************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* Salam Sejahtera, Setahun sudah kerusuhan di Maluku terjadi, namun tak nampak jua penyelesaiannya. kerusuhan demi kerusuhan terus terjadi. Saat-saat tenang hanya dapat dinikmati beberapa saat saja. Hari ini disaat seluruh umat Kristiani seharusnya bersekutu, memuji dan menyembah Tuhan dalam BaitNya, terjadi lagi penyerangan, kali ini di Haruku dan Sameth. Sampai kapan hal seperti ini terus terjadi? Mari kita berdoa...berdoa...dan berdoa memohon belas kasihan dan pengampunan Tuhan atas bangsa ini dan masyarakat di Maluku khususnya. Salam dan doa, Redaksi Eskol-Net ================= Data Awal Kerusuhan Berdarah, Minggu 23 Januari 2000 PENYERANGAN MASSA MUSLIM KEPADA JEMAAT GPM HARUKU - SAMETH =========================================== Pada hari Minggu, 23 Januari 2000, pagi dini hari ketika warga jemaat GPM Haruku - Sameth sementara mempersiapkan diri untuk pelaksanaan ibadah Minggu pagi sebagaimana biasanya, tiba-tiba sekitar pk. 04.00 pagi jemaat yang terdiri dari desa Haruku - Sameth ini diserang oleh masa putih dari Rohomoni, Kabau, Kailolo, Pelau, Ori dan sekitarnya. Masa putih menyerang dari tiga arah memasuki desa Haruku dan Sameth, yakni : a) dari arah jalan raya utama, b) dari arah hutan, c) dari arah laut. Penyerangan yang mendadak pada saat warga kedua desa ini sementara mempersiapkan ibadah Minggu pagi. Bukan hanya serangan mendadak, tetapi juga, sebagaimana disaksikan oleh para korban yang berada di Rumah Sakit Umum Saparua, pihak penyerang menggunakan senjata organik standart TNI-Polri dengan melibatkan sekitar 200 orang yang bersenjata aktif, bahkan dengan menggunakan granat standart TNI-Polri. Penyerangan dan pembakaran dilakukan secara intensif sampai siang hari. Kondisi warga dalam persiapan ibadah, disertai penyerangan mendadak dengan menggunakan senjata organik dan granat yang datang dari tiga jurusan dan dilakukan dengan gencar tersebut, menurut warga desa Haruku dan Sameth menyebabkan mereka tidak mampu mempertahankan diri dan negeri. Sebab seluruh warga yang berusaha mempertahankan negeri/jemaat tidak mampu menahan gencarnya serangan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa secara serius akibat penembakan dan granat yang sedemikian gencarnya dan akhirnya kawasan pemukiman dibakar dengan leluasa. Penyerangan disertai pembakaran tersebut menyebabkan � perumahan kawasan pemukiman Haruku - Sameth habis terbakar. Termasuk rumah gereja Jemaat GPM Haruku-Sameth. Sebagian besar warga telah mengungsi ke jemaat GPM Oma karena kondisi fisik kampung dan pemukiman yang telah hancur tersebut. Korban Kerusuhan tersebut antara lain : Korban Meninggal dengan Luka Tembak : 1. Carolis Mustamu 2. Yohanes Pasalbessy 3. Pieter Ferdinandus 4. Daniel Ferdinandus 5. Samuel Sihasale 6. Antoni Lappiya 7. Nyong Ririmase 8. Dominggus Lesimanuaya 9. Adrian Ferdinandus 10. Londwyk Hetaria 11. Leonard Hetaria 12. Ronny Lalupua 13. Benny Nirahua 14. Yopi Riuwpassa 15. Berthy Mantouw 16. Abraham Lappiya 17. Lulu Tahiya 18. Lukas Huwae 19. Adrian Pattikawa 20. Stevi Suripatty 21. Fredy Hetharia 22. Hans Suripatty 23. Ferry Pattikawa 24. Marthinus Hetharia 25. Hermanus Suripatty 26. Jahanes Tohatta 27. Johanes Pattinaya 28. Noke Sekewael 29. Nono Tahya 30. Yusuf Ririmase 31. Semi Souissa Korban Luka dan Dirawat di RSU Saparua dengan Luka Tembak 1. Thomas Lesimanuaya (31) 2. Lowis Latuharhary (39) 3. Remon Lesimanuaya (18) 4. Thomas Silfera (41) 5. Refano Latuwael (16) 6. Hermanus Suripatty (23) 7. Mateos Pattikawa (26) 8. Pameli Sekewael (59) 9. Yohanes Mustamu (29) 10. Daniel Payer (39) 11. Yohanes Ririmase (30) 12. William Matita (37) 13. Yonas Amahoru (58) 14. Markus Tahiya (60) 15. Moses Pesireron (67) 16. Agus Talabessy (60) 17. Fredly Tahiya (25) 18. Ibrahim Latupapua (35) 19. Yulius Tahiya (30) 20. Anias Tahiya (17) 21. Ongen Patinama (22) Seluruh korban belum dapat disampaikan data posisi penembakan karena pada saat laporan ini disusun, dokter dan para medis masih sibuk melakukan perawatan dan operasi intensif dalam kondisi banyak korban dengan kasus penembakan serius di berbagai tempat. Data sebenarnya akan kami susulkan kemudian. Saparua, 23 Januari 2000 Badan Pekerja Klasis GPM PP. Lease - Saparua Pdt. P.G. Manoppo, S.Th., S.IP (Sekretaris) "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
