**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************
Salam sejahtera,
Para Netters yth, sebenarnya kasus Kerusuhan Ambon sudah mulai tampak bahwa
peristiwa itu BUKAN-LAH PERANG AGAMA, melainkan akibat permainan para elit
politik di Jakarta dan termasuk elit politik di Ambon sendiri, yang telah
mengacaukan suasana persaudaraan di Maluku. Amin Rais sendiri sudah
mengakui keterlibatan elit politik itu. Demikian juga dari pengakuan
beberapa Muslim di Halmahera bahwa mereka telah dihasut untuk menyerang
warga Kristen (Posting Eskol sebelumnya berjudul "Penyesalan Pengungsi
Muslim Togoliu Tobelo - Halmahera".
Persoalannya sekarang, mengapa Muslim di Jakarta selama ini selalu
menyoroti kekejaman Umat Kristiani di Maluku tanpa mencoba menyelidiki dan
mengkaji latar belakang di balik kerusuhan itu.
Semoga dalang kerusuhan ini bisa terungkap. Berikut ini pernyataan Amin
Rais tentang dugaan keterlibatan elit politik pada kerusuhan di Ambon yang
dilansir oleh Harian Republika.  Selamat membaca.
Salam,
Eskol
======

Elite Politik di Jakarta Dalangi Pembantaian Muslim
Maluku Jaksa Agung Harus Segera Tangkap Mereka
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SURABAYA -- Dalang dan provokator dalam kasus pembantaian terhadap umat
Islam di Maluku rupanya telah diketahui secara rinci oleh Ketua MPR Amien
Rais. Dan menurut Amien, dalam data lengkap berisi nama-nama dalang
kerusuhan di Maluku itu terdapat elite politik yang berada di Jakarta.
Mereka itu, tandas Amien, sengaja merusak suasana damai di Maluku.

''Memang, ada menunjukkan orang-orang Jakarta yang merusak suasana damai di
Maluku. Mereka memegang skenario krisis berkepanjangan di Ambon (Maluku)
itu. Ya, katanya memang itu menyangkut nama-nama besar, dan lama-lama sudah
diketahui. Peran mereka juga sudah diketahui dengan jelas,'' ungkap Amien
di Surabaya, kemarin.

Menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela acara peletakan batu pertama
pembangunan taman bermain TK dan SD Alam 'Insan Mulia' di kawasan Medokan
Ayu, Surabaya Timur, lebih lanjut Amien menegaskan karena para provokator
sudah jelas diketahui, maka sekarang tinggal bagaimana pimpinan TNI dan
pemerintah. Itu, tegas Amien, termasuk menjadi tugas Jaksa Agung untuk
segera menangkap mereka dan dimintai pertanggungjawabannya.

Secara terpisah, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak
Kekerasan (Kontras) Munir menilai sangat penting pernyataan Amien tentang
nama-nama provokator dalam kasus pembantaian umat Islam di Maluku dan Ambon
tersebut. Melalui pernyataan Amien, Munir berharap agar tragedi berdarah
itu secara perlahan bisa segera dituntaskan.

''Pernyataan Pak Amien Rais itu merupakan modal penting untuk menyelesaikan
kasus Ambon. Ke depan, penyelesaian tragedi ini memang tidak cukup
diselesaikan dengan hanya mempertemukan kedua belah pihak yang bertikai
saja. Siapa yang melakukan adu domba itulah faktor yang harus dicari,''
kata Munir, ketika dihubungi Republika tadi malam.

Munir menambahkan, selain penting, pernyataan Amien itu makin berharga.
Sebab, papar Munir, di dalam masyarakat yang tengah bertikai itu kini sudah
mulai dihinggapi rasa putus asa. ''Saya melihat adanya gejala daya tahan
masyarakat yang berkonflik itu terus melemah. Dan, ini benar-benar harus
segera dapat dicegah,'' jelas Munir.

''Sedangkan alasan yang membuat pihak-pihak itu terus menyulut api adu
domba, bagi saya jawabnya ada dua hal. Pertama, sebagai usaha defensif agar
dapat terus berkuasa. Dan, faktor kedua adalah sebagai alat untuk meraih
bargaining posisi dalam tawar-menawar kekuatan elite politik,'' tandas
Munir.

Provokator Aceh

Dalam pernyataannya kemarin, Amien memang menjelaskan bahwa ia telah
mendapatkan informasi dari berbagai kalangan -- termasuk dari Kontras yang
dimotori Munir. Dan, Amien secara tegas juga menyinggung tentang
keterlibatan elite politik yang selama ini memainkan perannya di Jakarta.

Masih menurut Amien, otak kerusuhan yang berada di Jakarta itu tak hanya
mendalangi pembantaian umat Islam di Maluku, melainkan juga di beberapa
titik kerusuhan lain, termasuk Aceh.

''Yang terjadi di Aceh pun saya dengar juga melibatkan oknum-oknum Jakarta.
Jadi kalau provokator, dalang, para perancang, mungkin para penyandang
dana, dan lain-lain itu, segera dikuak ke masyarakat itu mudah-mudahan
secara cepat akan bisa pulih suasana itu. Karena, rakyat di masing-masing
daerah krisis itu selama ini hanya dijadikan domba yang diadu dengan
mudahnya,'' papar Amien.

Ketika disinggung soal kemungkinan terlibatnya keluarga Cendana (mantan
Presiden Soeharto -- Red) dalam kasus Maluku, Amien menegaskan bahwa ia
tidak mau menduga-duga dan tidak mau gegabah. ''Saya baru diberi janji dari
teman-teman untuk nama-nama itu minggu depan. Jadi, saya tidak bisa
menjawab apa ada keluarga Cendana, atau bukan keluarga Cendana. Saya tidak
mau gegabah dalam hal ini,'' kilahnya.

Untuk itu, sambung Amien, mengenai nama-nama provokator tersebut mungkin
enam hari sampai sepuluh hari baru bisa diketahuinya. ''Kita sudah diberi
tahu itu, insya Allah itu,'' katanya.

Amien menambahkan jika dalam setiap kerusuhan tidak diketahui dalang dan
pelakunya, maka akan menjadi gelap terus dan kerusuhan itu akan terus
terjadi, tidak pernah berhenti.
------------------------------------------------------------------------

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke