matori Abdul Djalil menegaskan, partainya dan dirinya tetap satu barisan dengan PDI Perjuangan untuk menggolkan Megawati ke kursi presiden. ''Matori tidak akan mendukung dan bergabung dengan poros tengah,'' katanya kepada pers sebelum pengucapan sumpah pimpinan MPR di gedung MPR, Senin (4/10) kemarin. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/10/5/p2.htm Megawati: Akan Terjadi Distorsi ---------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Setelah tiga kali kalah voting, kubu PDI Perjuangan mengevaluasi strategi yang diterapkannya. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada wartawan seusai pengambilan sumpah pimpinan MPR di gedung DPR/MPR-RI Senin (4/10) kemarin mengatakan, masih banyak hal yang perlu dilakukan. Kendati tidak mengomentari terpilihnya Amien Rais sebagai Ketua MPR secara eksplisit, Megawati mengingatkan, keputusan persidangan SU hendaknya mencerminkan hasil pemilu. ''SU MPR ini merupakan satu tarikan napas dengan pemilu lalu. Kalau sekiranya SU ini tidak mencerminkan hasil pemilu, akan terjadi distorsi,'' tandasnya. Mega menambahkan, tiap persidangan di SU harus berpulang kepada aspirasi rakyat. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/10/5/p6.htm Mbah Lim: Kualat kalau Rintangi Mega ---------------------------------------------- SEMARANG-Apa pun komentar yang disampaikan KH Muslim Rifai Imampuro (Mbah Lim), sering mengejutkan para pengamat politik, politikus, dan birokrat. Begitu pula saat ditanya wartawan berkaitan dengan bursa calon presiden dan wakil presiden. Ditanya siapa yang pantas menduduki jabatan presiden dan wapres, kiai karismatik Pemimpin Pondok Pesantren Al Muttaqim Pancasila Sakti Klaten itu hanya menjawab dengan tegas, ''Megawati jadi presiden.'' Kalaupun saat ini kondisinya belum menentu, menurut dia, karena masih ada pihak-pihak tertentu yang merakayasa agar putri Bung Karno itu tidak menduduki jabatan presiden. ''Ada pihak-pihak yang merekayasa. Bila masih melakukan hal itu, bisa kualat. Seharusnya pihak-pihak yang merekayasa mengakui kemenangan Mega.'' Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9910/06/nas2.htm Gus Dur 'Pamitan' ke Megawati -------------------------------------- JAKARTA -- Ketua Umum PBNU Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kemarin dikabarkan telah 'berpamitan' pada Ketua Umum PDI-P Megawati. Pamitan politik Gus Dur tersebut berkaitan dengan kian seriusnya pencalonan Gus Dur oleh Poros Tengah dalam bursa capres. Selasa kemarin, ketika dikonfirmasi ke Megawati bahwa Gus Dur pamitan dan Megawati sendiri mempersilakannya dengan mengatakan ''monggo, monggo'', putri Bung Karno itu diam sejenak. ''Waduh, kok kayaknya enak banget,'' katanya kemudian. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9910/06/26458.htm Politik Dagang Sapi ------------------------ YOGYAKARTA- Mengamati proses SU, pengamat politik UGM Drs Cornelis Lay MA mengakui hal itu sebagai sebuah tradisi dan dinamika politik baru. Pemilihan Ketua MPR merupakan salah satu contohnya. Tetapi dia juga menganalisis kemungkinan praktek pembagian kekuasaan yang tak jauh berbeda dari politik dagang sapi. ''Ada tradisi politik baru, tetapi jangan-jangan pembagian kekuasaan itu grand design mereka (elite parpol-Red). Kalau itu yang terjadi, sungguh mengecewakan; bagaimana setan mau duduk berdampingan dengan malaikat,'' selorohnya di Kampus Biru, kemarin. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9910/06/nas3.htm PDI Perjuangan Jangan Terlalu Percaya Diri ------------------------------------------------------ Jakarta, Kompas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) harus menjadikan "kegagalannya" dalam pelaksanaan voting di Sidang Umum MPR beberapa hari terakhir sebagai pelajaran berharga. Partai pemenang Pemilu 1999 ini harus mengubah citra partainya yang eksklusif dan terlalu percaya diri, dengan lebih aktif menggalang lobi dan mampu membangun negosiasi berskala besar dengan fraksi lainnya. Demikian dikemukakan sejumlah pengamat politik mengenai perkembangan terakhir di Sidang Umum MPR. Mereka dihubungi terpisah, Selasa (5/10). Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9910/06/UTAMA/pdi01.htm ---------- Luar Negeri --------------------- Gereja Desak Warga Tolak RUU ''KB'' ----------------------------------------------- Manila, Pemimpin tertinggi gereja Katholik Filipina mendesak warga negara setempat menentang rancangan undang-undang tentang perceraian, perkawinan sesama jenis, aborsi dan kebijakan kependudukan yang membatasi jumlah anak dalam keluarga--mirip keluarga berencana di Indonesia. Uskup Agung Manila, Jaime Cardinal Sin, mengatakan keempat RUU itu "sangat anti-keluarga" dan "bertolak belakang dengan kepercayaan Katholik". Ia meminta warga Filipina menghadiri doa bersama pada 9 Oktober untuk "memerangi musuh keluarga Filipina itu." Para anggota parlemen setempat sejak 1995 berusaha mengesahkan UU perceraian di satu-satunya negara di Asia yang mayoritas penduduknya beragama Katholik itu, tapi usul itu menghadapi penolakan dari para pemimpin Gereja dan organisasi Kristiani lainnya. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/10/5/m1.htm Di Chechnya, Kehidupan Kembali Terasa Sulit ------------------------------------------------------- GROZNY -- Kehidupan di Grozny, ibukota Republik Chechnya, di hari-hari ini serasa kembali seperti masa-masa paling menyedihkan dalam Perang Chechnya 1994-1996 silam. Suara bom dan mortir yang berjatuhan dapat terdengar jelas dari seluruh pelosok ibukota republik sempalan Rusia itu. Jalan-jalan utama Grozny tampak sunyi dengan sejumlah besar bangunan yang kaca-kaca telah dipecah. Ruangan-ruangan bawah tanah di gedung-gedung itu dikosongkan dan disiapkan sebagai tempat perlindungan warga, kalau-kalau serangan udara kembali digelar. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9910/06/26433.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
