'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Jumat, 21 Januari 2000
====================================
@ Komisi I DPR Minta Klarifikasi
Pimpinan TNI Soal Isu Kudeta
@ IMF Kucurkan 260 Juta Dolar AS Awal Februari
@ Gaji, BBM, dan Listrik Naik
@ Aceh Menjadi Nanggroe Aceh Darussalam
@ Pemerintah RI Harus Bertindak Tegas
@ RAPBN 2000 Dipuji Sekaligus Dikritik
@ Prioritaskan Golongan I-II
@ Dua Provokator Teridentifikasi
-------------- Luar Negeri -----------------------
** PM Barak Dicurigai Gunakan Dana Haram
**Mayor Jenderal Rusia Hilang di Cehchnya
-----------------------------------------------------
S E L A M A T M E M B A C A
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Komisi I DPR Minta Klarifikasi Pimpinan TNI Soal Isu Kudeta
--------------------------------------------------------------------------
JAKARTA -- Komisi I DPR RI meminta klarifikasi isu kudeta dari pimpinan
TNI. Dalam pertemuan tertutup seusai Rapat Paripurna DPR RI tentang
Pengantar Nota Keuangan dan RAPBN Tahun 2000 itu, Panglima TNI Laksamana
Widodo Adi Sutjipto menegaskan kembali bahwa TNI tidak mempunyai pikiran
untuk melakukan kudeta.
''Kita sekali lagi menegaskan bahwa tidak ada pemikiran yang terlintas dari
seluruh jajaran TNI untuk melakukan kudeta ini. Saya minta rumor. isu-isu
yang berkait dengan hal tersebut untuk dihentikan,'' katanya seusai
pertemuan, yang berlangsung di Ruang Pimpinan Komisi I DPR RI Senayan,
Kamis (20/1), di Jakarta.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/21/15433.htm
IMF Kucurkan 260 Juta Dolar AS Awal Februari
-----------------------------------------------------------
JAKARTA -- Setelah ditunggu sekitar satu semester, Dana Moneter
Internasional (IMF) akhirnya kembali mengucurkan bantuannya. Awal Februari
depan, seperti dikatakan Senior Resident Representative IMF untuk Indonesia
John R. Dodsworth, IMF akan melepas 260 juta dolar.
Pengucuran bantuan ini adalah bagian dari total lima miliar dolar AS yang
dianggarkan IMF sebagai bantuan untuk tiga tahun mendatang (sampai Februari
2002) bagi Indonesia. ''Untuk kucuran berikutnya tergantung hasil
peninjauan ulang (review) atas efektivitas bantuan tersebut yang akan
dilakukan setiap saat,'' papar John di Jakarta kemarin.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/21/15476.htm
Gaji, BBM, dan Listrik Naik
--------------------------------
JAKARTA -- Sebagaimana sudah ditiupkan sebelumnya, Rancangan Anggaran
Pendapatan Belanja (RAPBN) yang pertama kali dalam pemerintahan Abdurrahman
Wahid akan menaikkan gaji pegawai negeri. Bersamaan dengan itu, bahan bakar
minyak (BBM) dan tarif dasar listrik juga akan dinaikkan.
''Dibutuhkan perbaikan kesejahteraan pegawai negeri, terlebih dalam tingkat
insentif yang sejak awal krisis untuk tataran yang sama, rata-rata masih di
bawah yang diberikan swasta,'' kata Presiden Abdurrahman Wahid dalam
pengantar RAPBN 2000 (yang dibacakan Wapres Megawati Soekarnoputri) di
Sidang Paripurna DPR di Jakarta kemarin.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/21/15474.htm
Aceh Menjadi Nanggroe Aceh Darussalam
--------------------------------------------------
Saat ini draft UU khusus yang mengatur tata pemerintahan dan kehidupan
sosial ekonomi di Aceh sudah disiapkan oleh para pakar, tokoh dan komponen
masyarakat dan pemerintah. Dalam draft itu, Aceh tak disebut provinsi atau
daerah otonomi tapi Nanggroe Aceh Darussalam.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/
Pemerintah RI Harus Bertindak Tegas
----------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Pemerintahan baru harus bisa membawa Indonesia ke dalam keadaan yang lebih
baik, dan itu perlu dilakukan dengan tidak hanya keras dalam kata-kata,
tetapi juga harus keras dan tegas dalam bertindak. Juga penting bagi
Pemerintah Indonesia untuk memperhatikan penegakan hukum bagi setiap orang.
Tujuannya agar tumbuh kepercayaan yang kukuh dari para investor, termasuk
kepercayaan warga Indonesia sendiri terhadap pemerintahnya.
Demikian Menteri Keuangan Amerika Serikat Lawrence H Summers pada acara
yang diadakan Kamar Dagang AS (Amcham) Jakarta dan Ikatan Sarjana Ekonomi
Indonesia (ISEI) di Jakarta, Kamis (20/1).
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0001/21/utama/peme01.htm
RAPBN 2000 Dipuji Sekaligus Dikritik
----------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Tanggapan terhadap RAPBN tahun 2000 sangat kontradiktif. Ada yang
menilainya realistis, namun ada juga yang menganggapnya mustahil.
Pujian terutama ditujukan pada niat pemerintah mengurangi peran utang luar
negeri serta penajaman sumber penerimaan. Namun muncul pula kritikan tajam,
menyangkut keraguan besar pada kemampuan pemerintah menegakkan hukum, yang
sementara ini terlihat berjalan seperti keong. Padahal soal penegakan hukum
itu ekstra penting untuk mengamankan penerimaan negara.
Ekonom dari Universitas Gadjah Mada, Tony Prasetiantono MA, menilai RAPBN
tahun 2000 realistis, aspiratif, dan baik. "Saatnya bangsa Indonesia
mengharapkan laju roda ekonomi datang dari sektor investasi, dan tidak lagi
semata menggantungkan diri pada APBN yang didasarkan pada utang. Itu
artinya kita harus berharap besar pada investasi," tegasnya. Selengkapnya:
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0001/21/utama/rabp01.htm
Prioritaskan Golongan I-II
--------------------------------
JAKARTA - Ketua DPR Akbar Tanjung menyatakan kenaikan gaji pegawai negeri
sipil (PNS) seharusnya diprioritaskan bagi pegawai gelongan I dan II.
Sedangkan kenaikan gaji golongan III dan IV semestinya lebih kecil.
Hal itu diungkapkan Akbar Tanjung menanggapi kenaikan anggaran gaji pegawai
negeri sipil seusai pidato RAPBN 2000 di Jakarta, kemarin. "Kenaikan gaji
sebaiknya dilakukan bervariasi, dan golongan I dan II dijadikan prioritas.
Bila perlu kenaikannya lebih tinggi dibandingkan dengan golongan III dan
IV.''
Sedangkan Ketua Komisi IX Sukowaluyo menyatakan kenaikan haji PNS sebaiknya
sekitar 17%. Namun dia masih akan melihat kemampuan penerimaan riil.
"Perkiraan moderatnya segitu. Kami akan kembali dan kami uji.''
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0001/21/nas2.htm
Dua Provokator Teridentifikasi
--------------------------------------
DENPASAR - Polri berhasil mengidentifikasi dua provokator yang memicu
kerusuhan massa di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Kedua orang
yang sudah diketahui identitasnya itu, jika masuk Bali, segera ditangkap.
Kalau melawan akan ditembak," kata Kapolda Bali Brigjen Pol Togar M
Sianipar seperti yang dikutip Kadispen Polda Bali, Letkol Pol Y Suyatmo, di
Denpasar, Kamis kemarin.
Dia mengatakan, Kapolda Togar sudah menginstruksikan seluruh jajaran Polri
untuk meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk Bali, seperti di
Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Benoa, Bandara Ngurah Rai Bali, untuk
mengantisipasi kemungkinan provokator tersebut ke Bali.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0001/21/nas4.htm
-------------- Luar Negeri -------------------
PM Barak Dicurigai Gunakan Dana Haram
-------------------------------------------------
Cairo, Kompas
Israel kini pusing tujuh keliling. Setelah Presiden Israel Ezer Weizman
didesak untuk mundur lantaran menerima dana dari seorang taipan Perancis,
kini giliran PM Ehud Barak dicurigai menggunakan dana haram untuk membiayai
kampanye Partai Buruh pada Pemilu Mei 1999. Persoalan dalam negeri Israel
semakin membelit negeri itu dalam persoalan pelik ganda, selagi mereka kini
menghadapi benang ruwet upaya perdamaian Timur Tengah dengan Palestina dan
Suriah. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Negara, Eliezer Goldberg Rabu (19/1)
malam, menginterogasi PM Barak selama setengah jam, menanyakan tentang isu
penerimaan dana dari berbagai lembaga nonprofit pada kampanye lalu. Harian
The Jerusalem Post edisi Kamis mengungkapkan hal tersebut, seperti
dilaporkan wartawan Kompas Musthafa Abd Rahman dari Cairo, Mesir, semalam.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0001/21/LN/pmba19.htm
Mayor Jenderal Rusia Hilang di Cehchnya
---------------------------------------------------
MOKSWA - Departemen Pertahanan Rusia hari Kamis kemarin membenarkan, Mayjen
Mikhail Malofeyev hilang di Chechnya. Namun belum ada penjelasan lebih
lanjut.
Juru bicara pemberontak Chechnya Movladi Udugov sebelumnya mengatakan
kepada Reuters melalui telepon dari sebuah lokasi yang dirahasiakan,
gerilyawan telah berhasil menangkap Malofeyev.
''Dia tidak muncul pada waktu dan tempat yang ditunjuk,'' kata juru bicara
Dephan Rusia kepada Reuters.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0001/21/int7.htm
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l