"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Rabu, 24 Nopember 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Perkembangan Aceh Makin Kritis:
    Kelambanan Pemerintah Diprotes
@ Belum Ada Diagnosa Tepat
    Penyelesaian Kasus Aceh
@ DPR Panggil Soeharto, Sabtu
    Try Sutrisno, LB Moerdani, Feisal Tanjung,
    Syarwan Hamid, Ibrahim Hasan, Pramono juga Dipanggil
@ Akhir 2001, Otonomi Seluruh
    Propinsi di Indonesia
@ Gus Dur takkan Berani Adili Militer

------- BERITA LUAR NEGERI--------

@ Irak "Ngambek", Hentikan Ekspor Minyak
@ Bentuk EAMF, Tandingi IMF

SELAMAT MEMBACA
===================

Perkembangan Aceh Makin Kritis:
Kelambanan Pemerintah Diprotes
---------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Komisi Independen Pengusutan Tindak Kekerasan di Aceh
(Komisi Independen) menyampaikanprotes 'keras' atas kelambanan pemerintah
dalam menuntaskankasus-kasus yang terjadi di Aceh. Komisi ini juga
mengimbau pemerintah pusat agarsegera melakukan dua langkah politik minimal
mampu memberikan kepastian hukum dan kepastian politik bagi seluruh
masyarakat Aceh. "Mengingat perkembangan dan eskalasi di wilayah Aceh yang
semakin kritis, terutama menjelang tanggal 4 Desember mendatang terjadinya
situasi yang tidak menentu, tanpa arah dan kepastian apapun pemerintah
segera melakukan langkah politik," kata Ketua Komisi Independen H Amran
Zamzami kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/11).
Lengkapnya: http://www.waspada.com/

Belum Ada Diagnosa Tepat
Penyelesaian Kasus Aceh
--------------------------------
MEDAN (Waspada): Pemerintah belum melakukan diagnosa yang tepat, cepat dan
baik untuk menyelesaikan kasus Aceh, karena tidak mempunyai management of
crisis sehingga masalah Aceh tak selesai." Tokoh masyarakat Aceh di Medan,
dr HT Syaifuddin S mengungkapkan kepada Waspada di kediamannya, Selasa
(23/11). "Bagaimana punya management, untuk menentukan langkah awal saja
pemerintah sepertinya kehilangan akal," katanya. Menurutnya, dalam
menangani suatu masalah bahagian dari suatu masalah adalah bahagian dari
penyelesaian masalah itu sendiri. Dengan adanya tindakan responsif dan
selalu punya inisiatif dalam menangkap satu persoalan tentunya masalah
cepat terselesaikan.
Lengkapnya: http://www.waspada.com/

DPR Panggil Soeharto, Sabtu
Try Sutrisno, LB Moerdani, Feisal Tanjung,
Syarwan Hamid, Ibrahim Hasan, Pramono juga Dipanggil
--------------------------------------------------------------------
Panitia Khusus Pansus DPR tentang masalah Aceh menjadwalkan memanggil
mantan Presiden Soeharto yang bertanggung jawab dalam penerapan Daerah
Operasi Militer (DOM) di Aceh pada hari Sabtu (27/11) mendatang di DPR
Senayan, Jakarta.
Selain itu, Pansus DPR juga akan memanggil sejumlah mantan pejabat yang
terkait dengan DOM Aceh tersebut, seperti Try Sutrisno, LB Moerdani, Feisal
Tanjung, Syarwan Hamid, mantan gubernur Aceh Ibrahim Hasan, mantan Pangdam
Bukit Barisan Pramono Anom dan sejumlah pejabat lainnya. Keputusan untuk
mengundang mantan Presiden Soeharto dan sejumlah mantan pejabat tersebut
disepakati dalam rapat Pansus Aceh di DPR RI, Selasa (23/11) siang yang
dipimpin oleh Wakil Ketuanya Tengku Nazaruddin Daud dari F-PPP didampingi
M. Ali Yahya dari FPG dan Teku Syaiful Achmad dari Fraksi Reformasi.
Tentang apakah yang bersangkutan, khususnya HM Soeharto akan memenuhi
pemanggilan tersebut, pihak Pansus berpendapat yang penting yang
bersangkutan dipanggil untuk memberikan keterangan. Dan tentu saja Pansus
berharap yang bersangkutan akan hadir. Pemanggilan terhadap mantan Presiden
Soeharto dan mantan pejabat yang dianggap bertangung jawab atas kebijakan
DOM di Aceh tersebut oleh Pansus DPR untuk meminta penjelasan langsung dari
mereka.
Lengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/1999/11/231199/index.html

Akhir 2001, Otonomi Seluruh
Propinsi di Indonesia
-----------------------------------
Jayapura (Bali Post) -
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) Freddy Numberi mengatakan,
hingga akhir tahun 2001 seluruh propinsi di Indonesia telah melaksanakan
otonomi daerah, termasuk Aceh dan Irian Jaya yang diberi otonomi khusus.
''Dengan diberikannya otonomi daerah, diharapkan dapat meredam gejolak yang
muncul di berbagai daerah di Indonesia,'' kata Menpan menjawab pertanyaan
wartawan di Jayapura, Selasa (23/11) kemarin. Ia mengatakan, dalam otonomi
tersebut daerah diberi wewenang penuh untuk mengelola dan memanfaatkan
semua potensi yang ada, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan sekaligus dapat meredam gejolak yang terjadi. ''Penyebab
masyarakat di beberapa propinsi Indonesia ingin memisahkan diri itu akibat
pemerintah pusat menerapkan pola sentralistik hingga menyebabkan masyarakat
beranggapan lebih baik mengatur daerah sendiri hingga dapat sejahtera,''
katanya.
Lengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/11/24/n4.htm

Gus Dur takkan Berani Adili Militer
------------------------------------------
MENJELANG HUT GAM (Gerakan Aceh Merdeka) 4 Desember mendatang, situasi Aceh
memanas. Sejumlah pendatang di sana mulai eksodus. Aparat keamanan --
polisi -- seperti tak berdaya. Sampai-sampai Kapolri Roesmanhadi
mengusulkan diberlakukannya keadaan darurat militer khusus di Tanah Rencong
itu. Semetara itu, TNI yang dianggap sebagai biang kerok kekecewaan rakyat
Aceh, menjadi serba sulit menghadapi situasi Aceh yang tak menentu seperti
itu. Bagaimana sebaiknya sikap TNI? Berikut wawancara wartawan Bali Post
Agus Astapa dengan pengamat politik UI Arbi Sanit seputar fenomena itu di
Jakarta, Selasa (23/11) kemarin.
Lengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/11/24/p4.htm

------- BERITA LUAR NEGERI--------

Irak "Ngambek", Hentikan Ekspor Minyak
--------------------------------------------------
Baghdad, Selasa
Keputusan Dewan Keamanan PBB untuk memperbaharui program
minyak-untuk-pangan yang akan diberlakukan selama dua minggu pada Irak,
secara mentah-mentah ditolak Baghdad. Pemerintah Baghdad menilai, keputusan
itu sebagai "deklarasi perang". Sebagai jawaban atas keputusan itu, Irak
menghentikan seluruh ekspor minyaknya.
Sumber PBB hari Selasa (23/11) mengungkapkan, Baghdad ekspor minyak mentah
yang dialirkan lewat pipa sepanjang 960 km dari Kirkuk ke kota pelabuhan
Ceyhan, Turki. "Irak tidak dapat terus menerima embargo, dan resolusi yang
didiskusikan Dewan Keamanan PBB merupakan suatu komplotan AS dan Zionis
yang menyatakan deklarasi perang terhadap Irak," demikian tulis harian
Al-Iraq yang terbit di Baghdad hari Selasa (23/11).
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/24/LN/irak28.htm

Bentuk EAMF, Tandingi IMF
----------------------------------
Kuala Lumpur, Senin
Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad hari Senin (22/11) malam
menyerukan pembentukan Dana Moneter Asia Timur (East Asian Monetary
Fund/EAMF) untuk menandingi Dana Moneter Internasional (International
Monetary Fund/IMF). Usulan pembentukan EAMF ini merupakan perkembangan
usulan Mahathir sebelumnya mengenai pembentukan Kaukus Ekonomi Asia Timur
(East Asian Economic Caucus/EAEC) untuk menandingi Forum Kerja Sama Asia
Pasifik (Asia Pacific Economic Cooperation/APEC). "Kini saatnya Cina,
Malaysia, dan negara-negara Asia Timur lainnya secara serius
mempertimbangkan pembentukan Dana Moneter Asia Timur yang bisa menjamin
keuntungan negara-negara anggotanya," tegasnya dalam jamuan makan malam
menyambut kedatangan PM Cina Zhu Rongji.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/24/LN/bent27.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke